
Deg
Detak jantung Naina berdetak begitu kencang saat mendengarkan ucapan dari Daniel. "Kau..." ucapnya dengan wajah yang begitu terkejut.
"Kenapa? Kau terkejut karena aku mengetahui kebenarannya. Apa kau terkejut karena aku sudah mengetahui kebenaran jika kau sudah melahirkan seorang anak dariku." Tatapan Daniel masih terhunus tajam pada Naina.
"Kau jangan berbicara omong kosong!" Naina berusaha menutupi keadaan yang ada.
"Aku berbicara omong kosong." Daniel tersenyum sinis. "Lalu siapakah Zeline sebenarnya? Kau ingin berkata jika Zeline adalah adikmu bukan anakmu begitu?" Suara Daniel terdengar lantang.
Naina yang mendengarnya pun dibuat terkejut. "Zeline adalah adikku. Dan kau tidak ada hubungannya dengan keluargaku!" Ucap Naina dengan suara meninggi.
"Cih. Kau masih ingin mengelak. Kau masih ingin menutupi status Zeline yang sebenarnya dariku?" Tangan Daniel terangkat lalu mencengkram erat lengan Naina. "Lalu bagaimana dengan ini?" Daniel mengeluarkan sesuatu dari jas kerjanya lalu membukanya. "Bagaimana dengan bukti ini? Apa kau masih ingin mengelak dengan kebenaran yang ada." Menyerahkan selembar kertas hasil tes DNAnya dan Zeline ke tangan Naina.
Dengan tangan bergetar Naina mengangkat selembar kertas yang kini sudah berpindah di tangannya. Kedua bola matanya nyaris keluar dari dalam wadahnya saat melihat goresan tinta yang tertera di selembar kertas itu yang menyatakan jika Aurelia Zeline putrinya adalah anak kandung dari Daniel Alexander.
"Bagaimana Naina? Apa kau masih ingin membodohiku, hem?" Daniel dibuat geram. Ia sungguh tidak menyangka jika Naina masih saja berupaya mengelak dengan kebenaran yang ada.
Naina mematung di tempatnya. Tubuhnya seakan tak bisa digerakkan karena keterkejutannya saat ini.
"Aku tidak sebodoh yang kau pikirkan, Naina. Aku bisa dengan mudahnya mencari tahu apa yang kau tutupi selama ini. Aku rasa kau tidak sebodoh itu hingga tak menyadari jika hanya orang-orang tertentu yang ada di negeri ini yang memiliki warna mata yang sama dengan mata keluargaku." Daniel tersenyum sinis. Menatap remeh pada Naina yang kini tertunduk.
Naina mengangkat kepalanya. Menggenggam erat selembar kertas yang membuatnya tersudut saat ini.
"Kau sudah begitu lancang ikut campur dalam urusan keluargaku Daniel!" Bentak Naina menutupi kegugupannya. "Kau pikir kau bisa menyudutkanku dengan hasil tes DNA palsu ini?!" Menyerahkan kertas di tangannya ke dada Daniel.
"Diam kau pria berengsek!" Naina menjerit. Ia tak dapat mengelak lagi saat ini.
"Jika kau mengatakan aku berengsek, lalu bagaima denganmu! Ibu macam apa dirimu, huh?" Daniel kembali mengulang ucapannya.
"Kau pikir aku mau berada di posisi seperti ini?! Kau pikir aku mau?!" Teriak Naina. "Kau benar jika Zeline adalah anakku, bukan adikku. Sekarang apa kau sudah puas?!" Pekik Naina. Air matanya luruh lanta. Namun Naina membiarkannya.
"Kau pikir aku ingin menyembunyikan status asli anak kandungku selama ini? Kau pikir aku sudi memalsukan status anakku? Anak yang aku kandung dengan susah payah dari pria berengsek sepertimu!!"
"Bukankah kau mengatakan tidak sudi memiliki anak dariku? Lalu apa maksudmu saat ini yang mempertanyakan status asli anakku? Bahkan kau terlalu repot melakukan tes DNA dengan anakku? Harus kau ingat jika Zeline hanyalah anakku dan bukan anakmu!! Dia tidak memiliki seorang ayah yang tidak menginginkan kehadirannya bahkan berniat menggugurkannya sejak dia masih berada di dalam kandunganku. Di dalam kandungan wanita cupu dan bodoh seperti diriku!!"
***
Lanjut lagi ya kalau vote, komen dan likenya banyak☺
Sambil menunggu cerita DABA update, kalian bisa mampir ke novel aku yang lainnya, ya☺
- Hanya Sekedar menikahi (On Going)
- Serpihan Cinta Nauvara (End)
- Oh My Introvert Husband (End)