PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Pangeran Heri Jovanka Tidak Meninggal


Willy pun berkata "Tapi kamu kenapa bisa ada di sini, apa kamu berengkarnasi atau kah di panggil ke dunia ini"


Raja iblis Garuda yang mendengar perkataan Willy dan mendekatinya langsung memotong pembicaraan itu.


"Apa maksud anda dengan Rengkarnasi atau di panggil, maaf memotong pembicaraan anda, Hormat kepada Pewaris Pedang Dewa Naga Agung" Ucap Raja iblis Garuda sambil mencangkupkan tangannya.


Melihat Raja iblis Garuda Willy merasa marah dan berniat mengangkat pedangnya tetapi di tahan oleh tangan Elvina.


"Tenang lah, kakak mu Pangeran Heri Jovanka tidak meninggal" ucap Elvina meyakinkan.


Willy kaget "Ta...tapi aku melihat jasadnya yang sudah tidak bernyawa lagi yang di bawa oleh Ratu Isabel, dan hari ini setelah pemakaman kakak ku aku langsung kesini"


Kemudian Raja iblis Garuda ikut berkata "Mana mungkin Aku membunuh menantu ku sendiri dan membuat anak ku menjadi janda, Pewaris Pedang Dewa Naga Agung dengarkanlah aku terlebih dahulu supaya kamu percaya"


Raja iblis Garuda pun meyakinkan Willy bahwa kakaknya itu masih hidup dan Raja iblis Garuda menyebut pangeran Heri Jovanka dengan sebutan menantu.


"Apa kak Heri sudah menikah" tanya Willy heran.


Vania pun berkata "iya adik ipar, Aku istri dari kakak mu, perkenalkan nama ku Vania"


Willy menatap wajah dari wanita yang mengaku istri dari Pangeran Heri Jovanka yang bernama Vania.


"Kakak apakah kita sudah pernah bertemu" ucap Willy


Vania mengangguk "Iya waktu kita di federasi bebas, aku mengikuti suamiku Pangeran Heri dan adiku ku Elvina juga ada di sana kan"


Willy mengangguk dan tersenyum kemudian menatap kearah Raja iblis Garuda "Maafkan aku Raja iblis Garuda karena sudah memporak porandakan istana mu, dan coba jelaskan kejadian yang sebenarnya"


Raja iblis Garuda mengangguk "baiklah aku akan bercerita, untuk istana ku tidak masalah karena sudah di pasangi oleh sihir regenerasi dan perbaikan diri sehingga apa bila hancur dalam beberapa jam saja akan kembali normal"


"Kalau begitu cerita lah" pinta Willy


"Kalau begitu ayo kita pergi ke ruangan ku terlebih dahulu supaya kita bisa duduk dan bercerita dengan nyaman " ajak Raja Iblis Garuda.


"Baiklah silahkan anda pandu saya" ucap Willy.


Willy dan Maria pun mengikuti mereka semua ke dalam ruangan yang tidak hancur akibat serangan brutal Willy dengan pedang dewa naga agung.


Sambil berjalan Raja iblis Garuda pun memerintahkan kepada para prajurit "Prajurit obati Orang orang yang terluka"


Prajurit yang ada di sana pun menjawab "Baik yang mulia Raja "


Istana yang hancur mulai mengeluarkan lingkaran sihir dan puing puing yang tadi terbang berhamburan beterbangan kambali dan kembali membangun istana dengan sendirinya seperti menyusun sebuah puzzle.


Setibanya di ruangan tersebut Raja Iblis Garuda mempersilahkan Willy dan Maria untuk duduk. "Silahkan duduk"


Raja iblis Garuda pun mulai bercerita "Awalnya Setelah sekian lama Menantu ku pulang ke Dungeon ini untuk menengok Vania dan anak mereka"


Willy dan Maria tersentak kaget karena ternyata kakak nya itu sudah memiliki seorang anak tetapi Willy tidak mau menjeda perkataan dari Raja iblis Garuda.


"Pangeran Heri berkata bahwa dia tugaskan untuk menjemput Ratu Isabel di perbatasan, tetapi pangeran Heri sudah memiliki pirasat buruk sehingga meminta tolong kepada saya selaku mertua dia.


