
Di bar yang cukup terkenal di kotanya, Daniel nampak duduk sendirian di sebuah meja bundar sambil meneguk alkohol di depannya. Sedangkan Dio, Marvel dan Kevin sudah berkumpul bersama orang-orang yang kini tengah berjoget mengikuti irama musik bar.
Di tengah Dio dan Marvel yang masih asik berjoget, Kevin justru terus memusatkan pandangannya pada Daniel yang kini sudah meneguk segelas alkohol untuk yang ke lima kalinya.
"Apa yang dia lakukan?" Kevin berjalan dengan langkah lebar melewati kerumunan menuju meja bar. "Daniel hentikan!" Menepuk pundak Daniel cukup keras saat Daniel hendak kembali meneguk segelas alkohol yang baru ia tuang.
Daniel menatap Kevin dengan mata memerah. "Jangan menghalangiku!" Bentaknya. Mengangkat kembali gelas alkoholnya.
Kevin dengan cepat menghempaskan gelas alkohol di tangan Daniel hingga menimbulkan suara cukup keras.
"Hentikan aksi bodohmu atau kau akan mati!" Amuk Kevin. Kevin pun menjauhkan botol alkohol beserta gelasnya dari jangkauan Daniel.
Marvel dan Dio yang tengah asik berjoget di lantai dansa pun menghentikan pergerakan mereka saat mendengar keributan dari arah table mereka.
"Ayo pergi!" Marvel menarik tangan Dio keluar dari kerumunan.
"Kau terlalu ikut campur Vin!" Bentak Daniel merasa tidak suka kesenangannya dihentikan oleh Kevin.
Kevin menggelengkan kepalanya. "Aku tahu kau sedang kacau tapi tidak seperti ini caranya!" Suara Kevin tak kalah meninggi.
Mendengar suara Kevin yang cukup keras, Marvel dan Dio semakin cepat melangkah menghampiri mereka.
Daniel bangkit dari duduknya. Tatapannya menatap nyalang Kevin. "Tahu apa kau dengan kekacauanku saat ini?" Tertawa sinis walau pun badannya mulai tak seimbang.
Kevin tak memperdulikan ucapan Daniel yang tengah mabuk. Pandangannya tertuju pada Marvel dan Dio yang kini sudah berada di depannya.
"Ayo bawa Daniel pulang!" Titahnya dengan tegas.
"Ada apa ini? Kenapa kau menyuruh membawa Daniel pulang?" Wajah Marvel nampak bingung.
"Jangan terlalu banyak bertanya!" Bentak Kevin.
Marvel dan Dio saling pandang lalu mengangguk paham.
"Ayo kita pulang." Marvel dan Dio memegang kedua tangan Daniel hingga Daniel tak bisa berkutik.
"Apa-apaan ini!" Bentak Daniel. Marvel dan Dio menulikan telinga mereka lalu dengan cepat membawa Daniel keluar dari bar. Dengan susah payah karena Daniel yang terus memberontak, akhirnya mereka pun berhasil memasukkan tubuh Daniel ke dalam mobil.
"Ke apartemen Dio saja. Tidak mungkin membawanya ke rumahnya dalam keadaan seperti ini." Balas Kevin yang kini sudah duduk di belakang kemudi.
Dio dan Marvel mengangguk paham. Mereka pun sontak menatap pada wajah Daniel yang nampak kacau dan rambut yang berantakan.
"Naina..." lirih Daniel dengan mata yang sudah terpejam.
Kevin, Marvel dan Dio menghela nafas bersamaan. Tanpa bertanya pun mereka sudah mendapatkan jawaban dari kekacauan Daniel saat ini.
"Dia terlalu pasrah dengan keadaan." Ucap Marvel yang diangguki Dio.
Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi hingga tak memakan waktu lama sudah sampai di apartemen Dio.
"Naina... Zeline putri Papa..." racau Daniel saat tubuhnya tengah dibopong masuk ke dalam apartemen Dio.
"Apa kita harus menghubungi Tante Hasna?" Tanya Marvel.
Kevin menganggukkan kepalanya. "Sampaikan saja jika Daniel menginap di apartemenku malam ini."
Marvel mengangguk paham lalu mengeluarkan ponsel Daniel dari dalam saku celanya. Menghubungi Mama Hasna agar tidak khawatir mencari keberadaan putra bungsunya.
*
Berikan vote, gift dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnya. Buat teman-teman yang masih mengikuti DABA sampai sejauh ini SHy ucapkan terimakasih🤍🤍
Sambil menunggu DABA update dan mengisi waktu luang, teman-teman bisa mapir di karya aku yang lainnya juga ya.
- Serpihan Cinta Nauvara (End)
- Oh My Introvert Husband (End)
- Hanya sekedar menikahi (End)
- Bukan Sekedar Menikahi (On Going)
Terimakasih🌹