Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Sebuah kebetulan yang tidak disengaja


"Ada apa? Kenapa kau begitu sangat penasaran dengan siapakah anak ini?" Tanya Aga yang dapat menangkap raut tegang di wajah Daniel.


"Tidak ada. Aku hanya ingin bertanya saja." Kilah Daniel.


"Namanya Zeline. Adik dari rekan kerjaku." Balas Aga dengan datar.


Adik? Batin Daniel bertanya-tanya.


Percakapan mereka pun terputus saat penjaga stand bertanya tentang pesanan mereka.


"Aku pergi dulu." Ucap Daniel pada Aga setelah mendapatkan pesanannya.


"Ya. Sampaikan salamku pada Queen." Ucap Aga yang diangguki oleh Danie.


"Daa... Tak..." Tangan mungil Zeline melambai pada wajah Daniel yang hendak meninggalkan mereka.


Daniel tertegun. Sedetik kemudian tangannya pun terulur mengelus lembut rambut pirang Zeline.


"Sampa berjumpa kembali." Ucap Daniel lalu melangkah meninggalkan Aga dan Zeline.


Ada apa dengan detak jantungku? Batin Daniel bertanya-tanya.


"Danteng uga." Ucap Zeline yang terus memperhatikan punggung Daniel yang hampir lenyap dari pandangannya.


"Kau tadi bicara apa?" Tanya Aga yang sempat mendengar perkataan Zeline.


"Tu loh. Tatak tadi Danteng uga." Ucap Zeline malu-malu lalu menjatuhkan wajahnya di bahu Aga.


"Astaga... Kau memujinya?" Balas Aga menggelengkan kepalanya melihat tingkah genit Zeline.


"Ditit ja, kok." Balasnya masih malu-malu.


Kepala Aga kembali menggeleng. Setelah mendapatkan pesanan mereka, Aga pun segera membawa Zeline menuju stand es krim.


"Loh, Zel... Kau makan es krim lagi?" Wajah Naina terlihat terkejut melihat putrinya memakan es krim di tangannya.


Zeline menghentikan kegiatannya memakan es krim lalu mentap takut pada Naina. "Ditit ja, Tak." Ucapnya dengan lirih.


Wajah Zeline berubah murung yang selalu membuat Naina terlihat lemah.


"Baiklah... Makan saja..." Ucap Naina kemudian.


Aga yang sedang menggendong Zeline nampak menahan senyumannya saat melihat wajah pasrah Naina. Sedangkan Sasa, Thoriq dan Dimas tersenyum lebar melihat interaksi dua manusia yang bagai pinang dibelah dua di depan mereka.


"Loh bukannya itu Presdir Niel?" Ucap Sasa tiba-tiba saat melihat Daniel dan Queen berjalan melewati meja mereka.


"Presdir Niel..." Sapa mereka berbarengan saat Daniel dan Queen berhenti di meja mereka.


Daniel mengangguk. Lalu menjatuhkan pandangan pada Naina yang terlihat terkejut melihat wajahnya.


"Kita sudah bertemu dua kali hari ini. Apa Presdir juga akan ikut menonton bersama Nona Queen di sini?" Tanya Sasa basa basi


Daniel mengangguk.


"Mereka siapa?" Tanya Queen sambil menyematkan senyuman pada orang-orang di depannya.


"Karyawanku di perusahaan." Balas Daniel dengan datar. Pandangan Daniel pun terputus dari wajah Naina. "Kalau begitu saya pergi dulu." Ucap Daniel yang diangguki oleh mereka namun tidak dengan Naina.


Apa dia benar-benar tidak mengenaliku? Namun bagaimana dengan tatapannya itu seolah-olah tengah menyudutkanku? Dan... Apakah wanita tadi kekasihnya? Sepertinya aku mengenal wanita itu. Batin Naina bertanya-tanya.


"Ayo masuk. Filmnya sudah mau dimulai!" Ajak Sasa setelah melihat Zeline sudah selesai menghabiskan es krim di tangannya.


"Baiklah... Ayo!" Balas Naina kemudian bangkit setelah mengelap mulut Zeline dengan tisu.


Saat sudah masuk ke dalam bioskop, lagi-lagi jantung Naina dibuat berdetak begitu cepat saat melihat Daniel dan kekasihnya ternyata duduk di bangku belakang mereka.


Tuhan... Ada apa lagi ini? Batin Naina berteriak.


"Tak Danteng lagi?" Seru Zeline begitu senang saat melihat wajah Daniel.


***


Komen, vote dan like yang banyak dulu... Nanti aku lanjut lagi...