Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Ajakan Queen


Daniel menatap kosong pada jalanan yang nampak padat dengan kendaraan roda dua dan roda empat itu selama dalam perjalanan pulang. Pembicaraan antara ketiga sahabatnya pun tak Daniel hiraukan karena kini pemikirannya hanya terpusat pada kejadian beberapa saat yang lalu.


Tak...


Lagi-lagi panggilan lucu yang gadis kecil itu berikan pada wanita yang dikenalinya itu terngiang di kepalanya. Banyak praduga yang memenuhi pemikiran Daniel saat ini. Pelipis Daniel nampak berkerut saat pemikiran berat itu mulai membuatnya sakit kepala.


Tring


Suara deringan panggilan suara dari ponselnya menghentikan lamunan Daniel. Daniel merogoh saku celana trainingnya. Nama Mamanya nampak tertera di sana.


"Apa ada Mama menelfonku?" Gumam Daniel lalu mengangkan telefonnya yang masih berdering.


Sekitar lima menit berbicara, akhirnya telefon pun terputus.


"Antarkan aku pulang!" Titah Daniel setelah mematikan layar ponselnya.


"Pulang?" Ulang Dio yang masih fokus pada kemudinya. Kevin dan Marvel pun menatap Daniel heran.


"Ya. Queen ada di mansionku saat ini." Jelas Daniel membuat Dio, Marvel dan Kevin mengangguk paham.


Di persimpangan, Dio pun membelokkan mobilnya ke arah kiri menuju mansion Daniel.


Tap


Tap


Tap


Suara sepatu yang beradu dengan lantai marmer itu pun berhasil menghentikan pembicaraan dua wanita berbeda usia di depannya.


"Niel... Kau sudah sampai." Ucap Mama Hasna tersenyum.


"Niel... Akhirnya kau datang juga." Queen berdiri. Menghampiri Daniel yang sedang berdiri sambil menatapnya dengan datar.


"Kenapa tidak bilang mau datang?" Tanya Daniel.


Queen tersenyum. "Karena aku ingin memberikan kejutan padamu." Balas Queen dengan tersenyum manja.


Daniel menarik tipis sebelah sudut bibirnya. "Apa kau ingin mengajakku pergi hari ini, hem?" Tanya Daniel sambil mengelus rambut kekasihnya.


Queen tersenyum kembali. "Kau selalu tahu dengan isi hatiku." Balasnya lalu memegang tangan Daniel yang masih berada di atas kepalanya.


"Ya. Aku akan menunggumu."


Daniel pun segera meninggalkan ruang tamu menuju lantai dua dimana kamarnya berada.


"Jadi mau pergi?" Tanya Mama Hasna pada Queen saat wanita itu sudah kembali duduk di atas sofa.


"Jadi, Bibi..." Balas Queen tersenyum senang.


Dua puluh menit menunggu, akhirnya Daniel pun sudah turun dengan penampilan casualnya. Baju kaos putih yang dipadukan dengan celana jeans bewarna hitam membuat penampilan Daniel terlihat lebih menawan.


"Ayo berangkat!" Ajak Daniel sambil memasang jam tangan di pergelangan tangannya.


Queen mengangguk lalu berdiri. "Queen pamit pergi dulu, Bibi..." Pamit Queen sambil menyalami Mama Hasna.


Mama Hasna tersenyum seraya mengangguk.


"Aku pergi dulu, Ma." Pamit Daniel yang juga diangguki Mama Hasna.


"Ayo..." Ajak Queen yang diangguki oleh Daniel.


"Kita ingin kemana?" Tanya Daniel saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.


"Ke Mall X. Aku ingin nonton film di sana." Balas Queen.


"Baiklah." Balas Daniel lalu menarik pedal gas mobilnya.


Di dalam perjalanan Queen pun selalu mengajak Daniel bercerita walau pun hanya ditanggapi Daniel dengan seadanya. Namun Queen tidak mempermasalahkannya karena ia sangat paham dengan sikap kekasih pujaannya itu.


Tiga puluh menit berlalu akhirnya mereka pun telah sampai di salah satu mall yang berada di dekat pusat kota.


"Langsung nonton atau bagaimana?" Tanya Daniel saat mereka sudah masuk ke dalam mall.


"Langsung nonton saja. Karena tiket film yang sudah aku pesan akan mulai satu jam lagi."


***


Komen, vote dan like yang banyak dulu... Nanti aku lanjut lagi...