PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Mengeluarkan Gerobak


Libear pun berjalan terlebih dahulu melangkah dengan mantap menuju ke gapura tersebut tetapi tiba tiba, Libear terpental 2 meter dari gapura tersebut.


Wuss....


Bruk....


"Aduh sakit" Libear meringis karena jatuh.


Willy pun menggaruk kepalanya "Ternyata sihir pelindung ini bukan hanya untuk monster, tetapi manusia juga tidak bisa masuk"


Maria tersenyum "Kata siapa Libear itu manusia, menurut ajaran penganut Dewa Cahaya, Libear itu termasuk monster cerdas"


Willy tersenyum "pantas dia terpental"


Kemudian Willy pun mencoba berjalan tetapi dia tidak langsung menembus dinding sihir tersebut, Willy meraba dinding sihir tersebut dan memastikan apakah dia bisa masuk ataukah akan terpental seperti Libear.


Willy pun menekan dan memukul ringan dinding sihir tersebut dan merasakan sesuatu yang janggal, pukulan yang dia lakukan akan berbalik 2 kali lipat kekuatan yang Willy keluarkan, Beruntung Willy hanya menepuk dan memukul ringan sehingga tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


"Apa ada masalah dengan dinding perisai sirih itu" tanya Maria.


Willy tersenyum "penyihir yang memasang pelindung ini menggunakan sihir pelindung pemental, jadi siapa pun yang akan menerobos masuk mereka akan di pentalkan 2 kali lipat kekuatan orang yang menerobos"


Maria pun melirik ke arah Libear yang bangun dari tanah karena jatuh terpental dan tersungkur "Pantas dia di hempas sampai segitunya, tapi apakah kita bisa masuk"


Willy mengangguk "ini hanya sihir dari Penyihir tingkat level C2, sangat mudah di hancurkan, tetapi aku tidak akan menghancurkannya, aku hanya akan merobeknya sedikit biar kita bisa masuk"


Willy pun menyentuh kembali dinding sihir tersebut dan mengeluarkan energi sihir, di sana terlihat muncul cahaya merah dari tangan Willy dan membentuk segel sihir berbentuk bulat, yang awalnya kecil sekarang menjadi besar dengan diameter 2 meter.


"Ayo kita masuk" ajak Willy yang melangkah terlebih dahulu melalui segel Sihir yang dia gunakan.


Maria pun mengikuti Willy dengan masuk melalui segel Sihir tersebut, Libear sedikit ragu masuk kedalam karena dia takut terpental lagi seperti tadi.


Willy pun memanggil Libear dari dalam "Ayo masuk, segel sihir itu hanya bertahan 2 menit, kalau segel Sihir itu menghilang kamu tidak akan bisa masuk"


Mendengar perkataan Willy, Libear pun bergegas masuk kedalam segel Sihir tersebut dan setelah Libear masuk segel sihir itu pun menghilang.


Setelah mereka masuk kedalam dinding perisai sihir pertahanan, mereka pun melihat sebuah rumah yang lumayan besar, rumah yang mengeluarkan asap hitam dan cahaya dari batu kristal menerangi rumah tersebut.


Mereka pun berjalan menghampiri Rumah tersebut dan sesampainya di depan rumah itu Libear berteriak memanggil penghuni rumah.


"Woy....apa ada orang di dalam, kami petualang yang menerima quest untuk menuju ke rumah ini" teriak Libear.


Libear pun berteriak beberapa kali, hingga seseorang membukakan pintu rumah. Suara derat pintu mencericit ketika orang itu menggeser daun pintu.


Kemudian muncullah seorang patuh baya yang berjenggot dengan memakai jubah biru Nevi dengan topi kerucut, berjalan dengan membawa tongkat sihir dengan ujung tongkat di hiasi batu keristal sihir berwarna putih.


Melihat yang datang ke rumah itu adalah 3 orang anak kecil, penyihir itu pun merasa kaget "A...apa kalian datang kesini benar benar menerima quest dari ku"


Libear pun mengangguk "Benar kakek penyihir, kami datang untuk menyelesaikan quest dari guild petualang, sungguh merepotkan quest ini, kenapa anda malah tinggal di dalam hutan yang berbahaya seperti ini"


Penyihir itu tidak merespon perkataan dari Libear, dia malah mementingkan barang yang mereka bawa, penyihir itu pun menengadahkan tangannya "Mana barang yang kalian bawa"


Libear pun melirik ke arah Willy dan Maria "heh Willy, kamu kan yang terakhir membawa gerobak itu, kemana gerobak itu"


Penyihir itu mendengar perkataan dari Libear kemudian dia menepuk jidatnya "Hadeuh, percuma kalian datang kesini tanpa membawa barang yang aku pesan, sekarang sudahlah kalian pulang saja"


Penyihir itu pun mengusir mereka bertiga dan dia nampak kecewa, kemudian penyihir itu berbalik badan dan hendak meninggalkan mereka bertiga.


