
Silaunya cahaya mentari pagi yang menerpa wajahnya membuat tidur lelap Daniel terganggu. Kedua kelopak mata Daniel mulai mengerjap. Pandangannya yang buram akhirnya terang setelah kedua kelopak matanya terbuka sempurna. Kening Daniel mengkerut. Memperhatikan sekitarnya dan tersadar jika saat ini ia tidak berada di kamarnya.
"Kenapa aku bisa ada di sini?" Gumamnya merasa bingung. Pandangannya turun menatap Marvel dan Kevin tengah tidur di atas karpet bulu sedangkan Dio tidur di sofa.
Pikiran Daniel menerawang. Mengingat-ingat kejadian tadi malam. Kepalanya pun terasa sakit saat efek alkohol masih tersisa di tubuhnya. "Apa mereka yang membawaku ke sini?" Tebaknya. "Tentu saja. Pasti mereka yang membawaku ke sini." Daniel pun turun dari ranjang. Membuka gorden jendela hingga cahaya mentari masuk sempurna di kamar apartemen Dio.
Perlahan tapi pasti Marvel, Dio dan Kevin pun terbangun. Tak berbeda dengan Daniel, kedua mata mereka pun mengerjap saat silaunya mentari pagi menerpa wajah dan pandangan mereka.
"Kau sudah bangun?" Kevin bangkit dari pembaringannya lalu menatap Daniel yang kini tengah menatap keluar jendela.
Daniel mengalihkan pandangannya dan membalas tatapan Kevin. "Apa kau yang membawaku ke sini?" tanya Daniel tanpa menjawab pertanyaan Kevin.
Kevin mengangguk. "Bersama Dio dan Marvel juga."
Daniel kembali menatap keluar jendela. "Kenapa kalian membawaku ke sini?" Tanya Daniel.
"Tidak mungkin kami membawamu pulang ke rumah dalam keadaan mabuk berat!" Sahut Marvel.
Kening Daniel mengkerut. Pandangannya kini tertuju pada Marvel. "Kau jangan bercanda, mana mungkin aku—" ucapan Daniel terputus saat mengingat terakhir kalinya ia tidak sadarkan diri. "Oh sial!" Umpatnya pada dirinya sendiri.
"Terlalu lama melamun membuatmu tanpa sadar sudah menghabiskan lima gelas alkohol. Apa kau ingin bunuh diri dengan cara seperti itu?" Cecar Kevin.
"Tentu saja tidak. Apa kau pikir aku mau mati bodoh!"
Kevin menarik sudut bibirnya ke samping. Bangkit dari duduknya lalu duduk di tepi ranjang. "Jika kau benar mencintai Naina, kenapa kau tidak mencoba memperjuangkannya dari pada menyikasa dirimu sendiri."
Daniel menatap Kevin intens. Helaan nafasnya mulai memberat setelah mendengar ucapan Kevin. "Jangan berbicara sembarangan!"
"Daniel... Daniel... kau masih saja membohongi perasaanmu sendiri." Marvel mengambil ponselnya di atas nakas. "Kau lihat ini?" Memutar video saat Daniel meracau memanggil nama Naina. "Kau masih mau mengelak?" Tantangnya dengang seringaian tipis di bibirnya.
"Jangan terus membohongi perasaanmu. Kau pasti sudah sadar jika selama ini kau mencintainya hingga kau tidak bisa memberikan hatimu untuk wanita mana pun setelah kepergian Naina waktu itu." Tambah Kevin.
Daniel mengusap kasar wajahnya. "Aku tidak bisa menerjemahkan arti perasaanku selama ini padanya." Balas Daniel apa adanya.
"Daniel... Daniel. Kau itu seorang pemimpin perusahaan yang bisa dengan mudah menghancurkan lawan bisnismu. Namun hanya dengan perasaanmu saja kau tidak bisa menerjemahkannya." Cibir Marvel.
Daniel mengangkat kedua bahunya. "Aku memang tidak bisa mengartikan perasaanku selama ini." Ungkapnya.
"Berjuanglah sebelum terlambat. Bukan hanya untuk Naina tapi juga putrimu. Aku tahu kau sudah sadar jika kau mencintai Naina hingga sosok Zeline hadir di dunia ini. Dan jangan sampai kau menyesal saat Naina sudah berada di genggaman pria lain." Tekan Kevin.
"Aku tidak ingin memaksakan kehendak hatiku sendiri untuk memilikinya sedangkan dia tak ingin. Sekarang biarlah Naina bahagia dengan pilihannya sendiri. Aku tidak ingin lagi menyakiti hatinya. Biarkanlah dia hidup bahagia dengan Kak Aga yang sudah pasti bisa membahagiakannya." Balas Daniel mengungkapkan isi hatinya selama ini.
***
Berikan vote, gift dan komennya dulu yuk untuk lanjut ke bab berikutnya. Buat teman-teman yang masih mengikuti DABA sampai sejauh ini SHy ucapkan terimakasih🤍🤍
Sambil menunggu DABA update dan mengisi waktu luang, teman-teman bisa mapir di karya aku yang lainnya juga ya.
- Bukan Sekedar Menikahi (On Going)
- Serpihan Cinta Nauvara (End)
- Oh My Introvert Husband (End)
- Hanya sekedar menikahi (End)
Terimakasih🌹