TERGODA IPAR

TERGODA IPAR
146


Ken menatap ke arah Sara. Berharap jika ini hanya mimpi. berharap jika Sara hanya bercanda atau bahkan ingin memberi surprise untuknya namun Ken merasa jika Sara serius mengatakan ini.


Sara tidak bercanda, Ken melihat tatapn mata Sara yang mengatakan jika Ia benar benar ingin bercerai dari Ken.


Ken mencoba meraih tangan Sara namun gadis itu langsung menolaknya.


Ken mencoba ingin merengkuh tubuh Sara namun lagi lagi Sara menolak bahkan kini Sara sudah berdiri dan duduk disofa, menjauh dari Ken.


"Apa alasannya?" tanya Ken akhirnya.


Sara menatap Ken sinis, "Bukankah kau sudah tahu alasannya?"


Ken kembali menatap Sara, tiba tiba jantungnya berdetak kencang melihat raut kecewa Sara.


"Mungkinkah Sara sudah tahu?"


"Aku tidak tahu alasannya dan aku merasa tidak membuat kesalahan apapun." ucap Ken penuh percaya diri.


"Benarkah begitu? Apa kau yakin?"


Ken kembali menatap Sara, "Katakan saja, jangan berbelit belit."


"Kau telah berselingkuh dan aku tidak mentolerir tentang perselingkuhan." ucap Sara terdengar geram dan marah.


Ken terkejut, "Bagaimana dia bisa tahu?" batin Ken.


"Kenapa diam? Kau merasa malu?"


Ken menggelengkan kepalanya, "Aku benar benar tak mengerti kenapa kau bisa menuduhku seperti itu!"


Sara menatap Ken tak percaya, "Kau bahkan tidak mau mengakuinya? Astaga apa kau benar benar seorang pria?"


"Buktikan jika memang aku berselingkuh dan aku akan membiarkan mu mengurus perceraian!" kata Ken dengan tegas lalu beranjak dari duduknya.


Ken hendak keluar dari kamar namun langkah kakinya terhenti saat mendengar ucapan Sara, "Kembalilah tidur dengan Alea agar aku bisa membuktikan ucapanku."


Ken berbalik menatap ke arah Sara, "Dari mana kau tahu?"


Sara tersenyum sinis, "Tidak perlu tahu dari mana aku tahu semua ini yang jelas kau sudah mengakuinya sekarang?" kata Sara kembali memperlihatkan senyum palsunya padahal didalam hatinya terasa sakit dan perih atas pengkhianatan Ken.


Ken mengepalkan tangannya, rasanya Ia ingin membunuh Alea saat ini juga karena gadis itu sudah menghancurkan rumah tangganya.


"Omong kosong! Aku tidak pernah memiliki hubungan apapun dengan Alea."


Sara kembali menatap Ken tak percaya, "Lalu bisa kau jelaskan tanda cinta dileher mu setiap hari? aku tidak buta dan juga tidak bodoh Ken. Itu bukan karena gigitan serangga tetapi karena gigitan gadis itu, apa aku salah?"


Ken merasa geram, Ia tidak ingin melanjutkan pembicaraannya dengan Sara dan memilih keluar dari kamar.


"Jangan lupa dengan janjimu Ken, aku akan mengurus surat perceraian kita!" teriak Sara dari dalam kamar yang masih bisa didengar oleh Ken.


Ken turun ke bawah, tujuan utamanya saat ini adalah mencari Alea karena gadis itu berani mengatakan hubungan mereka pada Sara.


"Ken..." suara Vanes menghentikan langkah kakinya.


"Papa mencarimu, ingin berbicara denganmu." ucap Vanes yang langsung diangguki oleh Ken.


Ken berbalik, mengurungkan niatnya untuk pergi ke dapur, Kini Ia melangkahkan kakinya ke kamar Wira.


"Papa mencari saya?" tanya Ken dengan bibir bergetar. Ken takut, Ia benar benar takut berurusan dengan Wira.


"Duduklah." ucap Wira dengan suara dingin.


Ken menuruti ucapan Wira, Ia duduk disofa yang ada dikamar Wira. Tak berapa lama, Wira berjalan menghampiri Ken.


"Sara sudah mengatakan padamu?" tanya Wira.


"Tapi saya tidak mau bercerai dari Sara."


"Apa kau mencintai Sara?" tanya Wira yang langsung membuat Ken terdiam. "Jika sampai saat ini kau bahkan belum bisa mencintai Sara seharusnya kau tidak menikahi Sara waktu itu."


Ken menunduk, rasanya Ia ingin menangis saat ini. Katakan dirinya cengeng namun Ken merasa telah berdosa karena mengecewakan Sara terutama Wira, Tuannya sendiri yang selama ini sudah baik padanya.


"Biarkan Sara mengurus perceraian, putriku sudah sangat terluka atas pengkhianatanmu, jangan biarkan dia semakin terluka lagi. Aku memohon padamu."


"Tuan... Jangan seperti ini." Ken benar benar merasa bersalah.


"Ceraikan Sara, kembalilah menjadi orang yang ku percaya."


Ken terdiam cukup lama sebelum akhirnya Ia mengangguk, menuruti permintaan Wira, "Baiklah Tuan, saya akan membiarkan Sara mengurus perceraian."


Wira tersenyum lalu mendekati Ken dan menepuk bahu Ken, "Setelah kau bercerai, jangan pergi dari rumah ini, tetaplah menjadi orangku Ken." pinta Wira yang lagi lagi diangguki oleh Ken.


Ken berjalan lemas keluar dari kamar Wira. Kali ini Ia tidak bisa menahan Sara untuk berada disisinya. Ia harus melepaskan Sara karena memang bersalah atas apa yang terjadi saat ini.


Ken menutup pintu kamar Wira, Ia melihat ada Alea yang tengah membersihkan meja. Rasanya Ken ingin menarik Alea saat ini dan menghabisi gadis itu namun melihat ada Vanes dan juga Bik Sri, Ken mengurungkan niatnya. Tidak mungkin Ia melakukan itu saat ini.


Ken akhirnya memilih naik ke atas kamarnya untuk menemui Sara lagi.


Sementara itu Vanes melihat Ken sudah keluar dari kamar Papanya. Ia penasaran dengan apa yang sedang terjadi karena sempat melihat raut sedih di wajah Wira.


Vanes akhirnya masuk ke kamar Wira untuk menanyakan apa yang terjadi.


"Papa baik baik saja?"


Wira menggelengkan kepalanya, "Kita sedang tidak baik baik saja."


Vanes mengerutkan keningnya, "Apa yang terjadi? Apa ada masalah?"


Wira mengangguk, "Sara ingin bercerai dari Ken."


Vanes sangat terkejut mendengar pengakuan Wira tentang Sara, "Ada apa? Kenapa Sara ingin bercerai? Mereka terlihat baik baik saja." ucap Sara seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Wira, "Apa mungkin karena kehilangan bayi, Sara menjadi seperti ini?"


Wira menggelengkan kepalanya, "Suamimu pernah mencurigai Ken dan aku pikir Sara tahu tentang itu hanya saja mungkin selama ini Sara diam dan sekarang adalah titik lelah Sara hingga dia membuat keputusan seperti ini."


"Ken berselingkuh? Jadi itu benar Pa?"


"Entahlah Papa juga tidak tahu karena Sara tidak mau menceritakan pada Papa."


Vanes menghela nafas panjang, rasanya baru saja keluarga mereka bahagia karena Wira sudah sadar tapi kini mereka kembali dilanda masalah tentang Sara yang ingin bercerai dari Ken.


"Jika Ken benar benar berselingkuh, aku akan mendukung Sara untuk menceraikan Ken. Sara sangat mencintai Ken, dia bahkan berubah lebih baik untuk Ken tapi pria itu benar benar!"


Wira menggelengkan kepalanya, tidak setuju dengan ucapan Vanes, "Apapun yang sudah terjadi biarkan itu menjadi urusan mereka. Saat ini kita hanya perlu memberi support pada Sara agar dia tidak merasa sendiri."


Vanes mengangguk setuju, "Aku akan menemaninya setelah ini."


"Pura pura saja tidak tahu jika Sara tidak memberi tahu tentang apapun."


Vanes mengangguk, "Baiklah Pa."


Vanes keluar dari kamar Wira, berjalan memasuki kamarnya dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Faris,


"Mas, sepertinya dugaan mu tentang perselingkuhan Ken memang benar karena saat ini Sara meminta cerai pada Ken."


Faris terkejut bukan main, Ia bahkan memukuli kepalanya sendiri, "Bodoh, lalu untuk apa aku tadi minta maaf?''


Bersambung....


Jangan lupa like vote dan komen yaaa