
Melihat Maria yang menghindari setiap serangan dari Sovia, dia pun tersenyum, karena nampaknya Maria terdesak.
"Hahah...baru serangan begitu saja kamu sudah terdesak, apa lagi dengan serangan yang akan aku lancarkan, mungkin sebentar lagi kamu akan mati" ucap angkuh Sovia.
"Hai jangan sombong dulu, aku hanya pemanasan saja" jawab Maria yang selesai menghindari setiap stalagtit es tersebut.
Kemudian Maria melanjutkan bicaranya "Bukanya sihir unik milik mu adalah sihir cahaya, kenapa kamu memiliki sihir elemen Unik yang lainnya seperti elemen Es, seharusnya elemen cahaya itu berasal dari elemen api"
"Hahaha.... itulah kekuatan asli ku, aku pengguna elemen air dan sihir unik ku ada elemen es, dan elemen cahaya itu aku hasilkan dari pantulan cahaya yang aku biaskan melalui elemen es yang aku miliki, sehingga terciptalah sihir cahaya" Sovia berbicara dengan angkuh.
Maria pun tersenyum dan bergumam "hehehe.... dasar bodoh, kamu malah memberitahukan kekuatan yang menjadi kelemahan mu sendiri"
Tanpa di sadari oleh Maria, area yang sudah membeku pun mulai mencair dan berubah menjadi air, kemudian Sovia pun melancarkan sihir berikutnya.
"Rumput jarum es...."
Krekak.....
Maria pun kaget karena tiba-tiba Sovia melancarkan serangan berikutnya, Maria pun melompat lebih jauh lagi untuk menghindari dirinya memijak rumput yang sudah berubah menjadi jarum es.
"Kamu terus melancarkan serangan kepada ku, sekarang giliran ku untuk membalas serangan mu" ucap Maria.
Dia pun mengayunkan tombak kilin miliknya dan ujung tombak itu mengeluarkan api, kemudian Maria menghempaskan tombak tersebut.
Wuss....
"Jurus harimau kilin api.....
Elemen api yang di hempaskan oleh Maria berubah menjadi sosok harimau yang berlari dengan cepat ke arah Sovia.
Seketika jarum es yang ada di tanah berubah menjadi air dan kemudian menguap.
Uap air pun membumbung tinggi dan membentuk kabut, disana Sovia pun mengayunkan tombak mataharinya.
"Jurus beruang air...."
Wuss....
Tombak matahari mengeluarkan sihir elemen air yang berubah bentuk menjadi sosok beruang, dan beruang itu pun berlari dengan cepat
Sehingga beruang air dan harimau api bertubrukan dan menimbulkan ledakan yang sangat besar, sehingga akibat ledakan itu area itu membentuk kawah.
"Hahaha.... Dasar bodoh, apakah kamu tidak tahu kelemahan api itu adalah air, jadi jangan berharap untuk bisa mengalahkan ku" ucap angkuh Sovia.
Maria pun mencibir "belum tentu api kalah dengan air, kalau tidak percaya rasakan serangan ku ini"
Maria pun mengeluarkan kembali sihir serangannya "jurus meteor api...."
Wuss.... wuss....
Ratusan bola api meluncur kearah sovia dan segera Sovia pun membentuk barier pelindung, tetapi selain barier pelindung dia juga meluncur bola air untuk menghalau bola api milik Maria.
Jual beli serangan sihir pun terjadi, bahkan tidak jarang mereka langsung berhadapan dan bertarung secara langsung. Dan mereka pun kelihatannya seimbang.
Dari ledakan dan benturan keras yang terjadi, para assassin yang mengikuti Sovia pun menjadi mengetahui di mana lokasi mereka berdua, sehingga assassin itu pun bergerak menuju tempat pertempuran.
Mereka pun sampai di tempat pertempuran dan langsung masuk dalam pertarungan, semua assassin langsung menyerang Maria dengan suriken dan bintang ninja milik mereka.
Beruntung Maria dapat menghindari segala serangan yang di lancarkan oleh para assassin tersebut.
"Oh kalian mau main keroyok ternyata" ucap Maria sambil mengambil tombak petir dari sihir dimensi item Book.
Sehingga Maria pun memengang 2 tombak sekaligus, tetapi di sana Maria merubah tampilan tombaknya dengan menggunakan sihir.
Tombak itu menjadi memendek, tombak kilin menjadi dagger bermata dua dan tombak petir menjadi dagger keris.
Dagger keris di tangan kanannya dan dagger bermata dua di tangan kirinya, dia pun menghadapi assassin itu dengan berhadapan langsung.
