PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Kami Telat Mengungsi


Ketika Willy dan Maria sedang berbincang membahas tentang kota Ormea, pintu kamar hotel yang di tempati mereka ada yang mengetuk.


Tok....Tok....Tok....Tok....


"Siapa...." Willy berteriak


"Pangeran....ini saya Neerc" jawab manager Neerc yang mengetuk pintu.


"Masuk, pintu tidak aku kunci" teriak kembali Willy.


Manager Neerc pun masuk dan melapor "Pangeran aku baru mendapatkan informasi tentang siapa yang menggerakkan monster troll itu"


Willy pun terperanjat dan langsung bertanya secara penasaran "Siapa orangnya, coba ceritakan"


Manager Neerc pun mulai bercerita "Dulu ada 2 orang tangan kanan viscoun Velez salah satunya adalah penyihir dan kesatria yang masih muda seumuran Wiliam Velez. Kesatria itulah yang menyebarkan rumor tentang putra Eldra, dan Wiliam Velez yang menjadi pemeran putra Eldra tersebut, mereka berbuat begitu untuk menarik simpati rakyat....."


Manager Neerc pun bercerita dari awal sampai ke akhir dan pada intinya orang yang menggerakan monster troll itu adalah penyihir dan kesatria itu. Alasan mereka untuk balas dendam karena di khianati oleh viscoun Velez.


Penyihir itu menginginkan viscoun Velez menderita di salahkan oleh rakyatnya sendiri, sehingga mereka membuat kegaduhan.


Tetapi viscoun Velez di lindungi 3 kuil dewa sehingga posisinya tidak tergoyahkan dan untuk membalas dendam si penyihir itu berulang kali mengirim troll ke kota.


Kemudian Willy pun bertanya kepada manager Neerc "di mana sekarang si penyihir dan kesatria itu berada?"


"Informasi yang aku terima, Si kesatria sudah tidak berada di kota ini dan entah kemana, dia juga membawa barang jarahan, sedangkan untuk di penyihir, dia sedang mengendalikan troll dan monster hutan lain untuk bergerak ke kota ini" jawab manager Neerc.


"Baiklah kalau begitu, sekarang kita hanya fokus untuk evakuasi warga dan melindungi mereka, untuk troll dan monster hutan, biarkan mereka yang menanganinya saja, kalau mereka sudah habis barulah kita yang akan turun tangan" ucap Willy.


"Siap pangeran, Aku sudah memerintahkan 500 anak buah ku untuk berjaga-jaga dengan persenjataan lengkap" ucap manager Neerc.


Setelah itu manager Neerc pun pergi dari kamar hotel yang di diami Willy dan Maria, selang beberapa jam, alarm peringatan pun berbunyi.


Alarm itu menandakan bahwa serangan monster hutan dan troll sedang menyerang pinggiran kota, para prajurit penjaga kota dan prajurit 3 kuil dewa berlarian menuju ke arah pinggiran kota untuk bertempur.


*


Di kediaman viscoun Velez, dia sangat gelisah dan juga marah karena kejadian ini, bukan hanya itu, anaknya yang di rumorkan sebagai putra Eldra sekarang sedang pingsan dan terluka. Bahkan para kesatria yang anaknya bawa setengahnya mati dan yang lainnya terluka.


Viscoun Velez pun mengerang "Agh.... Sialan si Billy dan penyihir hitam itu, sudah aku tampung di kota ku ini dia malah berbalik menyerang ku, dasar sialan...."


Kemudian salah satu prajurit melapor "Lapor tuan ku, monster hutan dan troll sedang menyerang kota kita, sekarang para prajurit kewalahan, aku khawatir kota ini tidak akan terselamatkan lagi"


"Bagai mana dengan prajurit 3 kuil dewa dan para petualang apakah sudah di kerahkan semua ?" Tanya viscoun Velez.


"Prajurit 3 kuil dewa sudah di kerahkan, tetapi para petualang, mereka hanya mengevakuasi warga dan tidak ikut bertempur" jawab prajurit.


Viscoun Velez menggertakan giginya, tangan yang kiri mengepal dan yang kanan mencengkram erat kepalan tangan kiri "Kurang ajar, si Clovis. Dia tidak bisa di andalkan sebagai wakil master guild, kalau saja master guild masih ada di kota ini, mungkin dia bisa diandalkan untuk mengendalikan para petualang untuk membantu kita"


Kemudian prajurit itu memberikan solusi "Tuan ku, mereka seperti tentara bayaran, kalau mereka di berikan uang pasti mereka rela bertarung dan mempertaruhkan nyawa mereka"


Kemudian viscoun Velez berjalan ke arah meja dan membuka laci meja dan mengambil sekantong kecil uang koin emas. Kantor kecil itu di lempar ke arah prajurit dan prajurit itu menangkapnya.


Viscoun Velez memberikan perintah "Pergi dan bayar mereka untuk membantu kita melawan monster hutan dan troll itu"


Prajurit itu mengangguk "Baik tuan ku"


Prajurit itu pun pergi meninggalkan tempat tersebut untuk pergi ke guild petualang dan membayar semua petualang untuk membantu bertempur melawan monster hutan dan troll.


Pusat kota menjadi sangat sepi karena semua penduduk bersembunyi untuk menghindari serangan dari monster hutan.


Beberapa monster hutan berkeliaran di pusat kota dan menghancurkan segala yang mereka temui, api pun berkobar di beberapa rumah.


Beruntung warga sudah di evakuasi ke guild petualang dan ke kuil, meskipun kuil tersebut di jagat oleh para paladin, tetap tidak luput dari serangan monster hutan.


Sehingga apabila ada monster mendekati barier tersebut dengan otomatis petir akan menyambar monster tersebut menjadi abu.


Kutukan petir itu berlaku untuk monster beast yang memiliki inti monster, kalau ras monster atau manusia yang mendekat maka kutukan petir itu tidak akan bekerja.


*


Maria dan Willy keluar dari hotel itu yang di jaga ketat oleh anak buahnya manager Neerc, karena hotel itu juga salah satu dari usaha para veteran Prajurit inggarsia yang di selamatkan oleh Willy dan Maria.


"Tuan muda, nona muda anda berdua mau kemana, di luar bahaya, lebih baik anda kembali kedalam kamar" cegah salah satu penjaga.


Willy tersenyum "Aku mau keluar untuk melihat apa yang terjadi di luar"


"Ta....tapi di luar berbahaya, lebih baik anda masuk kembali ke dalam kamar" cegah kembali penjaga itu.


Kemudian Willy pun menegaskan "Berbahaya bagi mu belum tentu berbahaya untuk kami berdua"


"Tapi tuan muda, manager Neerc memerintahkan kami untuk menjaga anda" ucap penjaga.


Kemudian Willy mengeluarkan sihir dimensi item Room "Gabo keluar lah"


Monster kera Alfa yang di beri nama Gabo oleh Willy pun keluar dan meraung.


Goar....Goar.....Goar....Goar....


Para penjaga itu pun tersentak kaget, karena Willy mengeluarkan monster kera yang lumayan besar dan kuat.


"Tenang saja ini Gabo Alfa kera yang akan melindungi ku di luar sana" ucap Willy.


Maria pun sama menggunakan sihir dimensi item Room dan mengeluarkan Blue.


Karena Willy dan Maria mengeluarkan monster kelas atas, mereka pun di persilakan untuk keluar dari hotel itu.


Willy dan Maria pun menyusuri kota, beberapa monster mendekati dan menyerang tetapi langsung di kalahkan dengan mudah oleh Gabo dan Blue.


Monster monster yang berkeliaran di kota di babat habis oleh Gabo dan Blue, Willy dan Maria hanya berjalan di belakang monster beast mereka.


Willy melihat beberapa penduduk yang sedang di di kejar oleh monster, kemudian Willy pun menyelamatkan mereka.


"Terima kasih tuan muda, karena anda telah menyelamatkan kami" ucap salah satu warga.


Willy malah bertanya "kenapa kalian tidak mengungsi dan masih tetap di tempat ini ?"


"Kami telat mengungsi karena, pas mau mengungsi ke kuil, di kuil sedang di serang monster sehingga kami bersembunyi, tetapi naas, kami ketahuan monster dan di kejar sampai sini" jawab warga itu.


"Baiklah kalian ikuti aku, aku akan memembawa kalian ke guild petualang" ucap Willy.


Mereka pun pergi bersama Willy, tetapi sedikit ragu karena Willy dan Maria membawa monster beast bersama mereka berdua.


Willy pun meyakinkan mereka "Tenang saja, ini beast kami, kami berdua beast tamer, mereka akan melindungi kalian dari monster hutan"


***


*Bersambung


*Author Pahlawan Terpilih mengucapkan selamat tahun baru 2023.


Semoga di tahun baru ini kita di berikan Rejeki yang melimpah, di berikan kesehatan dan semua hajat kita di ijabah oleh Allah SWT.


Amin.


*Terima Kasih Kepada kakak pembaca yang sudah setia menunggu Update an Author, jangan lupa Like dan Komentarnya, karena dengan Like dan berkomentar menjadikan semangat Author untuk terus Update.