Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Menghadiri pertunangan masa lalu


Keesokan harinya, dua orang wanita berbeda generasi itu sudah nampak cantik dengan gaun bewarna biru muda yang melekat indah di tubuh mereka.


"Nda jadi datang Tak Aga, Tak?" Tanya Zeline yang sejak tadi sudah tidak sabaran untuk pergi ke acara pertunangan Daniel. Setelah mendapat desakan dari Sasa untuk datang ke acara pertunangan Daniel, Naina memutuskan untuk datang melihat acara pertunangan masa lalunya itu. Dan saat Zeline mendengar jika dirinya akan pergi hari ini, Zeline pun merengek untuk minta ikut yang membuat Naina mau tidak mau mengiyakan permintaan Zeline.


"Sebentar lagi... Kak Aga masih dalam perjalanan." Ucap Naina.


Wajah Zeline nampak tak bersemangat. "Lama na... Nda sabal ini, Tak..." Keluh Zeline dengan bibir mengerucut.


Naina tersenyum. Merasa lucu melihat tingkah putrinya. Beberapa menit berlalu, Aga pun telah sampai di depan rumah Naina yang membuat Zeline begitu senang.


"Holee... Dah sampai itu Tak Aga, Tak!" Seru Zeline sambil berlari keluar dari dalam rumah.


Naina pun segera menyambar tas jinjingnya yang ia letakkan di atas sofa lalu mengikuti langkah Zeline.


"Apa kalian sudah lama menunggu?" Tanya Aga saat Naina sudah keluar dari dalam rumah.


"Tidak, Kak." Balas Naina seraya tersenyum.


"Ayo, Tak... Blangkat!" Ucap Zeline sambil menarik tangan Naina.


"Ayo." Ajak Aga lalu membukakan pintu mobil.


"Nebut ya, Tak!" Seru Zeline sambil memperagakan membawa motor dengan kecepatan cepat. "Ngeng... Ngeng..." Ucapnya begitu riang.


Aga dan Naina tersenyum. Melihat tingkah Zeline menjadi sebuah mood baik tersendiri bagi mereka.


Tiga puluh lima menit berkendara, mobil Aga pun telah sampai di depan hotel Dharma.


"Lamai ya, Tak." Ucap Zeline sambil melihat ke sekelilingnya dimana banyaknya mobil sudah terparkir rapi di depan hotel.


"Zel biar jalan sendiri saja, Kak." Ucap Naina merasa tidak enak pada Aga.


"Tak masalah. Biar aku gendong saja. Lagi pula di sini cukup ramai. Kita harus berjaga-jaga agar Zeline tidak pergi kemana-mana." Terang Aga.


Naina mengangguk paham. Mereka lalu masuk ke dalam ballroom yang sudah dipenuhi oleh banyaknya tamu undangan dari kolega bisnis dan keluarga Daniel dan Queen.


Saat menginjak kakinya di dalam ballroom, detak jantung Naina berdetak begitu cepat saat merasakan ketakutan bila Daniel nantinya akan menyadari kehadirannya dan putrinya. Namun Naina segera menepis pemikirannya saat mengingat jika waktu pertemuan mereka tempo hari di taman Daniel sama sekali tidak memberikan respon apapun padanya dan Zeline.


Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Naina dapat melihat Daniel begitu tampan dengan jas yang membuat tubuhnya terlihat begitu gagah dan Queen terlihat begitu cantik dengan gaun yang melekat indah di tubuhnya.


Deg


Jantung Naina tiba-tiba berdetak begitu cepat saat pandangan Daniel kini tertuju ke arahnya. Naina segera mengalihkan pandangannya. Menatap ke arah lain seakan-akan ia tidak melihat tatapan Daniel yang masih tertuju ke arahnya.


"Kak Aga... Naina..." Suara Sasa yang terdengar mengalun mengalihkan pandangan Naina ke arah sumber suara.


"Sasa.... Dimas... Thoriq..." Sapa Naina melihat ketiga rekan kerjanya sudah berada di dekat mereka.


"Loh... Zel ikut juga?" Tanya Sasa yang diangguki oleh Naina.


"Kenapa kau dan adikmu semakin hari semakin terlihat seperti Ibu dan anak saja sih, Nai?" Tanya Thoriq tiba-tiba yang membuat Naina terdiam beberapa saat.


***


Lanjut lagi setelah diberikan komen, vote dan likenya ya!