Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Tidak ada yang terluka


Note. Bagi yang merasa cerita ini terlalu lama menuju klimak*s yang kalian inginkan silahkan diskip saja ya teman-teman. Karena cerita ini masih sangat panjang dan aku mau menulis dengan detail kejadian di setiap partnya biar jelas. Terimakasih😊


****


"Sekali lagi maafkan saya, Bibi." Ucap Daniel.


Ibu terdiam beberapa saat lalu mengangguk. "Saya tidak ingin melampaui Tuhan karena tidak mau memaafkan kesalahanmu." Balas Ibu.


"Terimakasih, Bibi." Ucap Daniel dengan tersenyum tipis. Ia merasa tak menyangka dengan kebesaran hati ibu untuk memaafkan kesalahannya. Pandangan Daniel pun terjatuh pada Ayah yang nampak mengalihkan pandangan ke arah luar rumah. "Paman..." ucap Daniel tertahan sebab Ayah mengangkat sebelah tangannya di udara.


"Saya juga sudah memaafkanmu." Ucap Ayah.


Daniel mengusap wajahnya. Rasa haru kini menyelimuti relung hatinya melihat betapa besarnya hati kedua orang tua dari wanita yang telah ia lukai hati dan perasaannya.


"Terimakasih Paman... terimakasih Bibi..." Daniel berucap tulus.


Ibu mengangguk. Sedangkan Ayah hanya diam tanpa pergerakan. Ibu pun membisikkan sesuatu ke telinga Ayah lalu mengelus tangan suaminya.


"Saya ke belakang dulu. Tunggulah sebentar." Ucap Ibu lalu bangkit dari duduknya.


Daniel mengangguk. Setelah kepergian Ibu, suasana di dalam ruang tamu pun menjadi hening karena Ayah nampak tak ingin bersuara.


"Paman..." Suara Daniel pun berhasil membuat Ayah mengalihkan pandangannya pada Daniel.


"Saya memaafkanmu bukan berarti saya akan membiarkanmu mengambil cucu saya begitu saja." Tekan Ayah. Mengingat Daniel yang berasal dari kalangan yang cukup berpengaruh bukan tidak mungkin pria itu menggunakan kekuasaannya untuk mengambil Zeline dari sisi mereka.


"Saya tidak akan melakukan apa yang Paman pikirkan. Saya hanya meminta kesempatan untuk melakukan tanggung jawab saya pada Zeline sebagai ayah kandunganya. Saya juga meminta izin agar saya bisa memperkenalkan diri saya sebagai Ayah kandung dari anak saya." Tutur Daniel.


Ayah menatap wajah Daniel dengan intens. Membaca raut wajah Daniel saat ini yang nampak bersungguh-sungguh saat mengatakannya.


Kedatangan ibu kembali sambil membawa minuman membuat Ayah mengurungkan niatnya untuk berbicara.


"Silahkan diminum dulu nak Daniel." Ucap Ibu sembari meletakkan minuman di depan Daniel.


Setelah Daniel meneguk minumannya, Ayah pun kembali angkat bicara.


"Kau boleh melakukannya karena itu adalah hak yang ku miliki sebagai Ayah dari cucu saya. Namun kau harus ingat, jika saat ini ada putri saya yang mungkin saja tidak akan menerima permintaan darimu. Sebagai orang tua, kami hanya ingin melihat putri kami bahagia."


"Saya mengerti, Paman. Saya akan berusaha mendapatkan maaf dari Naina dan memberikan kasih sayang saya pada Zeline." Balas Daniel sungguh-sungguh.


"Apa kau tahu jika saat ini Naina sudah memiliki seorang kekasih?" Tanya Ibu.


Daniel mengangguk.


"Saya harap kau adalah pria bijak dalam mengambil keputusan. Biarkan Naina putri kami bahagia dengan pilihannya dan kau juga bisa bahagia dengan tunanganmu. Untuk memberikan kasih sayang dan tanggung jawab pada Zeline, kau dan Naina bisa melakukannya bersama-sama tanpa adanya ikatan. Saya rasa kau cukup paham maksud ucapan Saya." Tutur Ibu dengan lembut.


"Saya paham, Bibi. Di sini saya juga tidak ingin memberikan luka yang baru untuk Naina. Saat ini saya hanya ingin meminta maaf padanya dan memberikan status yang asli pada putri kami. Saya tidak ingin Zeline selamanya hidup dalam kebohongan. Terimakasih atas maaf dari Bibi dan Paman yang mungkin tidak pantas saya dapatkan. Saya akan berusaha menyelesaikan masalah ini tanpa ada satu pihak pun yang terluka."


***


Terimakasih pada teman-teman yang masih setia dengan jalan cerita ini walau pun tidak sesuai dengan keinginan teman-teman.


Mohon berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara vote, komen dan likenya. Teman-teman juga bisa memberikan dukungan dalam bentuk gift.


Sambil menunggu cerita Naina dan Daniel update, teman-teman silahkan mampir di karya aku yang lainnya ya.


- Bukan Sekedar Menikahi (On Going)


- Hanya Sekedar Menikahi (End)


- Oh My Introvert Husband (End)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


Terimakasih🌹