
Pembawa acara pun terus mengomentari pertandingan di arena ke 3 ini, sedangkan arena lain meskipun ada yang bertanding tetap sepi dari.
Mereka hanya bertanding biasa saja karena semua penonton terpokus kepada arena 3.
Para peserta turnamen lainnya pun masuk kedalam stadium mereka menonton pertandingan Willy melawan Vico.
Bahkan di bawah arena pertandingan itu dipenuhi oleh para peserta turnamen yang menonton nya.
Vico sudah kehabisan jurus cakar Harimau nya dia pun berganti jurus menggunakan jurus Kera berjungkir.
Gerakan jurus kera berjungkir milik Vico ini mirip seperti beladiri Capoeira, dan Willy pun tidak mau kalah dia pun mengeluarkan jurus Monyet mencuri Buah.
Jurus kera dan Monyet ini berbeda dari segi gaya serangan, jurus kera berjungkir lebih banyak menyerang menggunakan kaki sedangkan jurus Monyet Willy lebih banyak menggunakan pukulan dan totokan kearah yang vital.
"Hia...t...Rasakan jurus Kera berjungkir ku ini"
Wuss....
Wuss....
Brak....
Willy pun menahan serangan kaki Vico
"Jurus Monyet mencuri Buah..."
Hia...t...
Willy banyak merunduk dan menahan serangan kaki dari Vico, tangan Willy mengepak kemudian jari tengahnya di tonjolkan sedikit.
Wuss....
Brak ....
Serangan kaki Vico di tahan oleh Willy kemudian kaki Vico di pegang beberapa detik kemudian Willy mendaratkan tinju yang jari tengahnya sudah di tonjolkan.
Brak....
Willy meninju bagian bawah dari kaki Vico dan kaki Vico langsung ditarik kembali kemudian kaki yang di pukul Willy menjadi tuampuannya untuk berdiri dan mengganti kaki lainnya untuk menyerang.
Gudubrak.....
Vico pun jatuh karena tidak menyadari bahwa serangan dari Willy tadi membuat tulang kakinya bergeser sehingga dia tidak dapat menjaga keseimbangan dan kakinya yang terluka tidak bisa menjadi tumpuan.
Semua penonton bersorak dan bertepuk tangan. Pembawa acara pun memuji Willy.
"Ya...ya.... akhirnya diantara mereka sudah kelihatan adanya serangan yang patal dan putra Eldra menyadari titik lemah dari jurus kera berjungkir milik Vico.
Sekarang Vico terjatuh dan kakinya menjadi pincang apakah ini akhir dari kekalahan Vico dan apakah Vico memiliki Rancana dan jurus lainnya"
Vico pun berdiri dengan kaki yang pincang, Willy pun tidak menyerang Vico karena dia tahu Vico sedang terluka dia pun menunggu sambil mengatur napas.
Vico duduk kemudian kaki yang terlukanya di angkat sedikit keatas.
Krakak....
Trok....
Vico membetulkan kembali posisi tulang kakinya yang bergeser arena serangan dari Willy.
Para penonton merasa linu dan ngilu ketika melihat Vico membetulkan tulang kakinya, Willy bersiap kesatria dengan tidak menyerang Vico dalam keadaan terluka seperti ini.
Vico pun bangkit kembali meskipun kakinya masih pincang tetapi merasa lebih baik dan rasa sakit yang dia rasakan bisa dia tahan.
Kemudian Vico pun mengeluarkan jurus lainnya.
"Jurus Tinju Kerbau..."
Vico Sekarang mengeluarkan jurus tinju kerbau posisi nya dia seperti seekor Banteng yang akan menyeluduk musuhnya.
Willy pun merubah juga jurusnya
"Jurus tinju belalai gajah..."
Willy bergerak dan memposisikan diri seperti beladiri Tai Boxing dengan tangan kanan mengepal di depan tangan kiri di dada satu kaki diangkat keatas.
Jurus yang di gunakan Willy ini terinspirasi dari film Ong-bak yang sering dia tonton dahulu di dunia asalnya ketika masih menjadi Wildan.
Vico pun menyerang dengan tinju bantengnya.
Hia...h....
"Tinju Banteng mengamuk...."
Wuss....
Brak....
"Tinju belalai gajah...."
Buk....
Wajah Vico terkena pukulan.
"Tinju kerbau hitam...."
"Buk....
Perut Willy terkena pukulan.
Mereka berdua pun saling menyerang, bertahan dan memukul sehingga perbandingan saling serang 5 banding 1 yaitu 5 kali Willy dapat memukul dan menyerang Vico tetapi dia hanya 1 kali bisa memukul Willy.
Pembawa acara pun memberikan komentarnya.
"Wow pemandangan apakah ini, mereka saling serang dan saling pukul, siapakah yang akan tumbang terlebih dahulu Vico si raja rimba kah atau putra Eldra.
Ini seperti adu ketahanan saja, memukul dan bertahan secara bergantian, stamina terbaik dan yang bisa menahan rasa sakit mungkin akan menjadi pemenangnya.
Sayang sekali pertandingan seperti ini terjadi di babak penyisihan, 2 orang peserta turnamen yang sangat hebat seperti ini harus bertemu di babak penyisihan seperti ini,
Kalau saja mereka bukan berada dalam satu grup mungkin mereka bisa ketemu di 20 besar tapi pertandingan tetaplah pertandingan.
Siapa pun pemenangnya di babak penyisihan grup ini maka akan masuk ke perempat final 50 besar"
Vico dan Willy saling hantam, serangan mereka semua telak. Mereka berdua masih kuat berdiri meskipun mereka sudah terkena hantaman dan pukulan berkali kali.
Pertarungan Vico dan Willy adalah pertarungan paling lama karena di arena lain mereka sudah selesai bahkan peserta turnamen yang akan bertanding di arena ke 3 harus pindah ke arena yang lain karena arena 3 belum selesai.
Semua penonton merasa tegang menebak nebak siapa yang akan roboh terlebih dahulu, pertarungan tanpa sihir yang sangat sengit sekali yang hanya mengandalkan kekuatan pisik saja.
Para penonton menebak siapa yang tumbang terlebih dahulu.
"Saya rasa si putra Eldra yang akan tumbang terlebih dahulu"
"Dari mana kamu tahu.."
"Lihat lah si Vico itu biarpun masih anak kecil tetapi tangannya besar dan kekar pukulannya pun pasti keras dan telak memukul wajah dan perut putra Eldra"
"Ach menurut ku yang akan tumbang si Vico, putra Eldra biar pun kecil tapi pukulannya sangat keras Lihat lah ketika putra Eldra memukul wajah si Vico sampai bergerak.
Sedangkan si Vico kalau sedang memukul si Putra Eldra dia seperti memukul batu dan putra Eldra tidak bergeming sedikitpun"
Penonton pun mulai bertarung siapa yang akan tumbang terlebih dahulu.
Di tempat VIP Maharaja Freevik Reagon dan Maharaja Alfred Eldragon termasuk Ratu Elisia menjadi tegang.
Karena ini baru babak penyisihan dan Willy mendapatkan lawan yang sangat kuat dan bahkan terkenal karena kebiasaan uniknya.
Hantaman demi hantaman mereka saling lancarkan sampai stamina si Vico kehabisan.
Pukulan terakhir Vico sambil sempoyongan dan kemudian dia jatuh pingsan sedangkan Willy masih berdiri tegak.
Brak....
Wasit pun langsung mendekati Willy dan mengangkat tangan kanannya, dan mengumumkan kemenangan Willy.
"Pemenang dari babak penyisihan terakhir ini adalah Wildan putra Eldra"
Semua penonton bersorak, Ratu Elisia pun merasa lega dan dia langsung bangkit dari tempat duduknya kemudian menuju ke ruang tempat peserta turnamen berada.
Setelah Willy di nyatakan menang dia pun turun dari arena, semua peserta turnamen yang menonton di bawah arena langsung menyingkir dan memberi jalan untuk Willy lewat.
Willy pun disambut oleh Maria dan di papah untuk pergi ke tempat ruang tunggu peserta turnamen.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.