PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Raja Hendrik Jovanka Sakit


Ke Esokan harinya, ada beberapa prajurit kerajaan datang untuk memberitahukan bahwa Ratu Elisia diperintahkan untuk menghadap Raja Hendrik Jovanka.


Sudah lama sekali Raja Hendrik Jovanka tidak memerintahkan Ratu Elisia untuk menghadap ke istana kerajaan tetapi hari ini Raja memerintahkan prajuritnya untuk menjemput Ratu Elisia.


Willy bertanya kepada ibundanya


"Ibunda apakah, Raja memerintahkan ibunda untuk menghadap"


Ratu Elisia mengangguk


"Iya nak, ibunda akan bersiap untuk berangkat"


Willy sedikit menghalangi


"Kenapa ibunda harus pergi, diakan sudah membuang kita, bahkan bahan makanan pun mereka tidak pernah mengirimnya lagi, kenapa ibunda harus pergi suruh saja Raja itu menemui ibunda langsung"


Ratu Elisia tersenyum melihat Willy yang sedang marah.


"Jangan begitu nak, dia masih Suami ibunda dan ayah dari dirimu sendiri"


"Kalau begitu Willy ikut dengan ibunda, Willy takutnya ibunda akan di pukuli seperti waktu itu, Willy tidak mau ibunda terluka oleh raja bodoh itu"


Ratu Elisia menyetujui Willy untuk ikut


"Baiklah kamu boleh ikut ibunda tetapi Willy harus janji jangan berbuat yang macam macam ya apalagi sampai berkelahi dengan kakak mu Billy"


Willy mengangguk


"Baik ibunda tetapi ibunda juga janji jangan bilang masalah kekuatan Willy, dan jangan minta kepada Raja untuk kembali kedalam istana, Willy sudah senang berada di sini"


Ratu Elisia mengiyakan permintaan dari Willy dan mereka pun berangkat sedangkan Maria disuruh untuk menjaga tempat mereka dan mengasuh Fallion yang sudah tambah besar.


Willy sebelum berangkat dia membawa potion obat yang dia racik sendiri yang berpungsi untuk menambah kekuatan dan menghilangkan luka.


Sesampainya di istana kerajaan Jovalavia Ratu Elisia dan Willy disambut oleh Ratu Vanessa,


Ketika ratu Elisia turun dari kereta kuda, Ratu Vanessa langsung berlari dan memeluk Ratu Elisia, Ratu Vanessa menahan tangisnya.


"Ratu pertama kenapa anda menangis"


"Maafkan aku Ratu ke 3 sebenarnya aku yang memerintahkan kepada prajurit untuk membawa anda kesini"


"Memangnya ada apa dengan suami kita apakah suami kita baik baik saja"


Ratu Vanessa menggelengkan kepalanya.


"Tidak, suami kita sekarang sedang terluka, dia memimpin pasukan untuk berperang dan ketika kembali suami kita terluka parah, hanya dirimu lah yang bisa mengobatinya"


Kemudian ratu Elisia bertanya kepada Ratu Vanessa


"Bagaimana dengan penyihir kerajaan dan tabib kerajaan apakah mereka tidak bisa menyembuhkan suami kita"


Ratu Vanessa menggelengkan kepalanya


"Lukanya dalam bahkan sihir penyembuh dan pemulihan milik penyihir kerajaan tidak sanggup untuk menutup lukanya dan darahnya terus menerus mengalir apabila dibiarkan suami kita akan segera meninggal dunia"


Ratu Elisia pun menjadi cemas


"Ayo antara aku menemui suami kita"


Ratu Vanessa segera membawa ratu Elisia pergi kedalam istana untuk segera menyembuhkan Raja Hendrik Jovanka.


Willy mengikuti Ibunda dari belakang tanpa memperdulikan orang lain. Sesampainya di kamar Raja Hendrik Jovanka Ratu ke 2 yaitu Ratu Isabel sedang menunggui raja yang sedang berbaring.


Luka bekas sayatan pedang dan luka akibat dari anak panah masih terlihat meskipun di tutup dengan kapas dan perban karena luka itu terus mengeluarkan darah.


4 orang penyihir dan tabib kerajaan bersiaga mereka saling bergantian mengaliri sihir untuk meringankan rasa sakit.


Setelah Ratu Elisia masuk dia pun meneteskan air mata, karena Ratu Elisia teringat ketika dia diselamatkan oleh Raja Hendrik Jovanka dari perdagangan budak, Raja Hendrik Jovanka terluka parah demi menyelamatkan dirinya.


Dan sekarang terjadi lagi bahkan lebih parah dari pada dahulu, Ratu Elisia bergegas untuk mengobati Raja Hendrik Jovanka dengan sihir Regenerasi yang dia miliki.


"Awas semua biar Raja, aku yang obati"


Ketika Ratu Elisia mau mengeluarkan sihir Willy mencegahnya.


"Tunggu ibunda, jangan buang buang tenaga, luka itu sangat mudah di obati dan tidak perlu menggunakan sihir yang sangat berharga"


Disana Ratu Isabel marah


"Lancang kamu ya dasar pangeran tidak berguna, kenapa kamu mencegah ibu mu mengobati suaminya sendiri bahkan dia juga adalah ayah kandung mu"


Willy berbicara lancang kepada ratu Isabel.


"Kalau memang dia ayah kandung ku tidak mungkin dia membuang ku, dan apabila ibunda adalah istri dari Raja, kenapa sudah hampir 2 tahun Raja tidak memerintahkan prajuritnya untuk menjemput ibundaku yang biasanya rutin 2 Minggu sekali.


Bahkan Raja tidak mengirimkan Bahan makanan untuk kami makan, kalau saja aku dan ibunda tidak bisa mempertahankan hidup mungkin sekarang kami sudah mati.


Dan kalau saja kami hanya mengandalkan pemberian dari Raja untuk bertahan hidup, coba bayangkan nasib kami selama 3 tahun berada di tengah hutan belantara.


Diam di Menara pengawas yang sudah tidak dipakai lagi, bertahan hidup dari binatang buas, berburu makanan bahkan sampai hampir harus mati kehilangan nyawa.


Apakah kalian pikir itu mudah, kalian hanya enak duduk dan makan dilayani oleh para pelayan, kami disana harus berjuang untuk mempertahankan hidup kami, bahkan ketika musim dingin tiba.


Sekarang ketika Raja kalian terluka parah kalian ingat dengan kami, ini yang terakhir kali ibunda dan aku kesini.


Lain kali jangan harap kami bisa membantu kerajaan ini lagi"


Willy marah kepada semua orang yang ada disana tetapi Ratu Isabel tidak terima.


"Lancang sekali kamu, masih anak anak sudah berani marah kepada kami dan Raja kerajaan ini"


Ratu Isabel berteriak memanggil penjaga.


"Pengawal bawa anak tidak berguna ini, kalau Ratu Elisia tidak bisa menyembuhkan Raja hukum saja anak sialan ini"


2 orang Pengawal yang menjaga kamar raja pun masuk kedalam kamar dan berniat untuk membawa pergi Willy.


"Tunggu, mohon maaf Ratu ke 2, maafkan lah Willy dia tidak dididik dengan baik, tetapi sebenarnya Willy anak yang baik, bahkan dia hampir kehilangan nyawa untuk mendapatkan bahan obat yang dia bawa sekarang"


Ratu Elisia membela Willy dan menceritakan kejadian disaat musim dingin.


"Willy pergi untuk mencari rumput obat yang langka yang muncul ketika salju turun dan bulan bersinar terang, rumput obat itu di sebut dengan rumput bulan.


Dia mencarinya sampai ke bukit yang curam, bahkan demi mendapatkan rumput bulan itu Willy jatuh kedalam jurang, dan dia baru kembali setelah musim dingin berakhir"


Mendengar perjuangan dan pengorbanan Willy Ratu Vanessa meneteskan air mata, dan Raja Hendrik Jovanka pun mulai simpati kepada Willy.


Kemudian Ratu Elisia menyuruh Willy untuk mengeluarkan potion yang dia bawa.


"Nak mana obat yang kamu bawa dan kamu racik sendiri, berikan kepada ibunda lihat ayahmu sedang sakit sekali, hanya obat yang kamu bawa yang bisa menyembuhkan ayah mu itu"


Willy pun luluh dia memberikan 2 botol potion kepada ibunda.


"Ini ibunda potion nya, yang ini untuk di minum dan ini cukup disiram ke seluruh tubuh yang luka"


Kemudian Ratu Elisia mengambil ke 2 botol potion kemudian mengangkat kepala Raja Hendrik Jovanka dan memberinya minum obat.


Tetapi Ratu Isabel sedikit memfitnah Ratu Elisia dan Willy.


"Obat apa itu jangan jangan itu adalah racun untuk membunuh ayahmu sendiri karena telah membuang mu"


Raja Hendrik Jovanka melambaikan tangannnya.


"Sudah biarkan ratu ke 3 mengobatiku, racun atau bukan kalau aku tidak segera di obati aku juga akan segera mati, dan jika ini racun mungkin aku akan mati lebih cepat"


Ratu Vanessa harap harapan cemas dia tahu tidak mungkin Willy mencelakai ayahnya sendiri walaupun ayahnya telah tega membuang dia.


Ratu Elisia pun memberikan Raja Hendrik Jovanka minum obat tersebut. Kemudian Ratu Elisia melepaskan perban dari tubuh Raja Hendrik Jovanka dan dibantu oleh Ratu Vanessa.


Setelah semua perban dilepas Ratu Elisia menyiramkan satu botol potion lagi keseluruhan tubuh Raja Hendrik Jovanka.


Setelah semua tersiram habis dan merata beberapa saat kemudian obat itu bereaksi, luka di tubuh Raja Hendrik Jovanka mulai meregenerasi dan menutup secara berlahan dan stamina dari Raja Hendrik Jovanka pun kembali pulih.


Ratu Elisia berkata kepada Raja Hendrik Jovanka.


Istirahat 2 sampai 3 hari supaya tubuh tuanku Raja sehat total dan jangan lupa makan makanan yang lembek dulu seperti bubur dan sebagainya.


Setelah itu Willy berbicara lagi dengan lancang.


"Lihat lah, itu bukan racun kan, bahkan Raja langsung sembuh dan merasakan khasiat obat yang aku buat.


Jika kerajaan ini mau berperang dan membutuhkan obat mujarab seperti ini lagi, kerajaan ini hanya perlu menyediakan uang saja, dan saya akan menjualnya kepada kalian dengan kualitas yang sama"


Kemudian Willy menarik tangan Ibunda.


"Ayo ibunda kita pulang, toh Raja sekarang sudah sembuh buat apa lagi kita berlama-lama berada di istana kerajaan ini lagi"


Willy dan Ratu Elisia beranjak pergi dari kamar dan berpamitan kepada Ratu yang lain, ketika Ratu Elisia dan Willy mau keluar dari kamar Raja Hendrik Jovanka memanggil.


"Tunggu sebentar"


Willy dan Ratu Elisia menoleh kearah raja Hendrik Jovanka.


"Kalau kamu ingin di akui lagi sebagai pangeran ke 3 dan ingin kembali ke kerajaan ini 2 tahun lagi akan diselenggarakan pertandingan beladiri sebenua bagian Utara,


Pertandingan itu diadakan 10 tahun sekali dan khusus anak anak yang berusia 7 sampai 15 tahun,


ikuti lah pertandingan itu jika kamu masuk perempat final saja kamu akan aku anggap sebagai anggota kerajaan Jovalavia lagi dan boleh menyandang status sebagai pangeran ke 3.


Dan kamu boleh kembali lagi bersama ibundamu ke istana kerajaan ini"


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.