PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Makhluk Dari Dunia Lain


Pangeran haytham pun melirik dan mendekati Raja Hendrik Jovanka kemudian menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan, Raja Hendrik Jovanka pun menyambut tangan dari pangeran Haytham.


Dan setelah pangeran haytham dan Raja Hendrik Jovanka saling mencengkram tangan, Pangeran Haytham menarik tangan Raja Hendrik Jovanka dan dia pun berpelukan dengan salah satu tangan becengkraman.


Pangeran haytham pun memeluk sambil berbisik kepada Raja Hendrik Jovanka.


"Kamu sangat beruntung memiliki dua bidadari cantik sebagai istri, tetapi kalau sampai kamu menelantarkan lagi Ratu Elisia, maaf kalau aku akan memungut dia dan akan aku jadikan pendamping hidup di kerajaan Samudra ku.


Jadi jangan sia siakan dia lagi seperti dulu kalau kamu tidak akan menyesal seumur hidup mu, yang telah menelantarkan seorang bidadari cantik"


Raja Hendrik Jovanka pun terdiam tidak berkata dengan ancaman dari pangeran Haytham yang berani mengancam Raja Hendrik Jovanka di kerajaan nya sendiri.


Mereka pun melepaskan pelukannya kemudian dengan senyum manis pangeran Haytham pun memerintahkan kepada anak buahnya menurunkan tandu yang di atasnya adalah hadiah untuk Raja Gibran.


"Turunkan hadiahnya..."


Delapan orang yang berbadan kekar itu menurunkan tandu kemudian Pangeran haytham membuka kain yang menutupi hadiah tersebut.


Sret....


Hadiah itu pun terlihat dan semua orang kembali fokus ke satu arah yaitu hadiah yang diberikan kerajaan samudra kepada Raja Gibran dan putri Clarisa.


Hadiah itu berupa patung yang pahatannya sangat mirip Raja Gibran yang sedang berpelukan dengan putri Clarisa.


Patung yang di ukir dari batu karang Giok yang dilapisi emas dengan di lengkapi mutiara cantik dan bahkan berlian yang sangat mahal.


Patung itu kalau di jual bisa di setarakan dengan kekayaan satu kerajaan kecil.


Bangsawan dan Raja yang melihat benar benar terpana bahkan mirip seperti aslinya dan yang di nilai dari patung itu adalah.


Barang berharga seperti emas mutiara dan berlian yang sangat langka bahkan di seluruh benua mungkin tidak akan ada yang memilikinya.


Salah satu Raja yang melihat menggelengkan kepalanya sambil berkecap kagum.


"Sungguh indah dan bahkan patung ini akan menjadi harta nasional kalau berada di kerajaan ku.


Baru pertama kali aku melihat arsitektur dari sebuah patung yang di pahat begitu detail.


Bahkan perhiasan ini seperti harta Karun yang sudah lama terbenam dari dunia ini"


Semua orang tidak henti hentinya menatap kagum dengan hadiah yang diberikan oleh kerajaan samudra.


Kerajaan itu bukan hanya disebut dengan kerajaan dongeng, tetapi juga memiliki harta Karun yang begitu banyak dan bahkan bisa membuat orang kaya mendadak.


Dahulu kala banyak negara yang ingin memasuki kerajaan samudra, yang bertujuan untuk menjajah dan menjarah kerajaan tersebut tetapi tidak ada seorang pun yang pernah sampai ke tempat tersebut.


Kapal yang mereka tumpangi hancur oleh keganasan alam dan tidak ada satupun yang selamat, sehingga pulau tersebut di hapus dari peta di benua panjang ini supaya tidak ada lagi orang yang akan mengantarkan nyawa untuk sampai ke tempat tersebut.


Di sisi lain Putri Afsha Alfattih menghampiri pangeran haytham dan berkata.


"Kakak apa kakak merasakan sesuatu yang kuat di sekitar sini.?..."


Pangeran haytham pun mengangguk.


"Iya aku juga merasakan kekuatan yang berbeda dari orang kebanyakan, aku tahu di sini ada beberapa orang yang memiliki level pahlawan tetapi hanya ada 1 orang yang kekuatannya lebih besar dari mereka.


Itu setara dengan level Pasukan Dewa, apa di sini ada seorang dewa atau pahlawan yang di panggil"


Putri Afsha Alfattih dan pangeran haytham pun celengak celenguk melihat orang sekitarnya dan menditeksi aura besar yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain.


Kemudian Ratu Vanessa dengan menggandeng tangan Heri Jovanka menghampiri mereka.


"Hay putri Afsha apa kamu sudah berkenalan dengan putra ku Pangeran Heri Jovanka"


Putri Afsha Alfattih pun tersenyum dan menjawab Ratu Vanessa.


"Iya Ratu Vanessa, tadi pangeran Heri Jovanka menghampiri ku dan kami sudah berkenalan"


Ratu Vanessa pun bertanya lagi


"Bagai mana menurut mu pangeran Heri Jovanka"


Heri Jovanka pun merasa malu dan berkata kepada Ratu Vanessa.


"Ibunda jangan buat aku malu di depan putri Afsha"


Ratu Vanessa pun tersenyum kepada Heri Jovanka, dan putri Afsha Alfattih pun berkomentar.


"Dia cukup baik, dan kekuatannya sudah mencapai level pahlawan dengan kekuatan tempur 1.500 poin tetapi pengalaman bertempur nya masih sedikit"


Kemudian putri Afsha Alfattih menunjuk kearah Maria.


"Bahkan anak perempuan itu lebih hebat dari pada pangeran Heri Jovanka"


Kemudian tiba-tiba putri Afsha Alfattih melihat Willy langsung menggoyangkan tangan pangeran haytham.


"Kak lihat anak laki-laki itu"


Putri Afsha Alfattih menunjuk kearah Willy dan Maria begitu pula pangeran haytham, Ratu Vanessa dan Heri Jovanka pun melilik orang yang di tunjuk oleh putri Afsha Alfattih.


Dari tadi Ratu Vanessa dan Heri Jovanka merasa bingung karena mereka seperti mencari seseorang dan bukan hanya itu saja.


Pangeran haytham pun bertanya kepada Ratu Vanessa.


"Ratu Vanessa, siapa anak kecil itu"


Pangeran haytham menunjukan kearah Willy yang sedang mengobrol ria dengan teman temannya.


Ratu Vanessa pun menjawab


"Itu adalah pangeran Willy Jovanka putra dari Ratu Elisia"


Putri Afsha Alfattih dan pangeran haytham pun menyeringai, kemudian pangeran haytham bertanya lagi.


"Apa benar dia anak dari Ratu Elisia dan Raja Hendrik Jovanka suami mu"


Ratu Vanessa pun mengangguk


"Iya benar, suami ku Raja Hendrik Jovanka menikahi ku bukan hanya sekedar mencintai ku tetapi dia ingin memiliki keturunan yang memiliki bejana Ilahi level tinggi.


Lihatlah anak ku Heri dia adalah manusia setengah Dwarf yang memiliki Level pahlawan dan itu kenapa suami ku menikahi Ratu Elisia yang setengah Elf. Dan hasilnya adalah lahirnya Willy yang sudah di level pahlawan"


Ratu Vanessa menjelaskan tentang Willy dan pernikahan antar Ratu Elisia dan Raja Hendrik Jovanka.


Tetapi pangeran haytham tidak percaya dengan berkata.


"Jujur aku tidak percaya, apa mungkin kalian memanggil makhluk dari dunia lain untuk di jadikan seorang anak"


Heri Jovanka menyanggah.


"Apa yang kamu katakan, adik ku bukan makhluk dari dunia lain, bahkan aku yang turut membantu persalinan ibunda Ratu Elisia dengan menjaga pintu masuk kamarnya.


Dan aku pun mendengar adik ku itu menangis saat dia dilahirkan oleh ibunda Ratu Elisia, jadi tidak mungkin adik ku itu dari dunia lain"


Mendengar kata-kata yang di ucapkan Heri Jovanka dan seperti adanya percekcokan Ratu Elisia pun menghampiri mereka.


"Ada apa ini kak Vanessa seperti ada masalah di sini"


Ratu Elisia sambil tersenyum tipis sehingga suasana menjadi tenang terkendali. Bukan hanya Ratu Elisia yang menghampiri mereka tetapi juga Raja Bahri Alfattih, Raja Alfred Eldragon dan Raja Freevik Reagon.


Raja Alfred Eldragon pun bertanya.


"Kalian sedang membicarakan apa, kelihatannya sangat serius"


Heri Jovanka pun berkata


"Mereka menganggap adik ku Willy orang dari dunia lain, aku menyanggah nya karena aku tahu ibunda Ratu Elisia yang melahirkannya"


Raja Alfred Eldragon dan Raja Freevik Reagon pun tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha...."


"Hahaha...."


Kemudian Raja Freevik Reagon berbicara.


"Dia adalah pangeran ke 3 dari kerajaan Jovalavia pangeran Willy Jovanka, tetapi dia juga adalah keturunan dari pahlawan legenda Edward El Dra"


Raja Alfred Eldragon pun menambahkan.


"Itu adalah cucu ku yang hebat, pasti kalian melihat dari aura yang terpancar di tubuhnya, sehingga kalian mengganggap dia orang dari dunia lain. Aura itu terpancar dari aura pedang Dewa Naga Agung yang berada di sihir item Dimensi milik cucu ku itu"


Raja Bahri Alfattih pun tertawa


"Hahaha.... Sungguh Hebat cucu mu itu saudara ku, dia masih berusia setidaknya 10 sampai 12 tahun dan dia membawa pedang Legenda, aku salut sama cucu mu.


Kapan kapan bawa dia ke negeri ku untuk menjalani latihan supaya dia semakin hebat dan mentalnya tidak bobrok sehingga bisa menjadi pahlawan terpilih yang bisa melindungi dunia ini"


Tidak ada seorang pun yang bisa memasuki kerajaan samudra, Willy di minta untuk menjalani latihan di kerajaan tersebut, itu adalah suatu anugerah yang tidak diberikan kepada manusia lain seumur hidupnya.


Bahkan Raja Alfred Eldragon dan Raja Freevik Reagon yang sudah kenal lama dengan Raja Bahri Alfattih tidak di ijinkan untuk memasuki kerajaan samudra.


Ratu Elisia pun berterima kasih kepada Raja Bahri Alfattih.


"Terima kasih atas tawarannya, suatu kehormatan bagi anak ku bila bisa belajar di negri yang di sebut dengan negri dongeng"


Kemudian Ratu Elisia pun memanggil Willy.


"Willy anak ku, kemari lah nak"


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna