
Bab 261 Kota Boginia
Mendengar cerita dari kapala keluarga klan serigala salju, Willy pun menjadi mengerti bahwa ternyata wolf-fenk berjasa dalam perdamaian di kota ini dulu.
Kemudian Willy melirik ke arah Tiger, tanpa berkata apa pun, tetapi Tiger langsung mengerti dan berbicara "Klan Harimau salju juga kurang lebih sama ceritanya dengan klan serigala salju. Kami di satukan oleh petualang yang mengaku dirinya dari klan Harimau, yang bernama tuan Lionidas.
Dan setelah sekian lama kita bersatu, bencana pun datang, tiba tiba monster hewan buas menyerang kawasan bersalju ini dan kami kewalahan.
Selain minta bantuan dari para petualang dari kota hitam, kami juga menyewa tentara bayaran awan gelap, tetapi setelah tugas mereka selesai pusaka kami pun hilang.
dan berganti dari bencana monster hewan buas menjadi bencana alam yaitu kawasan bersalju menjadi sangat dingin dan badai salju sering melanda.
Itu di sebabkan karena harta pusaka yang kami jaga hilang yaitu pedang taring salju, tombak cakar angin dan inti api harimau kilin, dan rumor mengatakan bahwa klan besar lah yang mengambil atau mencurinya dengan tujuan untuk menguasai daerah bersalju ini.
Semua kami pun saling menyalahkan dan memulai perang kembali seperti dahulu kala, tetapi setelah mendengar dari putra Eldra bahwa harta pusaka kami di temukan di gudang harta milik tentara bayaran awan gelap.
Sekarang kami yakin bahwa mereka lah yang mencurinya dan mengadu domba kami supaya terjadi perpecahan"
Kemudian Tiger pun meminta maaf kepada kepala keluarga klan serigala salju "Kurama, maafkan klan kami karena telah menuduh klan mu yang mengambil pusaka keluarga klan kami"
"Tiger aku juga minta maaf karena aku juga menuding klan mu yang mengambil pusaka keluarga klan kami" ucap kepala keluarga klan serigala salju yang di panggil Kurama oleh Tiger.
Mereka pun saling memaafkan. pesta makan dan minum pun berlanjut sampai pagi.
Setelah semua pulang dan memasukkan harta pusaka keluarga masing-masing ke tempatnya maka wilayah bersalju pun berubah.
Salju yang tebal sekarang sudah menipis, badai salju dan angin kencang sekarang menghilang, penduduk kota putih pun bisa kembali beraktivitas seperti biasa dan bisa kembali berdagang ke kota hitam dan sekitarnya.
Willy dan Maria pun melanjutkan perjalanannya menuju kota berikutnya dengan menaiki Blue. Dan mereka keluar dari daerah bersalju menuju ke selatan.
Mereka berdua tidak selalu menaiki blue, mereka berjalan dan berlari masuk kedalam hutan, naik keatas gunung dan turun ke lembah.
Beberapa hari melakukan perjalanan dan akhirnya mereka sampai di gerbang kota kota ini bernama kota Boginia.
Willy menyeringai puas ketika membaca tulisan di atas gerbang kota yang menuliskan bahwa ini adalah Kota Boginia.
Maria yang melihat Willy tersenyum jahat merasa ngeri, Maria pun menegur Willy "Heh, kenapa senyuman mu begitu menyeramkan, apa yang kamu rencanakan"
"Apa kamu ingat tentara bayaran armor Putih yang bekerja sama dengan tentara bayaran awan gelap, mereka menculik anak anak dan perempuan untuk di jual sebagai budak, serta membantai penduduk desa yang tidak bersalah, aku akan membalas dendam untuk mereka yang sudah meninggal dunia karena di bantai pasukan armor putih ini" ucap Willy.
Maria mengangguk "ya aku masih ingat karena salah satu kaptennya aku bunuh dan dia mengatakan bahwa markas tentara bayaran ini ada di gunung bogi, berarti kota Boginia ini adalah salah satu dari tempat berkumpulnya tentara bayaran tersebut "
Kemudian Maria bertanya lagi kepada Willy "Bagai mana caranya kamu menghadapi mereka, serang langsung atau kita bikin keributan terlebih dahulu"
"Kita akan membuat mereka mencari kita, dan kita akan bersenang senang terlebih dahulu" jawab Willy.
