
Raja Alfred semakin bingung dan kemudian bertanya kepada Raja Freevik Reagon.
"Apa sebenarnya yang terjadi aku tidak mengerti dan mengapa kamu menyebut nama anak ini sebagian Putra Eldra, siapa sebenarnya anak ini dan siapa sebenarnya ibunya"
Kemudian raja Freevik Reagon mengajak Raja Alfred.
"Ayo ikut dengan ku jangan banyak bertanya dan bawakan obat penawar racun Perusak Organ"
Tidak pikiran panjang Raja Alfred memerintahkan Alkemis dan penyihir kerajaan mengikutinya.
"Alkemis dan penyihir kerajaan ayo ikut dengan ku, kamu juga Gibran ikut dengan ku"
Mereka bergegas mengikuti Raja Freevik Reagon menuju kamar Ratu Elisia yang sedang di Rawat oleh pelayan dan Clarisa.
"Pelayan cepat minggir Raja Alfred sudah datang dia akan mengobati Ratu Elisia"
Raja Alfred bertanya kepada Raja Freevik.
"Sebenarnya siapa Ratu Elisia ini mengapa aku harus mengobatinya"
"Bodoh obati ya obati, lihat kalung yang dia pakai apakah kamu mengenal kalung yang dia pakai"
Raja Alfred melihat kalung yang Ratu Elisia pakai, kemudian Raja Alfred teringat masa lalu, tentang kalung tersebut.
Kalung itu diberikan oleh Raja Alfred kepada Elvia orang yang sangat dicintainya di masa muda, sampai Elvia Mengandung anak dari Raja Alfred.
Tetapi sayang Ayah dari Elvia atau sering disebut Putri Via, tidak menyetujui hubungan antara Via dan Alferd dikarenakan Via adalah anak dari Raja Elf yang agung sedangkan Alfred adalah anak dari Raja Eldragon.
Bangsa Elf Menganggap Bangsa Eldragon adalah Pendosa karena mereka menentang Dewa dan malah menyembah Naga Agung dan beraliansi dengan Monster.
Naga Agung dan Monster adalah Musuh bagi dewa dan para pengikutnya, dan mereka menganggap bahwa Siapapun yang bekerja sama dengan monster dan Naga Agung maka bangsa Elf dan kerajaan Dewagon akan memusuhinya.
Via yang hamil anak dari Alfred adalah sebagai Aib yang besar bagi bangsa Elf, maka Via pun diasingkan hingga dia melahirkan anak
dan setelah 10 tahun anak dari via, Raja Elf memerintahkan Uskup dari kuil dewa Ra atau dewa api Kerajaan Dewagon untuk membawa anak tersebut.
Karena manusia setengah Elf adalah aib maka uskup memberikan anak tersebut kepada pasangan petani yang sudah lama tidak memiliki anak untuk mereka adopsi.
Dan via sendiri meninggal dunia gara gara disuruh melayani napsu bejat para ras dewa dan via tidak mau kemudian di siksa sampai mati.
Saat mendengar kematian via Alfred bersumpah untuk membalaskan dendam kepada ras dewa.
Hingga saat itu dia tidak tahu bahwa anak yang di kandung oleh via masih hidup karena ada kabar bahwa anaknya telah mati di bunuh oleh raja Elf.
Dan sekarang Raja Alfred melihat kalung yang pernah diberikan kepada putri via bukti cinta Raja Alfred yang sangat besar, Di pakai oleh Ratu Elisia.
Raja Alfred pun tersadar setelah melihat kalung yang dipakai oleh Ratu Elisia.
"Anaku, apakah dia Anaku, Hai Freevik apa benar dia Anaku"
Raja Freevik Reagon mengangguk kemudian menjawab pertanyaan dari Raja Alfred.
"Untuk memastikan semuanya sembukan dulu dia setelah sembuh carilah informasi tentang dirinya itu"
Raja Alfred pun langsung memerintahkan Alkemis dan penyihir kerajaan untuk memeriksa Ratu Elisia.
"Cepat obati putri ku ini jangan sampai terlambat"
Kemudian alkemis mengeluarkan potion dan memeriksa keadaan Ratu Elisia. Para penyihir kerajaan segera mengeluarkan racun dari tubuh Ratu Elisia.
"Segel Pengumpul Racun siapa yang melakukannya, aku baru melihat lagi ada orang yang bisa menggunakan segel Pengumpul Racun ini, kalau tidak racun sudah menyebar ke seluruh tubuh dan merusak organ dalam"
Clarisa yang ada disana menjawabnya,
"Itu yang melakukannya Guru dari Willy, sebelum berangkat ke sini Ibunda Ratu ke 3 sempat dibawa ke Gurunya Willy dan mendapat penanganan pertama hingga Ibunda Ratu ke 3 dibawa kesini"
Raja Alfred menengok kearah Clarisa.
"Siapa Gadis cantik ini, yang mengatakan dia ibunda Ratu ke 3"
Raja Gibran mendekat dan berbicara.
"Ayahanda Raja dia adalah putri Clarisa Putra pertama Dari Raja Hendrik Jovanka dengan Ratu Vanessa, dan Ratu Vanessa adalah anak dari Ayah angkat Freevik Reagon"
"Oh begitu, aku terlalu lama mengurung diri ku dalam kamar jadi tidak tahu tentang dunia luar saat ini"
Raja Alfred menawarkan sesuatu kepada Clarisa.
"Cantik maukah kamu menjadi menantu ku, Anaku yang bodoh ini belum punya pasangan dia juga cukup baik dan patuh kepada orang tua"
Clarisa pipinya memerah dia tidak bisa berkata apa-apa, sebenarnya dari dahulu Clarisa memendam rasa kepada Raja Gibran, tetapi sifat Raja Gibran yang cuek dan acuh tak acuh membuat Clarisa putus harapan.
Dan sekarang Clarisa dilamar langsung oleh ayahnya Raja Gibran untuk dijodohkan dengannya.
Raja Gibran disana langsung berbicara kepada Raja Alfred.
"Ayahanda Raja sudahlah Clarisa sudah punya pujaan hatinya sendiri, jangan berpikir kemana mana ayo obati dulu biar cepat sembuh"
Kemudian Raja Alfred pun mengeluarkan Racun Perusak Organ yang ada di dalam tubuh Ratu Elisia.
"Uhuk ....uhuk....."
Ratu Elisia tersadar dan batuk sambil mengeluarkan darah dari mulut nya, Clarisa langsung panik dia menghampiri Ratu Elisia.
"Ibunda Ratu ke 3, syukurlah anda sudah sadar"
Pengobatan pun selesai, racun dari tubuh Ratu Elisia sudah dikeluarkan semua, Raja Alfred pun memberikanya Potion untuk memulihkan badan Ratu Elisia.
"Minum Lah Potion ini, dan istirahat lah"
Raja Alfred lalu berbicara kepada Clarisa.
"Gadis cantik jaga dia baik baik kami semua mau keluar dulu karena pengobatannya sudah selesai, dan mengenai tawaran aku tadi aku akan membicarakannya dengan kakek mu Raja Freevik"
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.