
Bagaimana ini? Semakin hari hatiku semakin tidak tenang dengan cinta tulus yang Kak Aga berikan. Di tempat duduknya, Naina nampak gelisah setelah mendengarkan ucapan tulus dari Aga untuknya. Secepatnya aku harus mengatakan yang sejujurnya kepada Kak Aga sebelum aku terlalu lama menjalani hubungan ini dalam kebohongan. Tekad Naina.
"Naina... apa kau hanya ingin menatap makananmu tanpa menyentuhnya?" Bisik Sasa di telinga Naina saat melihat Naina termenung sambil menatap makanannya.
"Agh, ya. Aku akan memakannya." Balas Naina dengan tersenyum kaku.
"Apa kau tidak menyukai makanannya?" Tanya Aga ikut menatap pada makanan Naina yang belum tersentuh. "Kau bisa memesan menu baru jika kau tidam menyukainya." Lanjutnya kemudian.
"Aku menyukainya, Kak." Balas Naina lalu memakan makanan sebelum yang lainnya berpikiran yang tidak-tidak.
"Oh, ya. Tadi aku sempat melihat kekasih Tuan Daniel datang sambil membawa rantang di tangannya. Sepertinya Nona Queen datang membawa makan siang untuk Tuan Daniel." Cerita Sasa saat mereka telah selesai menghabiskan makanan masing-masing.
"Dimana kau melihatnya?" Tanya Dimas merasa heran. Karena seingatnya Sasa sejak pagi selalu berada di dekatnya.
"Di lobby saat aku diminta Mbak Wiwin untuk mengambil paket di resepsionis." balas Sasa.
"Nona Queen selain cantik dia juga wanita yang bisa menyenangkan perut pasangannya." Ucap Thoriq ikut berbicara yang diangguki oleh Sasa.
"Kau benar. Nona Queen memang wanita yang hampir sempurna. Sudah cantik, pintar, kaya dan juga pintar masak. Bagaimana mungkin Tuan Daniel mau meninggalkan wanita sempurna seperti dirinya."
"Itulah penyebabnya hubungan mereka berjalan lama hingga sampai saat ini." Timpal Dimas.
Sasa benar. Queen adalah wanita sempurna yang pantas untuk Daniel. Dan aku wanita yang tidak memiliki keunggulan apa pun ini, dengan beraninya percaya diri jika Daniel benar-benar mencintaiku waktu itu. Ucapan ketiga temannya itu membuat ingatan Naina melayang pada kejadian beberapa tahun yang lalu. Dimana saat itu ia dengan bodohnya mau terperangkap dalam cinta palsu yang Daniel tawarkan.
Obrolan mereka pun terus berlanjut hingga waktu makan siang pun hampir habis. Sasa, Dimas dan Thoriq berjalan lebih dulu meninggalkan kantin meninggalkan Aga dan Naina yang masih duduk di posisi mereka masing-masing.
"Apa nanti malam kau ada waktu? Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat dan ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu." Ucap Aga.
"Sepertinya nanti malam aku tidak sibuk. Hal penting apa yang ingin Kakak bicarakan padaku?" Tanya Naina merasa penasaran.
"Aku akan membicarakannya saat kita sudah sampai di tempat yang aku maksud." Balas Aga.
Naina mengangguk paham. "Baiklah, Kak. Dan juga ada satu hal penting yang ingin aku sampaikan pada Kakak nanti malam." Ucap Naina setelah membulatkan tekadnya untuk mengungkapkan hal yang seharusnya Aga sudah mengetahuinya sebelum hubungan mereka berjalan terlalu jauh.
"Baiklah. Nanti malam aku akan datang menjemputmu." Ucap Aga yang diangguki oleh Naina. "Kalau begitu ayo pergi, jam istirahat sudah hampir habis." Ajak Aga lalu mengulurkan tangannya pada Naina sebab keadaan kantin sudah sepi.
Aku harap kenyataan yang aku ungkapkan pada Kak Aga nanti malam dapat membuat hidupku lebih tenang kedepannya. Dan apa pun keputusan Kak Aga akan aku terima. Batin Naina sambil berjalan beriringan menuju ruangan kerjanya.
***