
Selama dalam perjalanan pulang, Naina hanya diam sambil memeluk erat putrinya yang kini tengah tertidur di pelukannya. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya menetes juga. Mengingat kembali pertemuan mereka yang berhasil membuat hatinya semakin terluka. Untung saja saat ini ia duduk di kursi penumpang sehingga Aga tak dapat melihat dengan jelas jika saat ini ia tengah menangis.
Rasa takut pun kini mulai menghantui Naina jika saja suatu saat nanti Daniel akan mengetahui sebuah fakta jika Zeline adalah anak kandungnya sedangkan ia belum menyiapkan apa pun untuk mempertahankan Zeline untuk tetap berada di sisinya.
Zeline... Putriku... Putri kecil Mama... Mama harap kau tetap berada di sisi Mama apa pun yang terjadi....Tuhan... Tolong jaga putriku untukku... Biarkan kami hidup berdua. Tanpa Daniel... Tanpa seorang pria yang tidak menginginkan kehadiran seorang anak dari rahimku... Biarkan kami hidup bahagia tanpa bayang-bayangnya... Kami sungguh tidak membutuhkan sosok pria seperti dirinya.
Naina semakin menangis dengan deras. Menakuti jika apa yang ada di dalam pemikirannya akhirnya terjadi. Daniel tidak menginginkan anak dari rahimnya. Dan dengan beraninya ia melahirkan Zeline kecil hadir di dunia dengan cinta dari dirinya sendiri tanpa cinta dari seorang pria yang telah menghamilinya. Naina sungguh takut. Takut bila nanti Daniel akan berusaha melenyapkan Zeline karena Zeline adalah anak yang lahir dari rahimnya.
Mendengar isakan kecil mulai lolos dari bibir mungil Naina, Aga pun menepikan mobilnya. "Naina... Kau kenapa?" Aga menolehkan kepala ke arah belakang. Menatap wajah Naina yang kini tenggelam dalam tubuh Zeline. Bahu Naina naik turun. Aga semakin khawatir. Aga pun keluar dari dalam mobil lalu membuka pintu belakang.
"Naina..." Aga mencoba melepaskan tubuh Naina yang masih memeluk erat tubuh Zeline.
Zeline pun turut terbangun saat merasakan ada yang mengganggu tidurnya.
"Hiks... Hiks..." Naina semakin sesegukan.
"Naina... Ada apa denganmu?" Aga mengarahkan tubuh Naina menghadap ke arahnya. Menghapus air mata yang masih mengalir di kedua pipi Naina dengan jari jempolnya.
"Tak... Napa nangis?" Zeline pun turut memasang wajah takut saat melihat Naina yang menangis.
Merasa Naina belum sanggup untuk bercerita, Aga pun kembali menutup pintu belakang mobilnya lalu masuk ke dalam mobil di belakang kemudi. Mobil pun kembali melaju hingga sampai di sebuah cafe.
"Ayo turun dulu. Kita bisa menikmati minuman dingin sejenak di sini." Ajak Aga sambil mengulurkan tangannya pada Naina. Lagi pula Aga tidak mungkin membawa Naina pulang dengan kondisi seperti saat ini. Bisa-bisa nanti Ibu Naina akan panik dan khawatir dengan kondisi putrinya.
Naina menerima uluran tangan Aga. Setelah Naina turun dari dalam mobil, Aga pun menggendong tubuh Zeline keluar dari dalam mobil. Kaki jenjang Aga menuntun Naina untuk masuk ke samping cafe yang menuju arah ruangan VVIP.
"Ayo masuk!" Ajak Aga melihat Naina masih terdiam di depan pintu ruangan.
"Naina... Sebenarnya ada apa denganmu?" Tanya Aga setelah cukup lama membiarkan Naina terdiam.
"Kak Aga... Apa ucapan Kakak waktu itu masih berlaku?" Tanya Naina sambil menghapus air mata di pipinya.
"Ucapan?" Aga nampak berpikir. Namun tak lama mengangguk. "Sampai kapan pun aku masih menunggu jawabanmu." Balas Aga.
"Dan aku akan menjawabnya sekarang." Balas Naina dengan cepat.
"Apa maksudmu Naina?" Jantung Aga berdetak tak karuan.
"Aku telah memikirkannya. Dan setelah aku pikirkan lagi, aku sudah mengambil keputusan untuk menerima cinta Kakak." Ucap Naina setelah cukup memikirkan cara apa agar ia memiliki pelindung untuk melawan Daniel nantinya. Aga adalah pria bertanggung jawab. Dan Naina sudah memikirkannya sejak berada di dalam mobil untuk menerima cinta Aga agar suatu saat nanti Aga bisa melindunginya dari Daniel. Dan dengan berjalannya waktu, Naina pun sudah berniat untuk mengungkapkan kenyataan besar yang mungkin akan membuat Aga terkejut nantinya.
***
Selamat membaca☺
lanjut??
Mohon beri dukungan untuk karya author dengan cara memberikan like, komen dan votenya☺
Semakin banyak dukungannya... Maka author juga makin semangat upnya, hihi☺☺
Buat mengetahui jadwal update, kalian bisa bergabung di grup chat author, ya☺