
Melihat seluruh pasukan kerajaan Inggarsia maju kemedan perang pasukan kerajaan Lareagon pun bersiap tetapi Komandan Enes berpesan kepada para prajurit. "Kalian semua akan maju kembali berperang tetapi kalian maju di sisi kiri jangan sampai masuk kepertempur pasukan raksasa"
Semua prajurit berteriak " siap...."
Kemudian komandan Enes pun mengangkat pedangnya keatas "Maju dan serang...."
Jenderal pasukan kavaleri tahu bahwa pasukan infantri menyerang di sisi kiri dan dia pun berinisiatif untuk menyerang di sisi kanan.
"Pasukan ayo kita bergerak ke sisi kanan jangan ada seorang pun masuk ke tengah pertempuran pasukan Raksasa. Maju dan serang...." Teriak jenderal divisi kavaleri.
Dan pasukan Magi pun menyerang bersama pasukan infantri ke sisi sebelah kiri dan langsung menyerang dengan melemparkan lempengan bola tanah yang dibuat dari sihir elemen tanah.
Bentrok mereka pun tidak terelakkan perang season ke 5 pun terjadi kembali dan tambah besar karena di peperangan ini terdiri dari 3 blok.
Blok sisi kiri berperang pasukan infantri dan pasukan magi. di bagian tengah berperang pasukan MecaBot dan Zoobot serta minibot, di sisi bagian kanan pasukan kavaleri dengan menaiki kuda mereka.
Di langit perang antara pasukan udara hampir berakhir karena pasukan udara musuh satu persatu terjatuh, itu karena pasukan raja naga yang menarik Wyvern dan menggunakan senjata api.
Mereka menembak jatuh para pengendara makhluk terbang musuh sehingga kemenangan perang di udara sudah di pastikan meskipun ada pasukan udara kerajaan Lareagon mati terkena serangan musuh.
Raja Freevik Reagon mengajak jenderal angkatan udara untuk pergi menghampiri Maharani Roselia dia pun sudah siap dengan Kampak yang memiliki pegangan kepala naga
Mereka menaiki Gripon dan terbang menuju kearah dimana Maharani Roselia berada.
*
Maria yang pingsan kembali tersadar dia bangun dari tidurnya dan melihat sekelilingnya "kenapa aku ada di sini bukanya tadi aku sedang bertarung melawan Elena" gumam Maria.
Dia tidak ingat setelah dia mengalahkan Elena, kesadaran di kuasai oleh kegelapan sehingga tidak sadarkan diri dan berakhir dengan pingsan setelah di peluk oleh Willy.
Maria keluar dari tenda dan melirik kesekitarnya "kenapa tidak ada orang disini, kemana semua orang"
Maria merasa bingung, tetapi dia tahu bahwa dia berada di bukit tertinggi dan ada Raja Freevik Reagon dan pasukan angkatan udara tetapi sekarang tidak ada orang di sini.
Kemudian dia pun berjalan ketepian dan melihat ke bawah, semua prajurit kerajaan Lareagon sedang bertempur tanpa terkecuali bahkan jenderal yang di pecat karena kesalahan kemarin lusa ikut dalam pertempuran.
Maria pun melihat ada banyak sekali prajurit berkuda tetapi bukan dari kerajaan Lareagon dia melihat bendera yang di pegang salah satu prajurit dan itu bendera dari kerajaan Jovalavia dan melihat pemimpinya yang memakai Jirah Armor berwarna kuning emas, Maria tahu bahwa itu adalah pangeran Heri Jovanka.
Dan di bukit yang mengelilingi Padang rumput ladang kematian banyak sekali Wyvern yang bertengger mereka di tunggangi 1 orang penunggang, dan salah satu dari prajurit penunggang Wyvern itu pun membawa bendera, dan bendera itu dari kerajaan Eldragon.
Maria merasa senang melihat ke 2 pasukan yang ada di sana, yang tiada lain mereka sekutu kerajaan Lareagon.
Maria pun berencana memasuki pertempuran kembali dia memanggil Fallion dengan peluit ultra sonic dan tidak lama kemudian Fallion pun datang.
"Bagus anak pintar kamu datang dengan cepat ayo antara aku ke Medan perang" ucap Maria.
Kemudian Maria melompat ke punggung Fallion dan Fallion pun meluncur kebawah sambil mengepakkan sayapnya.
Maria mengamati daerah mana yang akan menjadi tempat dia bertempur kali ini, di tengah sudah ada MecaBot king Lareagon dan iblis merah
Di sebelah kanan ada pasukan kavaleri mereka sedikit untuk dalam pertempuran dan di sebelah kiri pasukan infantri dan pasukan Magi.
Karena musuh di sisi sebelah kiri lebih banyak Maria pun menyuruh Fallion untuk terbang ke sisi kiri, tatapi Maria tidak langsung turun karena di depan ada orang yang mengendarai Gripon lain.
"Jenderal sedang apa anda di sini, apa anda tidak takut di serang oleh musuh dari udara " tanya Maria.
Jenderal divisi angkatan udara sedikit kaget karena ada yang bertanya kepada nya, padahal ini sedang ada di atas udara dan suara itu berasal dari belakang, suara perempuan muda.
Jenderal itu pun melirik kearah sumber suara "eh Nona muda saya kira siapa, saya habis mengantarkan Maharaja Freevik Reagon dan sekarang dia sedang bertarung dengan Maharani Roselia"
Maria pun melihat ke arah bawah dan benar saja Raja Freevik Reagon sedang pertarungan dengan Maharani Roselia.
Tidak ada seorang pun yang berani mendekati pertarungan mereka berdua karena aura yang mereka berdua keluarkan begitu besar dan siapa pun yang mendekat maka akan tertebas oleh serangan mereka.
"Kalau begitu aku akan turun di sisi kiri untuk membantu prajurit menghabisi musuh" ucap Maria.
"Hati hati Nina muda, dan saya juga akan membantu angkatan udara untuk menekan musuh" ucap jenderal divisi angkatan udara.
Mereka berdua pun terbang ke arah yang berlawanan, Fallion pun terbang semakin rendah dan terlihat oleh para prajurit kerajaan Lareagon.
Melihat Maria datang di pertempuran dengan menaiki Gripon yang bernama Fallion, semua prajurit bersorak "Hore Komandan Maria sudah datang membantu kita...."
"Hidup komandan Maria...."
"Hidup komandan Maria...."
Kemudian komandan Enes berteriak kepada seluruh prajurit "Gunakan sihir elemen tanah dan lapisan perisai kalian dengan lapisan tanah"
Semua prajurit langsung menggunakan sihir yang mereka miliki untuk menggunakan barier pelindung tetapi berupa tanah yang di jadikan menempel dengan Armor dan perisai mereka.
Prajurit musuh melihat ke atas dan mendapati Maria yang mendekat dengan Gripon. Prajurit musuh pun berteriak "itu si iblis petir kalau dia datang dan membantai kita seperti tadi maka kita semua tidak akan ada yang selamat "
Semua prajurit musuh bergetar ketakutan karena melihat kejadian sebelumnya Maria membantai saudara mereka dengan sihir elemen petir bahkan bukan hanya pasukan musuh tetapi pasukan kerajaan Lareagon terkena imbasnya.
Karena melihat Maria pasukan musuh menjadi ketakutan itu kesempatan besar untuk menyerang sampai ke garis depan.
"Serang mereka jangan ragu di sini ada komandan Maria yang akan membantu kita" teriak komandan Enes.
Prajurit kerajaan Lareagon pun mengangkat senjata mereka dan berteriak dengan semangat " ya....maju dan habisi musuh...."
Semangat dari prajurit menjadi menggebu-gebu karena adanya Maria di sana membuat Maria menjadi bingung.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna