
Willy pun tidak masalah mau di turunkan atau di copot jadi petualang karena mereka berdua menjadi petualang hanya main saja dan mengisi waktu luang.
Yang penting hari ini mereka berdua bisa menyewa penginapan di guild petualang ini yang harganya lebih murah dari pada penginapan di tempat lain.
"Syukurlah kalau kami bisa mengambil quest sesuka kami dan tidak sesuai dengan peringkat kami sekarang, kalau begitu, apakah masih ada kamar penginapan yang kosong, kami baru saja sampai kota ini dan mau beristirahat" tanya Willy.
Tanpa menunggu lama penjaga resepsionis itu mengambil sebuah kunci yang menggantung di belakang dirinya.
Kemudian resepsionis itu memberikan kunci tersebut "ini kamar 106, biaya perhari 5 uang koin Perunggu"
Kemudian Willy pun menyerahkan uang tersebut untuk 1 Minggu "ini mbak aku sewa selama 1 Minggu"
Kemudian Willy mengeluarkan uang koin kembali "mbak aku pesan makanan yang enak ya dan tolong antar ke kamar kami dan ini biayanya"
Willy mengeluarkan 2 uang koin perak dan meletakanya di atas meja resepsionis, kemudian Willy pergi menuju kamar yang dia sewa di ikuti Maria yang setia mengekor dari belakang.
**
Ke esokan harinya Willy sedang duduk bersama Maria untuk sarapan pagi di restoran yang di kelola oleh guild petualang ini.
Willy baru datang kemari tetapi sudah terkenal di kalangan petualang yang kemarin ada di ruangan ini.
Banyak petualang bersama party mereka menyapa Willy dan Maria dengan julukan level gold.
"Hai level gold, apa kalian berdua tidur nyenyak kemarin malam, nampak kalian berdua begitu segar" sapa salah seorang petualang yang duduk tidak jauh dari kursi yang mereka duduki.
Willy tersenyum dia tidak marah di juluki si level gold, dan dia mengangkat tangannya untuk menjawab sapaan petualang itu "Kamar penginapan di sini sangat nyaman paman, sehingga aku tidur pulas, apa paman sedang mau sarapan pagi"
Meskipun mereka menjuluki Willy dan Maria si level gold nampaknya mereka juga ramah dan baik, meskipun penampilan mereka seram.
Terlihat juga di depan meja resepsionis ada 2 orang anak yang berbicara dengan petugas resepsionis, sepertinya mereka juga petualang pemula yang baru mendaftarkan diri.
Kemudian tidak lama setelah itu petugas resepsionis itu memanggil Willy "Hai kalian berdua si level gold, ayo kemari lah"
Willy pun menunjuk dirinya sendiri kemudian si petugas resepsionis itu memanggil kembali "iya kalian berdua, petualang dari kota hitam"
Willy dan Maria berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan melangkah menghampiri meja resepsionis tersebut.
Kemudian penjaga resepsionis itu memperkenalkan petualang yang ada di depannya "Perkenalkan mereka petualang Pemula yang sedang membentuk party seperti mu, yang laki laki bernama Rooney dan yang perempuan bernama Sovia"
Kemudian Willy mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan "aku Willy"
Petualang itu menyambut uluran tangan Willy "Aku Rooney"
Mereka pun berkenalan secara bergantian dengan Sovia dan Maria. Setelah itu penjaga resepsionis itu pun memberikan saran "Bagai mana kalau kalian berempat membentuk Party saja, kalian semua sama sama petualang pemula, supaya kalian berdua bisa menjalankan quest di guild ini"
Maria dan Willy saling menatap, karena aura yang mereka miliki tidak bisa, anak yang bernama Rooney ini membawa senjata berupa panah nampak dia seperti pemburu dan aura hitam membunuh menyelimuti, meskipun anak ini sudah menekan kekuatannya.
Tetapi Willy dapat memindai kekuatannya dengan pasti anak yang bernama Rooney itu menekan kekuatannya sampai level C2.
Tetapi yang Willy lihat itu bukan levelnya tetapi bejana Ilahi yang Rooney miliki, bejana Ilahi yang Willy lihat ada di level pahlawan atau masuk ke level dewa, tetapi energi yang memenuhi bejana Ilahi Rooney masih di tingkat level A atau pahlawan.
Meskipun level sebenarnya Rooney berada di tingkat pahlawan tetapi kekuatan tempur lebih rendah dari pada Maria, berarti Maria dan Willy masih unggul.
Dan mungkin dia adalah seorang orang yang di panggil ke dunia ini, tetapi Willy pura pura tidak menyadarinya.
dan anak yang bernama Sovia itu membawa tongkat seperti pendeta, meskipun bejana Ilahi mentok di level pahlawan tetapi energi yang mengisi ada di level B dan dia juga menekan kekuatannya sampai ke level C1.
Willy dan Maria memang sama sama menekan kekuatannya sampai level C2 tetapi orang lain tidak akan sanggup melihat bejana Ilahi yang mereka miliki.
Karena level Willy dan Maria lebih tinggi dari pada kedua orang yang baru di temuinya dan di rekomendasikan menjadi 1 party dengan mereka.
Willy dan Maria yang saling menatap kemudian mengangguk, dan Willy pun sudah memutuskan bahwa mereka bisa bergabung menjadi 1 party.
"Baiklah mbak, kalau begitu aku akan menerima mereka berdua dan masuk ke dalam party ku" ucap Willy.
"Ya bagus lah, sehingga mulai sekarang kalian berempat sudah boleh menjalankan quest kalian" ucap resepsionis.
Aturan di kota ini para petualang harus membentuk party yang jumlah minimal 3 orang dan maksimal 10 orang.
Itu di karenakan kota ini kota paling luar di wilayah kekuasaan kerajaan Lasiodora yang berbatasan langsung dengan 3 kerajaan yaitu kerajaan Apalone yang dimana kerajaan ini bekas wilayah kekuasaan kerajaan inggarsia, dan kerajaan Philia.
Serta di kelilingi oleh hutan dan gunung yang berisi banyak binatang buas dan monster beast, yang sering menyerang kota Legicia ini.
Sehingga dengan terpaksa Willy pun harus membentuk party dengan mereka berdua yang nampak mencurigakan.
Willy pun mengajak mereka untuk duduk di kursi yang sudah dia pesan tadi dan sarapan pagi serta mengobrol untuk merekatkan ikatan mereka.
Willy pun banyak bertanya dan mengorek informasi dari mereka berdua Rooney mengaku dia dari keluarga pemburu, dengan keahlian memanah, sedangkan Sovia dia berasal dari kerajaan Meigis.
Kerajaan sihir di benua bagian Utara ini, dimana mereka memiliki Berkah Dewa Cahaya, sehingga Sovia memiliki keahlian sebagai healer dan penyihir cahaya, atau sering disebut juga sebagai penyihir putih.
Willy dan Maria mengaku berasal dari kota hitam karena dia mendaftarkan diri sebagai petualang di kota itu, dan datang ke kota ini untuk mengembara dan menambah pengalaman yang tujuan akhirnya di federasi bebas.
Karena federasi bebas adalah pusat dari Guild petualang di seluruh benua bagian Utara ini.
Willy juga mengaku memiliki keahlian dalam berpedang, dan dia mengaku sebagai magic sword, sedangkan Maria memiliki keahlian bertombak.
Mereka pun berbincang untuk mengakrabkan diri, sambil sarapan pagi, mereka tertawa terbahak-bahak ketika Willy bercerita hal yang lucu.
Seketika perbincangan mereka berhenti ketika mendengar suara lonceng atau alarm peringatan.
Para petualang yang sedang makan pun langsung berdiri dan terdengar penduduk kota banyak yang berlarian dan panik.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna