Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Ingin lari dariku


"Sudahlah, ayo makan dulu. Nanti keburu jam istirahatnya habis." Ucap Aga yang menyadari jika kekasihnya saat ini tengah menahan malu akibat godaan teman-temannya.


"Baiklah..." ucap Thoriq sambil menahan tawanya.


Mereka pun mulai makan dalam keheningan hingga kedatangan seseorang yang masuk ke dalam kantin membuat suasana siang itu mulai ricuh akibat bisik-bisik karyawan.


"Lihatlah, Tuan Niel menuju ke arah kita."


"Apa Tuan Niel akan makan siang di sini siang ini?"


"Wah... Tuan Niel tampan sekali."


Naina yang turut mendengarkan bisik-bisik karyawan wanita itu pun mengangkat kepalanya lalu menatap pada pria yang kini tengah berjalan ke arah mereka.


Deg


Pandangan sepasang mantan kekasih itu pun bertemu, namun Naina buru-buru memutus tatapan mereka dan kembali menunduk.


Sedang apa Daniel di sini. Batin Naina merasa gugup.


"Selamat siang Presdir Niel. Asisten Marko." Sapa Sasa dengan ramah saat Daniel berhenti di depan meja mereka.


Marko menganggukkan kepala sebagai jawaban.


Sedangkan Daniel menatap sejenak ke arah Naina yang sedang tertunduk lalu menatap pada Sasa dan mengangguk sebagai jawaban.


"Tumben sekali Presdir datang ke kantin siang ini?" Ucap Sasa saat Daniel sudah berlalu dari hadapan mereka.


"Entahlah. Mungkin Presdir ingin makan siang di sini." Tebak Dimas. Dan benar saja, kini langkah Daniel mengarah pada ruangan khusus petinggi perusahaan yang sudah disediakan jika saja Presdir makan di kantin seperti siang ini.


"Semenjak bertunangan dengan Nona Queen, Presdir Niel terlihat semakin tampan." Puji Sasa sambil menatap punggung Daniel yang mulai hilang dari pandangannya.


"Memangnya sejak kapan Presdir Niel tidak tampan di matamu?" Timpal Dimas yang terlihat berwajah keki karena Sasa memuji Presdir Niel.


Sasa tertawa kecil.


"Sudahlah. Ayo makan lagi." Ucap Thoriq yang diangguki Sasa dan Dimas.


Naina tersadar dari lamunannya. "Aku menyukai makannya, Kak." Balas Naina lalu kembali melanjutkan makan siangnya.


Kenapa aku merasa ada yang aneh pada Naina. Batin Aga sambil menatap pada Naina yang sudah kembali melanjutkan makannya


Di dalam ruangan yang berbeda, Daniel nampak memperhatikan interaksi Aga dan Naina dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Jadi mereka sudah benar-benar menjdi sepasang kekasih saat ini?" Tanya Daniel pada Marko yang duduk di depannya saat ini.


Marko mengangguk. "Tuan Aga dan Nona Naina sudah menjalin hubungan sejak dua minggu yang lalu, Tuan." Jelas Marko.


"Dua minggu yang lalu? Berarti setelah aku dan Queen bertunangan?" Tebak Daniel yang diangguki oleh Marko.


Daniel nampak menarik bibir ke samping. "Apa dia ingin lari dariku dengan menjalin hubungan dengan Aga?" Daniel tertawa sinis.


"Marko, apa kau sudah mendapatkan informasi yang aku minta?" Tanya Daniel setelah cukup memperhatikan interaksi Aga dan Naina.


"Untuk saat ini hanya informasi yang sama yang saya dapatkan, Tuan."


"Apa kau sudah tidak bisa diandalkan saat ini, Marko? Hal kecil begitu saja kau sangat sulit mendapatkannya!" Cecar Daniel menatap sinis pada Asistennya.


"Maaf, Tuan. Saya akan mencari informasi aslinya secepat mungkin." Ucap Marko. Karena sampai saat ini informasi yang ia dapatkan masih tetap sama dan belum ada fakta baru yang ia dapatkan dari hasil pencarian anak buahnya.


***


Selamat membaca☺


lanjut??


Mohon beri dukungan untuk karya author dengan cara memberikan like, komen dan votenya☺


Semakin banyak dukungannya... Maka author juga makin semangat upnya, hihi☺☺


Buat mengetahui jadwal update, kalian bisa bergabung di grup chat author, ya☺