Dia Anakku, Bukan Adikku

Dia Anakku, Bukan Adikku
Siapa kau sebenarnya


Siang hari setelah kepulangan Daniel ke rumahnya, Amara pun berpamitan pada Ibu dan Ayah untuk pergi menemui sahabatnya. Siapa lagi kalau bukan Agatha. Ia harus memastikan dengan jelas kebingungannya sejak tadi malam tentang hubungan Aga dan Agatha.


Motor matic Amara melaju dengan kencang seolah tak sabar ingin sampai di tempat pertemuan mereka siang ini. Setelah melewati perjalanan lebih kurang tiga puluh menit, Amara pun sampai di sebuah Cafe.


"Itu dia..." Langkah kaki Amara kian lebar melangkah menuju sosok yang kini tengah asik memoleskan lip di bibirnya.


"Agatha!" Amara menepuk pundak Agatha membuat Agatha terkejut hingga kuas lip yang menempel di bibirnya melenceng ke pipinya.


"Amara! Kau mengagetkanku!" Agatha segera melihat wajahnya di cermin kecil yang ia pegang. "Lihatlah karena ulahmu lipku berserakan di pipiku!" Cetus Agatha merasa sebal.


Amara tak memperdulikan ucapan Agatha dan lebih memilih duduk di depan Agatha. "Sekarang jelaskan, siapa kau sebenarnya?" Tanya Amara dengan tatapan mengintimidasi.


Agatha menghela nafas panjang. Ia melupakan jika sahabatnya itu pasti sangat penasaran dengan statusnya yang sebenarnya. "Pesanlah makanan dan minumanmu lebih dulu baru aku akan menjawabnya." Balas Agatha.


Amara mendengus karena Agatha mengulur waktu menjawab pertanyaannya sedangkan ia sudah sangat penasaran untuk mengetahui tentang siapa sebenarnya jati diri sahabatnya itu.


Sembari menunggu Amara memesan makanannya, Agatha pun fokus membersihkan lip yang tadi menempel di pipinya. "Dia itu selalu saja membuat wajahku berantakan!" Rutuk Agatha sambil terus mengelap pipinya dengan tisu.


"Sekarang katakan, siapa kau sebenarnya!" Ucap Amara dengan tegas saat pelayan sudah pergi meninggalkan meja mereka.


"Siapa aku? Tentu saja aku Agatha. Pertanyaanmu itu sungguh lucu sekali." Cibir Agatha memancing emosi Amara.


"Aku sedang tidak ingin bercanda AGATHA." Tekan Amara.


Agatha sejenak menyeruput es jeruknya yang belum ia sentuh guna melegakan kerongkongannya yang terasa kering.


"Aku rasa kau sudah tahu jawabannya." Balas Agatha dengan santai.


"Apa kau adalah adik dari Kak Aga?" Tanya Amara dengan cepat.


"Apa?!" Walau pun sudah dapat menebak siapakah Agatha, namun tetap saja Amara dibuat terkejut mendengar langsung kebenaran dari bibir Agatha.


"Tapi bagaimana bisa? Bukankah kau selama ini tidak pernah—" ucapan Amara terbuang begitu saja saat Agatha memotongnya.


"Aku tidak pernah mengatakannya karena kau tidak pernah menannyakannya." Ucap Agatha.


Amara terdiam.


Aku tidak menanyakannya karena kau tidak pernah membahas keluargamu di setiap pertemuan kita selain tentang Mamamu yang sudah tiada. Lagi pula aku takut jika kau semakin bersedih jika aku menanyakannya. Ucap Amara dalam hati.


"Aku tidak ingin mengatakan jati diriku pada siapa pun karena aku ingin melihat siapakah orang yang benar-benar tulus berteman denganku." Ucap Agatha yang seolah tahu isi pemikiran Amara.


"Agatha.." Amara dibuat tak percaya dengan jawaban Agatha.


"Itulah alasan aku tidak pernah ingin membawamu ke rumahku karena aku tak ingin kau tahu siapa aku." Lanjut Agatha.


Amara menghela nafas panjang. "Apa sebelumnya kau sudah mengetahui jika aku adalah adik Kak Naina?" Tanya Amara.


Agatha menggeleng. "Aku tidak tahu. Sama sepertiku, kau juga belum pernah mengajakku ke rumahmu. Bagaimana aku bisa tahu kau adalah adik Kak Naina. Apa lagi wajah kalian tidak mirip." Jelas Agatha.


***


Lanjut? Mana ini komen, vote dan giftnya? Heehe🌹


Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya SHy yang lainnya, ya. Hanya Sekedar Menikahi (End), Serpihan Cinta Nauvara (End), Oh My Introvert Husband (End), Bukan Sekedar Menikahi (On Going).


Terimakasih☺️