PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Mereka Melempari Bom


*Di kerajaan Lareagon


Willy tidak khawatir dengan keadaan Maria yang berada di kerajaan Nebulosus Baru, karena Willy tahu kemampuan dari Maria.


Willy sekarang fokus tentang proyeknya yaitu membuat Meca Bot, dan selama kompetisi berlangsung, ke 10 Black Smith master yang di bantu oleh pasukan raja naga sudah membuat banyak rangka dari bagian Meca Bot,


Willy tinggal merangkainya saja menjadi bentuk Meca Bot sempurna. Dan ada 2 Meca Bot yang sedang dirangkai, yang satu untuk hadiah pernikahan Clarisa dan Raja Gibran yang satunya lagi untuk Hadiah Ferik Reagon karena sudah naik tahta menjadi Raja muda.


Dan Meca Bot yang belum di rangkai adalah untuk pertahanan para prajurit ada sekitar 20 Meca Bot humanoid dan ada sekitar 10 Meca Bot bentuk hewan seperti Serigala, Harimau, Gorila dan lainnya.


Sedangkan persiapan prajurit inti lainnya adalah untuk menghadapi perang terbuka antara kerajaan Lareagon dan kerajaan Inggarsia yang akan di laksanakan 2 bulan lagi.


Willy pun tidak tinggal diam dia memerintahkan pasukannya untuk bersiap kalau kalau ada serangan dari udara yang dilancarkan oleh kerajaan Inggarsia.


"Perhatikan semua prajurit khusus untuk penunggang Wyvern dan penungang Gripon, kalian semua harus bersiap dan siap setiap saat.


Karena kerajaan Inggarsia sudah menyatakan perang terhadap kerajaan kita ini, gunakan senjata kalian semaksimal mungkin.


Jangan memberi musuh ampun apalagi membiarkan mereka Lolos setelah melihat senjata kita.


Karena senjata kita ini adalah masih rahasia dan jangan sampai negara lain tahu"


Semua prajurit secara bersamaan berbicara.


"Siap mengerti komandan"


*


Di langit kerajaan Lareagon ada sekitar 11 Wyvern yang terbang dan mendarat di depan istana kerajaan Lareagon.


Dia adalah Raja Gibran dan ke 10 pengawalnya yang setia dari pasukan udara kerajaan Eldragon.


Maksud kedatangan dari Raja Gibran adalah menjemput putri Clarisa untuk dibawa kerajaan Jovalavia.


Willy pun di beritahukan oleh pelayan kerajaan dan dia pun segera pergi ke istana.


Sebelum pergi Willy berpesan


"Siapkan tunggangan kalian, pasang peralatan tempur supaya ketika ada musuh yang menyerang tiba tiba kita tidak kaget lagi"


Semua prajurit langsung bergerak seperti akan terjadi penyerangan besar ke kerajaan Lareagon ini.


Willy pun tiba di istana


"Hai anak tampan, aku belum mengucapkan selamat kepada mu karena sudah menjadi juara pertama di kompetisi itu.


Apa kamu menginginkan hadiah, sebutkan saja apa pun yang kamu mau akan aku laksanakan"


Willy tersenyum


"Apa benar paman akan memberikan apapun yang Willy minta"


Raja Gibran pun mengangguk.


"Ya, apapun...bahkan tahta dan nyawa ini akan aku berikan"


Willy menggelengkan kepalanya


"Willy tidak tertarik dengan tahta ataupun jabatan Willy hanya ingin paman membantu membuat ini..."


Willy menyerahkan blue print, rangkaian dari penemuannya yang di gambar menjadi bagian bagian kecil.


Ada sekitar 20 lembar blue print yang diberikan kepada Raja Gibran.


"Jangan tanya apa ini, Willy tahu banyak black Smith master di kerajaan Eldragon, Willy minta 100 item dari tiap tiap blue print bahkan kalau paman mau juga paman dapat bikin 1000 atau lebih"


Raja Gibran tidak banyak tanya dia langsung mengambil Blue print dari tangan Willy.


"Baiklah demi anak tampan, paman akan menyuruh orang mengerjakannya, kapan harus selesai"


Willy pun menjawabnya.


"Satu bulan dari sekarang sebelum hari pernikahan paman benda itu harus sudah selesai"


Raja Gibran pun mengacungkan jempol jarinya.


"Baiklah, sip..."


Kemudian Willy bertanya kepada Raja Gibran.


"Eh ngomong ngomong, kenapa paman Gibran datang kesini?..."


Raja Gibran tersenyum.


"Paman Rindu sama Kak Clarisa mu, sekalian paman mau antar Clarisa ke kerajaan Jovalavia biar dia lebih aman.


Soalnya kerajaan ini dan kerajaan Inggarsia sudah resmi menyatakan perang, paman khawatir kerajaan Inggarsia menyerang kerajaan ini tiba-tiba.


Jadi lebih aman bila Clarisa berada di kerajaan Jovalavia, dan paman pun akan memberikan 2 orang pengawal kepada Clarisa"


Willy hanya menanggapi seadanya.


"Oh begitu..."


Kemudian Raja Gibran pun berkata lagi.


"Eh kak Elisia menitipkan pesan kepada paman, katanya kalau perang sudah mulai berkecamuk, pergilah ke kerajaan Eldragon supaya kamu aman"


Willy menggelengkan kepalanya


"Willy sudah merasa bagian dari kerajaan ini paman, apa pun yang terjadi Willy dan pasukan yang Willy pimpin akan ikut berperang melawan kerajaan Inggarsia"


Raja Gibran menjadi bingung


"Kamu akan menjadi putra mahkota kerajaan Eldragon menggantikan paman, paman tidak akan membiarkan kamu dalam bahaya.


Willy pun berkata.


"Iya peperangan ini di sebabkan oleh Willy juga dan Maria karena mengalahkan peserta dari Inggarsia dan membuat mereka cacat.


Jadi Willy tidak akan lari dan akan ikut berperang melawan kerajaan Inggarsia sampai titik darah penghabisan, tenang saja paman tidak perlu khawatir.


Yang penting Willy minta bantuan paman menyelesaikan permintaan Willy tepat waktu, itu saja karena yang akan paman buat adalah kunci kemenangan bangsa Dwarf melawan kerajaan Inggarsia"


Setelah obrolan Raja Gibran dan Willy selesai tiba-tiba ada alarm peringatan berbunyi. Dan di ikuti oleh suara ledakan.


UI....w..uwiw.....


UI....w..uwiw.....


Duwar....


Duwar....


"Ada apa ini....."


Teriak Raja Gibran yang langsung melangkah menuju pintu keluar. Raja Freevik Reagon, Raja Ferik Reagon dan Clarisa pun keluar dari ruangan mereka menuju pintu keluar.


"Hai Raja Gibran apa yang terjadi"


Raja Freevik Reagon bertanya sambil melangkah pergi. Kemudian dijawab raja Gibran.


"Saya tidak tahu ayah angkat, mungkin kita sedang di serang"


Setelah mereka tiba di luar, memang betul, kerajaan Lareagon sedang diserang oleh sekitar 50 penunggang Elang raksasa.


Mereka melemparkan Bom kearah bangunan yang berada di wilayah kastil kerajaan.


Beberapa bangunan ada yang terkena ledakan dan terbakar dan beberapa lagi ada yang sampai hancur.


Tetapi setiap kali pasukan musuh melemparkan Bom kearah kastil, bom mereka langsung meledak sebelum sempat sampai ke atap kastil.


Itu disebabkan karena Kastil kerajaan Lareagon memiliki pelindung khusus yang apabila ada serangan dari udara barier pelindung langsung aktif.


Ada beberapa prajurit yang mencoba menjatuhkan musuh dengan cara memanah dan ada yang menggunakan katapel besar dan panah besar.


Tetapi pergerakan dari musuh begitu cepat karena menunggangi burung elang raksasa.


Raja Gibran pun memerintahkan ke 10 anak buahnya untuk menjatuhkan mereka.


Ke 10 orang itu pun segera menaiki Wyvern mereka dan menembak salah satunya dengan sihir pelepasan.


Pertarungan udara pun terjadi 10 penunggang Wyvern melawan 50 penunggang burung elang raksasa.


Tetapi pasukan raja naga yang sudah bersiap siaga langsung bergerak cepat, 100 prajurit penunggang Wyvern dan 50 prajurit penunggang Gripon dengan senjata lengkap.


Sekarang keadaan terbalik 160 penunggang mahluk terbang dari kerajaan Lareagon melawan 50 penunggang burung elang raksasa.


Musuh bukan hanya menggunakan sihir pelepasan mereka juga memakai panah CrossBow pertarungan udara pun sangat sengit.


Saling kejar terjadi antara musuh dan pengawal Raja Gibran, Willy disana berteriak kepada pasukannya.


"Ingat jangan ada ampun dan belas kasih jatuhkan mereka sekarang juga"


Semua prajurit raja naga penunggang Wyvern dan Gripon siap membidik musuhnya kemudian Willy berkata kepada Raja Gibran.


"Paman perintahkan pengawal paman untuk mendarat biar pasukan ku yang akan menangani ini"


Raja Gibran pun mengangguk.


"Baiklah..."


Raja Gibran mengeluarkan peluit lalu meniup peluit tersebut. Dan dengan kode itu pengawal Raja Gibran terbang rendah dan kemudian mendarat.


Willy pun memberikan kode dengan melepaskan sihir pelepasan ke langit seperti kembang api.


Wuss....


Syut....


Duwar....


Semua sudah mengerti mereka membidik kemudian melepaskan tembakan.


Door....


Door....


Door....


Satu persatu mereka jatuh bahkan elang raksasa dan penunggangnya mati, tertembus senjata api milik prajurit Raja Naga.


Hanya tinggal beberapa orang lagi yang masih hidup dan berniat melarikan diri tetapi dengan sigap mereka pun di tembaki sampai akhirnya terjatuh dan mati.


Raja Gibran bengong karena tidak butuh waktu lama pasukan Willy bisa menghancurkan pasukan musuh.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.