
Naina mengangkat kepalanya, wajahnya nampak terkejut saat melihat siapakah sosok yang sudah berdiri di belakang Daniel.
"Ka-kak Aga..."
Daniel membalikkan tubuhnya, tak berbeda dengan Naina, ia pun turut terkejut melihat kehadiran Aga di dekat mereka.
Aga melangkah maju hingga kini tubuhnya sudah berada tepat di samping Naina dan Daniel.
"Naina, apa benar jika Daniel adalah ayah kandung dari Zeline?" Tanya Aga dengan wajah dinginnya.
Tubuh Naina mulai bergetar. Suaranya terasa tersangkut di tenggorokan saat ingin membalas ucapan Aga.
"Aku tahu kau tidak bisu, Naina." Rahang Aga mulai mengeras. Naina paham jika saat ini Aga tengah menahan emosinya.
"Ma-maafkan aku, Kak."
"Aku tidak membutuhkan kata maaf darimu, Naina. Aku membutuhkan jawaban ya, atau tidak!" Tekan Aga.
Naina menghela nafas panjang. "Daniel benar ayah kandung Zeline putriku, Kak." Lirih Naina tanpa berani menatap Aga.
Aga diam. Kedua tangannya nampak sudah terkepal erat dan wajah putihnya sudah memerah.
Daniel masih terdiam di posisinya karena belum diberi kesempatan untuk berbicara. Wajah Daniel nampak tenang tanpa rasa takut sedikit pun.
Aga mengalihkan pandangannya dari wajah Naina ke wajah Daniel. Pandangannya dan Daniel bertemu. Kedua pria yang masih memiliki ikatan darah yang sama itu kini nampak menatap dingin satu sama lain.
"Jadi kau adalah pria berengsek yang sudah menghancurkan masa depan Naina?" Tanya Aga dengan tenang. Walaupun demikian, namun Daniel paham jika Aga tengah menahan emosinya saat ini.
Daniel mengangguk yakin. "Aku adalah pria berengsek itu. Dan aku adalah ayah kandung dari putriku Zeline." Balas Daniel dengan tenang.
"Aku sungguh tidak menyangka jika kau adalah pria berengsek yang tidak mau bertanggung jawab atas darah dagingmu sendiri." Ucap Aga dengan wajah semakin dingin.
"Aku bukan seperti yang Kakak katakan. Tanyakan saja pada Naina apa dia memberiku kesempatan untuk tahu jika sudah ada benihku yang tumbuh dalam rahimnya waktu itu? Namun itu semua bukan salah Naina, salahku yang membuatnya seperti itu."
"Ternyata kau berani juga mengakui kesalahanmu. Apa kau pikir ada wanita yang ingin mengungkapkan kebenaran jika ia sedang mengandung pada pria yang jelas-jelas tidak menginginkan kehadiran anak dari rahimnya bahkan berniat menggugurkannya?"
Deg
Bagaimana Kak Aga bisa tahu? Ucap Naina dalam hati.
"Aku memang bersalah." Balas Daniel tak ingin menjelaskan apa yang ada di hati dan pikirannya tidaklah sama saat mengatakannya waktu itu.
Buk
Gumpalan tangan Aga akhirnya melayang di wajah Daniel. Daniel yang tidak siap pun akhirnya terhuyung ke belakang hingga jatuh dari kursinya.
"Kak Aga!" Pekik Naina. Naina segera bangkit dari duduknya.
"Aku tidak menyuruhmu untuk berdiri Naian." Aga menatap Naina tajam. Pandangannya kembali beralih pada wajah sepupunya yang nampak memerah karena pukulannya.
Aga berjongkok. Menyamakan posisinya dan Daniel. Tatapannya semakin tajam pada Daniel.
Daniel mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Sudut bibirnya nampak robek akibat pukulan Aga yang cukup kuat. Wajahnya yang baru saja sembuh akibat pukulan dari ayah Naina waktu itu pun kembali lebam terkena pukulan yang baru dari Aga.
Aga meraih kaos yang Daniel kenakanhingga kini wajah Daniel menatap ke arahnya. "Katakan, ada hubungan apa kau dan Naina di masa lalu hingga kau berani melakukan perbuatan dosa besar seperti ini!" Bentak Aga.
"Naina adalah kekasihku di masa lalu." Balas Daniel tanpa rasa takut.
Buk
Buk
Dua pukulan cukup keras pun kembali melayang di wajah tampan Daniel. Aga hendak kembali melayangkan pukulan di wajah sepupunya itu namun pergerakannya terhenti saat Naina tiba-tiba memeluk tubuhnya dari belakang.
"Kak Aga cukup!" Jerit Naina sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Aga.
***
Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya baru aku Bukan Sekedar Menikahi.
Yuk berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara vote, komen dan likenya. Teman-teman juga bisa memberikan dukungan dalam bentuk gift loh🤗