
"Amara, apa yang kau katakan." Tegur Naina. Ia mengarahkan pandangannya pada Zeline tengah memasang wajah bingung.
"Mamah... Zel mau boho sama Mamah..." Zeline kembali merengek lalu menjatuhkan wajahnya di pangkuan Naina.
"Iya, iya, Zel tidur sama Mama malam ini." Naina mengangkat tubuh putrinya yang sudah semakin berat lalu memangkunya.
"Nty jahat itu inda boleh Zel bobo sama Mamah." Zeline menatap sebal pada Amara.
"Sudahlah... jangan didengarkan. Aunty hanya bercanda." Naina menatap Amara dengan melebarkan kedua matanya agar Amara tak lagi berbicara.
Amara tertawa kecil. "Dasar pengadu." Amara mengacak gemas rambut Zeline. Ia lalu turun dari ranjang Naina dengan perlahan. "Mara ke kamar dulu, Kak." Ucap Amara.
Naina mengangguk sebagai jawaban.
"Nty jahat itu inda boleh Zel bobo sama Mamah." Zeline mengeratkan pelukannya di leher Naina.
Naina tersenyum. "Apa Zel takut jauh dari Mama?" Tanya Naina.
Zeline mengangguk. "Mau bobo sama Mamah ja. Inda mau jauh ini." Balasnya."
"Mama juga tidak mau jauh dari Zel." Naina memberikan ciuman cukup lama di kening putrinya.
*
Suasana di rumah Naina pagi itu sudah mulai ramai dengan kedatangan tetangga dan tamu undang yang ingin menyaksikan acara pernikahan Naina dan Daniel yang akan dilaksanakan pukul sembilan pagi. Tidak banyak yang keluarga Naina undang, hanya para tetangga dan kerabat dekat mereka saja.
Dari arah parkiran yang telah disediakan untuk para tamu, Sasa, Dimas dan Thoriq nampak turun dari dalam mobil Dimas. Pandangan Sasa langsung tertuju pada papan bunga ucapan selamat untuk pernikahan Daniel dan Naina.
"Apa? Naina akan menikah dengan Tuan Daniel?" Kedua bola mata Sasa hampir keluar dari wadahnya saat membaca nama pria yang tertera di papan bunga.
Suara Sasa yang terdengar cukup besar itu pun membuat perhatian Dimas dan Thoriq teralihkan pada papan bunga yang kini tengah Sasa pandang.
"Daniel Alexander?" Ucap Dimas dan Thoriq bersamaan. Kedua mata mereka pun turut membola melihat nama yang tertera di papan bunga.
"Jadi Tuan Daniel adalah mantan kekasih Naina dulu yang akan menikahi Naina pagi ini?" Thoriq menggeleng tak percaya.
"Kenapa Aga dan Naina tidak cerita jika pria yang akan menikahi Naina adalah Tuan Daniel?" Ucap Sasa.
"Karena kita tidak bertanya." Timpal Dimas.
"Sudahlah, lebih baik kita segera masuk ke dalam untuk memastikan semuanya." Ucap Thoriq yang sudah sangat penasaran.
*
Di dalam kamarnya, Naina terlihat tengah gugup memandang wajahnya yang sudah dirias di depan cermin.
"Mamah tantik sekali ini..." ucap Zeline yang sejak tadi tak henti memuji kecantikan sang Ibu.
Naina tersenyum. Tangannya terulur mengelus rambut putrinya. "Putri Mama juga sangat cantik."
"Apa itu benal?" Zeline turut memperhatikan wajahnya di depan cermin. Sesuai permintaannya, wajahnya pun turut dihias tipis oleh MUA hingga membuatnya semakin cantik dan lucu.
"Tantikna Zel ini, Mah..." Zeline nampak malu-malu sambil memegang wajahnya. "Temen Papah dan Mamah seneng nanti ini liat Zel tantik gini." Zeline mulai salah tingkah mengingat para Om dantengnya.
"Zeline..." Naina dibuat menggeleng mendengar ucapan polos putrinya.
Suara pintu yang didorong dari luar mengalihkan pandangan Naina dan Zeline dari cermin.
"Kak Naina, ayo keluar. Kak Daniel dan keluarganya sudah datang." Ucap Amara dengan tersenyum lebar.
Deg
***
Jangan lupa berikan dukungan untuk Naina dan Daniel dengan cara like, komen, vote dan giftnya. Semakin banyak dukungannya, SHy semakin semangat menulisnya ini🌹
Sambil menunggu DABA update, silahkan mampir di karya SHy yang lainnya, ya. Hanya Sekedar Menikahi (End), Serpihan Cinta Nauvara (End), Oh My Introvert Husband (End), Bukan Sekedar Menikahi (On Going).
Terimakasih☺️