Kemudian dia pun mengajak Maria "Ayo masuk"
Mereka pun masuk kedalam kota Boginia. Dan setelah masuk mereka pun mencari penginapan.
Kota Boginia ini lumayan besar, terlihat beberapa pasukan dari tentara bayaran lalu lalang, banyak Paksi tentara bayaran di kota ini.
Beberapa toko senjata terlihat banyak di kunjungi oleh mereka, dan tidak jarang perkelahian terjadi sampai berakhir kematian.
Toko yang menjual potion pun banyak di kunjungi, disana Willy menyeringai kembali, wajah iblis terlihat dan pikiran tentang mencari untung terlintas.
Willy sebenarnya tidak tertarik akan uang, karena di sihir item Room dan item Book uang Willy sudah banyak dan menggunung.
Sekarang yang menarik bagi Willy adalah mengumpulkan kristal sihir, inti monster dan logam langka.
Dia akan mengaplikasikan sihir serangan menggunakan kristal sihir mirip seperti penyihir dengan tongkat sihirnya.
Willy melihat Penginapan yang di bawahnya adalah restoran dia pun mengajak masuk Maria ke tempat itu.
"Yuk kita menginap di tempat ini, sekalian kita makan karena sudah lapar" ajak Willy.
Maria hanya mengikuti Willy dari belakang.
Willy dan Maria pun masuk tetapi di sana sedang terjadi keributan, ada perkelahian antar 2 kelompok tentara bayaran.
Willy dan Maria menganggap hal yang sepele dan mereka pura pura tidak melihat.
Willy dan Maria langsung menuju ke resepsionis untuk menyewa kamar penginapan.
"Mbak aku mau kamar 1 untuk kami berdua, berapa harga perharinya" tanya Willy
Kemudian resepsionis itu melihat Willy dan Maria hanya anak kecil yang berusia di bawah 15 tahun sehingga menyepelekan mereka.
"Dek harga sewa di sini sangat mahal, apakah kamu mampu, menyewa kamar di tempat ini, apalagi kamu membawa seorang perempuan" ucap resepsionis itu.
"Mbak dia saudara ku, jadi jangan khawatir, kami tidak akan melakukan hal seperti orang dewasa lakukan, dan untuk biaya kamar dan uang makan selama 3 hari apakah ini cukup" Willy sambil mengeluarkan 3 koin uang emas.
Resepsionis itu tidak menyangka bahwa anak yang ada di depannya itu memiliki uang. Karena mereka berdua terlihat memakai pakaian lusuh karena ada sobekan dan di anggap anak orang miskin.
Padahal Willy dan Maria sudah melakukan perjalanan jauh dengan berlari, sehingga mereka tidak sadar kalau pakaian mereka sobek karena tersangkut ranting dan terkena debu yang menempel.
Resepsionis itu pun menganggukan kepalanya "Dek uang segini sangat cukup untuk 3 hari bahkan biaya untuk 2 Minggu plus makan juga cukup"
"Ya sudah berikan kami kamar terbaik dan sediakan kami Makan yang enak, serta air hangat untuk kita mandi, sisa uangnya ambil saja buat mu" ucap Willy
Panggilan resepsionis itu pun berubah dari awalnya memanggil dek sekarang dia memanggil tuan muda "Tuan muda Ayo aku antar sendiri ke kamar anda"
Resepsionis itu pun memandu Willy dan Maria menuju kamar penginapan yang ada di lantai atas.
Tidak lama setelah Willy dan Maria beristirahat di kamar, pintu di ketuk dan Willy pun menyaut dengan nada tinggi "Ya masuk, pintu tidak di kunci"
Pintu terbuka dan datang para pelayan dengan membawa berbagai macam makanan yang menggugah selera, selain itu ada juga yang membawa beberapa ember air panas untuk Willy dan Maria mandi. Setelah itu mereka pun keluar dari kamar.
"Kenapa kamu menyuruh mereka membawakan air hangat untuk kita mandi, bukanya cukup minta air dingin saja dan aku bisa memanaskan airnya sendiri dengan sihir elemen api ku" tanya Maria.
Willy tersenyum "ya supaya mereka mempunyai banyak pekerjaan, kan sayang uang koin emas yang aku berikan kalau tidak di manfaatkan"
Maria pun mengangkat bahunya "ya terserah kamu saja lah"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna