
"Kau tahu kenapa aku menyembunyikan status Zeline? Itu semua karena dirimu, Daniel." Ucap Naina dengan suara tertahan.
"Aku sadar. Semua ini terjadi karena kesalahanku. Tapi kenapa kau menyembunyikannya selama ini? Kenapa kau tidak memberikan aku kesempatan untuk mengetahui Zeline ada."
"Aku tidak ingin membuat anakku berada di dekat ayahnya yang bisa membuatnya dalam bahaya." Balas Naina dengan sinis.
"Maafkan aku, Naina. Ucapanku waktu itu benar-benar menyakiti hatimu. Namun aku bersumpah jika saat itu hatiku turut sakit setelah mengatakan hal menyakitkan itu pada ketiga teman-temanku. Mungkin mulutku bisa berkata demikian, namun hatiku benar-benar menolaknya. Dan saat ini aku benar-benar menyesal telah mengatakannya." ungkap Daniel dengan tulus.
"Apa jaminan aku bisa percaya pada perkataanmu? Apa jaminan jika kau tidak akan menyakiti putriku? Putri yang aku lahirkan dengan susah payah." Ucap Naina dengan mata yang sudah kembali tergenang.
"Hidupku. Aku akan menjaminkan hidupku untuk Zeline. Bukan hanya hidupku, aku juga sudah mempersiapkan jaminan sembilan puluh persen dari aset yang aku miliki untuk Zeline. Surat-surat itu akan siap tiga hari lagi. Maka dari itu aku menunda pertemuan kita untuk menyelesaikan surat-surat itu lebih dulu." Terang Daniel.
Naina tertegun. Apa sebegitu besarnya rasa sayang Daniel pada Zeline hingga Daniel rela memberikan sembilan puluh persen harta kekayaannya untuk putri kecilnya itu? Dan Naina tidak bisa membayangkan seberapa banyak harta Daniel yang sudah berbalik nama atas nama putrinya.
"Kau tidak perlu melakukannya karena putriku tidak membutuhkannya." Balas Naina kemudian.
"Aku melakukannya karena keinginanku. Aku tidak perduli kau atau siapa pun itu melarang keinginanku karena aku akan tetap melakukannya!" Ucap Daniel dengan tegas. Sebelumnya Daniel sudah benar-benar memikirkan keputusan yang ia ambil saat ini untuk meyakinkan Naina jika ia benar-benar tulus menginginkan putri kecilnya.
"Kau terlalu berlebihan, Daniel." Ucap Naina tidak menyetujui keinginan Daniel. Lagi pula Daniel memiliki Queen yang mungkin saja tidak akan setuju dengan keputusan yang Daniel ambil saat ini.
Naina menghela nafas panjang. Melihat tekad Daniel saat ini cukup meyakinkannya jika Daniel benar-benar menyayangi putri mereka.
"Kau memang memiliki kekuasaan Daniel. Namun aku tidak akan membiarkan jika kau berniat mengambil Zeline dari sisiku." Ucap Naina mengatakan kemungkinan yang terjadi.
"Aku tidak seburuk apa yang kau pikirkan saat ini, Naina. Aku hanya ingin berdekatan dengan anakku. Aku hanya ingin Zeline tahu jika aku adalah ayah kandungnya. Aku tidak akan menghambat kebahagiaanmu untuk menikah dengan siapa saja, Naina. Namun aku hanya ingin kau memberikanku kesempatan untuk keinginan terbesarku saat ini. Aku hanya ingin anakku. Berikan aku satu kesempatan untuk itu. Aku mohon kepadamu, Naina." Ucap Daniel dan tanpa sadar menggenggam sebelah tangan Naina.
Naina dibuat terkejut atas apa yang Daniel lakukan. Menyadari keterkejutan Naina, Daniel pun segera melepas genggaman tangannya. "Maaf." Ucapnya kemudian.
"Baiklah. Aku akan memberikan kesempatan itu kepadamu karena kau juga berhak untuk mendapatkannya. Sama halnya denganmu, aku juga sangat ingin putriku tahu jika aku adalah ibu kandungnya dan bukanlah kakaknya. Aku sudah sangat merindukan anakku bisa memanggilku dengan sebutan Mama bukan Kakak seperti biasanya. Aku benar-benar menginginkannya." Ucap Naina dan tanpa sadar satu tetes air mata pun terjatuh di pipinya.
***
Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya baru aku yang berjudul Bukan Sekedar Menikahi.
Yuk berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara vote, komen dan likenya. Teman-teman juga bisa memberikan dukungan dalam bentuk gift loh🤗
Terimakasih🤗