"Tunggu tuan penyihir, tenang saja, barang itu aman, kamu tidak perlu kecewa seperti itu" ucap Willy.


Willy pun tersenyum "Tenang saja ini aku keluarkan gerobak yang kami bawa"


Willy menggunakan sihir dimensi item Room dan mengeluarkan gerobak yang dia simpan di dalamnya.


Wuss....


Penyihir itu membelalakan matanya begitu juga Libear yang tidak menyangka bahwa Willy seorang penyihir, yang dia tahu hanya Maria saja yang Penyihir api ternyata Willy juga seorang penyihir.


Penyihir itu bergegas menghampiri "Si....Sihir a...apa yang kamu gunakan, bisa menyimpan barang yang besar seperti gerobak ini, yang aku tahu hanya sihir dimensi item Book saja, tetapi sihir item Book hanya bisa memuat benda benda kecil itu juga item yang sama"


Willy tersenyum menanggapi perkataan dari penyihir itu "Ini satu tingkat dari sihir dimensi item Book, sihir ini bernama dimensi item Room"


Penyihir itu pun semakin penasaran dan terus bertanya "Apa Level mu, dan bagai mana melakukannya, ajari aku....ayo ajari aku"


Willy tersenyum dan menggelengkan kepalanya "Level ku hanya kesatria tingkat 3 dan syarat untuk mempelajari sihir dimensi item Room itu hanya bisa di kesatria tingkat 3"


Penyihir itu pun menjadi lemas "ah...sayang sekali aku hanya level kesatria tingkat 2 itu pun hanya tingkatan sihir saja"


Willy menyamarkan tingkatan levelnya yang tingkat pahlawan menjadi tingkat kesatria atau level C, dan dulu Willy pernah menyamarkan levelnya menjadi tingkatan pembentukan, Tetapi dia di lecehkan dan di tertawakan.


Sehingga sekarang dia menurunkan tingkat kekuatan menjadi tingkat kesatria, itu adalah level rata rata bagi para petualang dan kesatria di atas tingkat prajurit.


"Tadi kamu menyuruh kami untuk pulang, sekarang kamu antusias kepada Willy, kamu sungguh tidak sopan tidak mempersilahkan kami untuk masuk terlebih dahulu" dengus Maria.


Penyihir itu pun berbalik melihat Maria dan membungkukan badannya "Maaf nona muda aku terlalu bersemangat, sekarang silahkan kalian masuk"


Mereka pun masuk gerobak pun di bawa masuk oleh Libear melalui pintu belakang, mereka pun di suguhi makanan yang enak.


Mereka pun berbicara panjang lebar mengenai sihir yang tadi di gunakan oleh Willy, penyihir itu sungguh ingin mempelajarinya, karena menurutnya itu sangat berguna.


Kalau hanya menggunakan sihir dimensi item Book penyihir itu juga bisa melakukannya dan dia memiliki 4 ruangan untuk penyimpanan barang.


Sedangkan Willy memiliki 99 ruang dengan kapasitas lebih dari 1.000 benda yang sama bisa di tampung dalam satu ruangan.


Sedangkan kalau Sihir Dimensi item Room Willy memiliki 4 ruang dimensi dan satu ruangan di penuhi dengan harta dan satu ruang di isi oleh MecaBot.


Yang tersisa hanya 2 ruangan saja yang di pakai buat menyimpan gerobak dan satu ruangan kosong. Begitu pula Maria dia memiliki item Book dan item Room yang sama banyaknya dengan Willy.


Tetapi Maria hanya menggunakan satu ruang item Room itu juga di gunakan untuk menyimpan MecaBot yang diberikan Willy kepadanya dan 3 ruangan lagi kosong.


Item Book milik Maria pun banyak yang tidak di isi, dia hanya menggunakan sihir dimensi item Book itu hanya untuk menyimpan pakaian ganti senjata dan Potion serta beberapa Ratus Ribu uang koin emas.


"Ini sudah sore kalau kalian mau istirahat, silahkan saja di sana ada beberapa kamar kosong" ucap penyihir.


"Terima kasih aku akan istirahat dulu soalnya sudah sangat lelah" ucap Libear yang kemudian dia pergi memasuki salah satu kamar tidur.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna