
"Kemalin beli boneka sini loh, Bu!" Cerita Zeline saat mereka melewati rak boneka yang ada di dalam mall. "Boneka milip sama yang ada di kamal Tak Nai ini Tak Mala!" Ucap Zeline pada Amara sambil menunjuk sebuah boneka beruang yang ada di dalam etalase kaca.
"Iya mirip. Nanti Kakak belikan boneka baru lagi buat Zel biar beruangnya ada temannya." Ucap Amara.
"Benelan, Tak?" Tanya Zeline sambil menarik ujung baju yang dikenakan Amara
"Iya. Tapi nanti setelah kita jalan-jalan, ya." Ucap Amara sambil mengelus rambut Zeline.
"Asik... Satu ja Tak. Dua mahal itu." Ucap Zeline dengan polosnya.
Amara tertawa bagitu pula dengan Ibu. "Memangnya Zel tau harganya berapa?" goda Amara.
"Tau. Dua duid melahnya itu." Ucap Zeline mengutarakan apa yang teringat di kepalanya.
"Oh ya ampun..." Amara merasa gemas pun mengacak rambut Zeline.
"Nda acak deh. Lusak ini lambut Zel!" Rungut Zeline menatap masam Amara.
"Lagi pula kau ini sok tahu sekali." Seloroh Amara
"Ibu..." Zeline merengek pada Ibu tak suka dengan ucapan Amara.
"Sudah, sudah. Ayo jalan lagi." Ajak Ibu. Jika dibiarkan bisa saja anak dan cucunya itu akan bertengkar.
"Ayo, Bu." Zeline pun kembali memengang tangan Ibu.
Amara yang belum kembali melangkah pun menahan tawanya melihat sikap Zeline. "Dia itu sok tahu sekali." Gumam Amara merasa lucu dengan tingkah Zeline.
"Kita mau kemana ini, Bu? Inda jadi main ya?" Ucap Zeline dengan wajah yang sudah muram karena belum mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Kita cari baju untuk Kak Mara dulu ya baru ke tempat bermain." Ucap Ibu memberi pengertian cucunya.
"Ya, Bu." Balas Zeline dengan wajah ditekuk.
Ibu menggeleng seraya tersenyum melihat Zeline yang sudah merasa tak sabar untuk bermain.
"Tapek. Kalau main inda tapek ini Bu." Ucapnya dengan manja lalu menjatuhkan wajahnya di bahu Ibu.
"Kau ini manja sekali." Ucap Amara merasa semakin gemas dengan sikap Zeline.
Mereka pun terus berjalan mencari toko baju yang sedang dicari Amara.
"Nah, itu dia toko bajunya." Ucap Amara sambil menunjuk toko yang berada tak jauh di depannya.
"Kau ingin baju yang ada di sana?" Tanya Ibu memastikan.
Amara mengangguk. "Ayo, Bu." Ajak Amara merasa tak sabar.
Ibu mengangguk lalu mengikuti langkah Amara.
"Zel tulun ja, Bu." Ucap Zeline yang sudah merasa tak betah berada dalam gendongan Ibu.
Ibu pun menurunkan Zeline.
"Ibu tolong pilihin bajunya dong. Ini beli tiga gratis satu loh, Bu." Bisik Amara di telinga Ibu.
Ibu menggeleng. Ternyata ini yang dicari putrinya sejak tadi. Baju yang sedang diskon. Ibu dan Amara pun fokus memilih banyaknya macam baju di depan mereka dan hampir melupakan Zeline yang sejak tadi nampak bosan menunggu Ibu dan Kakaknya memilih pakaian.
"Sana ada baju buat Zel itu!" Berpikir jika ia juga akan dibelikan baju oleh Amara dan ibunya, Zeline pun segera berjalan ke arah toko baju khusus anak-anak.
"Banak tantik-tantik ini bajunya!" Zeline terus berbicara sendiri sambil memegang bergantian baju-baju yang tergantung di depannya. Dan saat sedang fokus melihat baju di depannya, seseorang yang sejak tadi memperhatikan tingkah Zeline pun mendekat ke arahnya.
"Hai gadis kecil, kau ingin baju yang ada di sini?" Tanya seorang wanita paruh baya yang berhasil membuat Zeline menatapnya dengan wajah takut.
***
Lanjut? Berikan dukungannya dulu yuk. Like, komen, vote dan giftnya😉