Dan satu persatu assassin itu di bantai oleh Maria "Apa kalian kira aku bukan assassin seperti kalian, aku assassin dari keluarga Yuga yang legendaris apa kalian tahu"
Mendengar perkataan dari Maria, semua assassin itu menjadi bergidik ngeri, karena klan Yuga dari Benua bagian selatan ini terkenal dengan kebengisannya dan tanpa ampun.
Bahkan klan Yuga ini sudah terkenal di seluruh benua, baik benua bagian Utara, tengah maupun selatan.
Alasan di musnahkan klan tersebut karena mereka tidak mau bekerja sama dengan kekaisaran dan malah berani melawan kekaisaran tersebut.
Kapten assassin itu berteriak kepada anak buahnya yang tersisa "jangan takut, bocah itu hanya menakut nakuti kita saja dengan klan Yuga, klan itu sudah musnah di serang oleh kekaisaran Chalutac di benua bagian selatan"
Mendengar teriakan kapten, anak buahnya menjadi bersemangat lagi dan mereka pun kembali menyerang Maria.
"Dasar bocah pembohong, tadinya aku takut karena kamu dari klan Yuga, tetapi kamu ternyata hanya menggertak saja" ucap assassin.
Maria tersenyum sambil menghindari dan menangkis setiap serangan "kalau tidak percaya rasakan sensasi aura membunuh ku ini, karena keluarga ku yang selamat dari pemusnahan klan Yuga karena sedang menjalankan misi di benua bagian tengah termasuk aku sendiri"
Wuss....
Maria pun mengeluarkan aura membunuh yang sangat pekat, aura hitam menyelimuti tubuh Maria dan memberikan tekanan kepada para assassin itu termasuk memberi tekanan kepada Sovia.
Aura membunuh yang dirasakan mereka itu memang khas dari klan Yuga, mereka tahu karena mereka di berikan informasi, apa bila klan Yuga mengeluarkan aura membunuh, maka si target pembunuhan tidak dapat bergerak selama beberapa menit.
Dan benar saja Maria bergerak dengan cepat dan menebas semua assassin tersebut, sampai semua assassin itu habis terbantai.
Crack....
Armor merah Maria pun bertambah merah karena cipratan darah para assassin yang di bunuhnya.
Maria tidak mengincar Sovia karena sengaja, supaya Sovia terkena mental. Dan memang benar kaki Sovia gemetar begitu hebat, karena melihat pembantaian yang dilakukan Maria begitu sadis.
Maria pun tersenyum jahat yang membuat Sovia bergidik ngeri, bukan hanya itu dia berusaha berdiri tegak walaupun kakinya terasa lemas.
Sovia pun berusaha kuat dan tidak takut, dia pun meningkatkan kekuatannya.
Wuss....
Aura mendominasi keluar dari tubuh Sovia, untuk memberitahukan kepada Maria bahwa dia tidak takut kepadanya, dan dirinya lebih kuat dari pada Maria.
Maria pun tersenyum kecut "Hahaha....kenapa apa kamu takut"
"Bedebah, aku tidak takut kepada siapa pun, dewa cahaya memberkati ku dengan kekuatan yang melimpah" balas Sovia.
Sovia bersiap untuk menyerang Maria kembali, tetapi dirinya tidak berani melawan dengan bertarung jarak dekat, karena tingkat beladiri Maria di atas Sovia.
Assassin yang memiliki kemampuan membunuh sangat baik di kedai pembunuh pun mati di bunuh Maria, sehingga Sovia sekarang mengandalkan serangan sihir.
"Rasakan ini.... jurus beruang air....."
Wuss....
Sihir elemen air yang membentuk sosok beruang langsung berlari dan menerjang Maria, tetapi Maria begitu santai dia tidak menghindari serangan dari Sovia.
Maria mengayunkan kedua dagger itu untuk menebas beruang air tersebut. Perpaduan sihir elemen api dan di selimuti oleh sihir elemen petir membuat beruang air itu hancur.
Karena sihir elemen air tidak mempan maka Sovia pun mencoba menggunakan sihir elemen es.
"Jurus beruang Es.... menerjang lah...."
Wuss....
Maria pun sama seperti tadi tetapi sekarang dia menebas beruang Es itu sambil menghindar dan memasang Barier Pelindung.
Karena setelah beruang Es itu di tebas beruang Es itu berubah menjadi pasak Es yang meluncur arah Maria sampai dia pun terkena serangan tersebut dan terlempar jauh.
"Hahaha.... ternyata kamu tidak sekuat yang aku kira" ucap Maria
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna