
"Kita akan menunggu di sini saja?" Tanya Daniel sambil menjatuhkan bokongnya di atas sofa yang berada tidak terlalu jauh dari studio bioskop.
"Ya. Kita menunggu di sini saja." Balas Queen setelah mendaratkan tubuhnya di sofa yang berhadapan dengan Daniel.
"Apa kau menginginkan sesuatu?" Tanya Daniel.
"Sepertinya satu kotak popcorn dan cappucino enak juga." Ucap Queen dengan tersenyum manja.
"Baiklah. Tunggulah di sini." Ucap Daniel lalu beranjak.
"Nonton cini, Tak?"
Suara yang tidak asing dipendengarannya menghentikan langkah Daniel menuju stand penjual popcorn. Daniel mengangkat wajahnya yang semula tertunduk sambil memainkan ponsel ke sumber suara.
Pandangannya pun kini terpenuhi oleh enam orang yang sedang berjalan menuju sofa tunggu yang berada tidak jauh dari tempat duduknya dan Queen.
Anaka itu lagi? Batin Daniel menatap dalam pada gadis kecil yang sedang berada dalam gendongan seorang pria yang sangat dikenalinya.
Daniel pun kembali melanjutkan langkahnya menuju stand popocorn setelah melihat jika salah satu orang diantara mereka kini sedang berjalan ke arahnya.
"Aga... Beliin popcorn dong..." Pinta Sasa dengan mengatupkan tangannya pada Aga.
"Beli sendiri deh. Manja amat!" Cetus Dimas menatap sebal pada Sasa.
"Biasanya juga Aga yang beli juga." Balas Sasa tak mau kalah.
"Tak masalah. Biar aku saja yang membelinya. Kau beli saja minuman untuk kita." Titah Aga pada Dimas.
"Mau itut, Tak!" Seru Zeline saat melihat Aga beranjak dari duduknya.
"Ya sudah, ayo!" Ajak Aga lalu mengulurkan tangannya pada Zeline.
"Tak, Nai... Zel itut Tak Aga, ya!" Pintanya.
Naina mengangguk sebagai jawaban. Setelah mendapat jawaban dari Naina, Aga pun segera menggendong tubuh Zeline menuju stand popcorn.
"Zel mau itu, Tak!" Tunjuk Zeline pada penjual es krim yang berada tidak jauh dari stand popcorn.
"Baiklah. Nanti kita beli. Sekarang kita beli popcorn dulu."
"Ya, Tak." Balas Zeline tersenyum senang.
Saat sudah berada di dekat antrian orang-orang mengantri membeli popcorn, langkah Aga terhenti saat melihat wajah yang sangat dikenalinya ada di sana.
Daniel menolehkan wajahnya ke samping menatap pada wajah Aga.
"Ya. Aku datang bersama Queen." Jelas Daniel tanpa dipertanyakan.
Aga menganggukkan kepalanya. "Dunia terlalu sempit sehingga terus mempertemukan kita." Ucap Aga menarik sebelah bibirnya ke atas.
Daniel ikut melakukannya.
"Tak..." Suara Zeline yang terdengar memanggil pun membuat pandangan Aga dan Daniel menununduk menatap pada wajah lucu yang kini menatap pada mereka secara bergantian.
"Ada apa, Zel?" Tanya Aga lalu menggendong tubuh Zeline.
"Tatak ini loh tadi di taman." Ucapnya sambil menatap Daniel dengan kening mengkerut.
Daniel tertegun. Detak jantungnya tiba-tiba terhenti saat melihat dengan jelas warna mata gadis kecil yang kini terlihat begitu dekat dengannya.
"Maci lo Tak dah bantu Zel tadi." Ucap Zeline terus berbicara walau Daniel tak menjawab ucapannya.
Daniel masih terdiam. Detak jantungnya pun mulai bekerja begitu cepat saat merasakan perasaan aneh di dalam dadanya.
"Niel..." Tegur Aga melihat Daniel termenung.
"Ya." Balas Daniel tersadar dari lamunannya namun tidak mengalihkan pandangannya dari wajah Zeline.
"Zeline sedang berbicara kepadamu." Cetus Aga sambil menatap tajam pada Daniel.
"Maci ya, Tak." Ulang Zeline dengan tersenyum lucu pada wajah Daniel.
"Kak Aga... Siapa anak ini?" Tanya Daniel saat merasakan perasaan aneh itu mulai mengacaukan pemikirannya.
***
Selamat membaca☺
lanjut??
Mohon beri dukungan untuk karya author dengan cara memberikan like, komen dan votenya☺
Semakin banyak dukungannya... Maka author juga makin semangat upnya, hihi☺☺
Buat mengetahui jadwal update, kalian bisa bergabung di grup chat author, ya☺