Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Perpisahan yang tak diduga


Kondisi di ruangan divisi Humas pagi itu nampak tegang saat Aga berdiri di depan ruangan untuk menyampaikan sesuatu yang sudah beberapa hari ini selalu ia tunda. Setelah menyampaikan niatnya, wajah Sasa, Dimas dan Thoriq nampak terkejut. Berbeda dengan Naina yang terlihat merasa bersalah.


"Apa? Kau ingin berhenti bekerja di perusahaan ini?" Suara Sasa terdengar melingking hingga memenuhi ruangan.


Aga mengangguk. "Sudah saatnya aku bekerja di perusahaan milik keluargaku." Balas Aga apa adanya.


"Tidak, tidak, tidak. Kenapa cepat sekali kau ingin meninggalkan divisi ini?" Sasa bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiri Aga. "Aku belum bisa tanpa kau di sini." Ucap Sasa terkesan lebay. Sasa pun segera memeluk erat tubuh Aga.


Aga menepuk punggung Sasa yang mulai bergetar. "Aku tidak bisa terlalu melalaikan kewajibanku di perusahaan keluargaku." Aga mencoba memberi pengertian pada teman sekaligus sahabatnya itu.


"Kenapa kau baru mengatakannya hari ini di saat beberapa hari lagi kau akan berhenti!" Protes Sasa saat pelukan di antara mereka sudah terlepas.


"Kau tahu jelas sejak kemarin kita selalu memiliki kesibukan." Balas Aga.


Dimas dan Thoriq pun maju mendekati Aga dan Sasa.


"Walau pun aku tidak setuju kau berhenti dari sini, namun aku tetap mendukungmu untuk menunaikan kewajibanmu." Dimas menepuk pundak Aga.


Aga tersenyum tipis.


"Berjanjilah kau tidak akan melupakan kami di saat kau sudah menjadi seorang pemimpin nanti." Ucap Thoriq dengan serius.


"Aku tidak akan pernah lupa dari mana aku berasal." Ucap Aga dengan tegas lalu menepuk pundak Thoriq.


"Aga..." Sasa kembali memeluk erat tubuh Aga. "Siapa lagi yang akan membelaku jika Thoriq dan Dimas mulai berulah." Rajuknya dalam pelukan Aga.


"Mereka tidak akan berulah jika kau tidak memulainya." Balas Aga apa adanya.


"Kau ini..." Sasa memukul lengan Aga. Pandangan Sasa beralih pada Naina yang kini sedang tertunduk dengan jemari saling bertaut. "Naina... kemarilah..." ucap Sasa dengan lembut.


Naina mengangkat kepalanya lalu mengangguk. Dengan langkah ragu Naina mendekat pada Aga.


"Baik-baiklah bekerja di sini jika aku sudah tidak ada." Aga mengelus pundak Naina.


Sasa, Dimas dan Thoriq saling pandang. Mereka sungguh tidak menyangka dengan kebesaran hati Aga yang bersikap biasa saja meski mereka tahu diantara Aga dan Naina kini sudah tidak lagi terjalin hubungan apa-apa. Apa lagi alasan perpisahan mereka cukup membuat Sasa, Dimas dan Thoriq terkejut mendengarnya.


"Terimakasih, Kak. Semoga Kakak sukses bekerja di tempat yang baru." Ucap Naina.


Aga tersenyum tipis lalu mengangguk.


*


Mendengar informasi dari Mbak Wiwin jika Aga sudah berpamitan pada teman-temannya untuk keluar dari perusahaannya, siang itu Daniel meminta Aga untuk menemuinya di dalam ruangannya. Saat melihat Aga sudah masuk ke dalam ruangannya, Daniel pun segera bangkit dari kursi kebesarannya dan melangkah mendekat pada Aga.


"Aku tidak menerima ucapan maaf darimu." Ucap Aga saat Daniel hendak berbicara.


Daniel mengurungkan niatnya untuk berbicara lalu memilih memeluk erat tubuh Aga. "Walau Kakak melarangnya nanun aku tetap ingin mengatakannya. Maafkan aku atas putusnya hubungan Kakak dan Naina." Ucap Daniel.


Aga menepuk punggung Daniel. Ia melerai pelukan Daniel lalu menatap ekspresi wajah Daniel yang saat ini seperti Daniel waktu kecil dulu saat meminta maaf padanya.


"Kau tahu sejak kecil aku selalu memaafkan segala kesalahanmu meski pun kau telah merebut mainan milikku. Dan begitu pula saat ini. Tanpa kau merebutnya, aku akan memberikan apa yang aku punya untuk membuatmu bahagia." Ucap Aga dengan tulus.


***


Jangan lupa berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara like, komen, vote dan giftnya. Semakin banyak dukungannya, SHy semakin semangat menulisnya ini🌹


Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya SHy yang lainnya, ya. Hanya Sekedar Menikahi (End), Serpihan Cinta Nauvara (End), Oh My Introvert Husband (End), Bukan Sekedar Menikahi (On Going).


Terimakasih☺️