Tetapi kita bingung siapa yang akan menggantikan pangeran Heri untuk menjemput Ratu Isabel tersebut, dan pada akhirnya Putra Mahkota Salvator mengajukan anak buahnya untuk menjadi pengganti pangeran Heri.


Dia memerintahkan salah satu anak buahnya yang pernah berkhianat dan untuk menebus kesalahannya dia harus bersedia menjemput Ratu Isabel di perbatasan dengan menyamar menjadi pangeran Heri.


Dan aku pun merubah tampilan wajahnya seperti pangeran Heri dan dia pun berangkat menuju ke perbatasan" ucap Raja iblis Garuda panjang lebar.


Dari pirasat buruk yang pangeran Heri Jovanka alami itu kemudian besar bahwa kerajaan Nebulosus Baru akan membunuh pangeran Heri Jovanka dan mengadu domba antara kerajaan Jovalavia dan Dungeon Raja Iblis Garuda.


Kesimpulan itu di ambil oleh putra mahkota Salvator karena Raja Adrian Plakona sudah pernah gunakan trik seperti itu kepada Raja Varanus ayah dari putra mahkota Salvator. Ketika akan mengkudeta kerajaan Nebulosus lama.


Dan itu benar adanya, Raja Adrian Plakona memerintahkan pembunuh bayaran untuk membunuh pangeran Heri Jovanka ketika menjemput Ratu Isabel di perbatasan.


Dan Raja iblis Garuda serta putra mahkota Salvator banyak mengirimkan mata mata di kerajaan Nebulosus Baru dan mereka melaporkan bahwa kerajaan Nebulosus Baru mempersiapkan prajurit dalam jumlah besar untuk menyerang kerajaan Jovalavia.


Mereka akan mengambil keuntungan ketika Raja Hendrik Jovanka menyerang Dungeon Raja Iblis Garuda dan mengambil alih kerajaan Jovalavia dengan mudah.


Penjelasan demi penjelasan yang di ceritakan oleh Raja iblis Garuda membuat Willy mengerti sehingga Willy menjadi penasaran dan bertanya.


"Ayahanda Raja Hendrik Jovanka memang mengerahkan semua pasukan menuju ke Dungeon ini, apakah pihak dari kerajaan Jovalavia ada yang mengetahui Rencana ini" ucap Willy khawatir.


Vania ikut berbicara dan menjawab pertanyaan dari Willy "Sebenarnya Ayah Raja Teman baik ibunda Ratu Vanessa, suami ku dan ayah selalu berkomunikasi dengan menggunakan keristal komunikasi.


Dan kita pun sudah membahas dan memberitahukan kepada mereka rencanakan dari Raja Adrian Plakona kepada ibunda Ratu Vanessa"


Maria pun ikut menimpali "Ibunda Ratu Elisia dan Ayahhanda Raja Hendrik Jovanka pasti sudah tahu rencana mereka dari alat sihir yang telah aku pasang di kerajaan Nebulosus beberapa waktu yang lalu.


Layar monitor sihir terpasang di ruangan khusus yang berada di kerajaan Jovalavia, dan pasukan dari kerajaan Jovalavia tidak benar benar pergi ke Dungeon ini "


Willy pun menepuk jidatnya sendiri "Betapa bodohnya aku, kenapa aku tidak kepikiran"


Kemudian Willy melirik kearah Maria "kenapa kamu tidak memberitahu ku"


Maria tersenyum " Memang kamu pangeran yang bodoh, dan aku ingin memberi tahu kan mu, tetapi kamu sudah di selimuti oleh Napsu untuk balas dendam saja dan bahkan tidak mendengarkan perintah dari ibunda Ratu Elisia untuk tetap tinggal dan menahan diri.


Kamu malah memanggil Fallion dan pergi dari kerajaan Jovalavia dan dengan terpaksa aku pun mengikuti mu naik ke punggung Fallion untuk pergi ke Dungeon ini "


Kemudian Maria memegang tangan Elvina yang ada duduk di sampingnya "Bantulah aku untuk Mengatur dan menasehati Pangeran Bodoh kita, karena hanya kamu yang pasti akan di dengar oleh Willy, karena kamu cinta pertama di dunia kamu berasal dan sampai ke dunia ini"


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna