PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Siap Bilang Aku Ini Beban


Di depan pintu masuk, mereka belum keluar dan menatap pergi party yang di pimpin oleh Boni.


Di sana Libear nampak ragu untuk pergi ke hutan kegelapan "Kalian berdua yakni akan pergi ke hutan kegelapan, kalian ini sudah di bodohi oleh si Boni, mereka saja gak mau pergi ke sana dan malah memilih 10 quest level kita"


"Heh beruang sirkus, apa kamu takut, badan saja gede tapi nyali mu kecil" ledek Maria.


"Cewek jutek, aku bukan takut, ta...tapi aku curiga dengan mereka yang mau tukar quest, dan lagi kalau hanya mengantarkan gerobak ini saja aku sendiri pun sanggup, tapi kamu tidak tahu hutan kegelapan ini sarang Monster hewan buas" ucap Libear.


"Kalau tidak takut kenapa kaki mu gemetar" timpal Maria.


"Ma...mana aku tidak gemetar" ucap Libear sambil menegakan tubuh supaya gemetar kaki karena ketakutan berhenti.


"Sudah jangan banyak berbebat ayo kita pergi" ucap Willy.


Maria pun melangkah dan mendekati Willy, sedangkan Libear masih mematung di sana.


Maria pun berbalik dan berteriak "Ngapain kamu masih di sana ayo bawa gerobak itu dan ikuti kami"


Libear yang tersadar bergerak dan membawa gerobak yang beri botol potion kosong.


Gerbang di jagat oleh beberapa prajurit penjaga, tidak ada yang boleh memasuki hutan kegelapan kalau tidak ada surat pengantar resmi dari tuan kota atau guild petualang.


Di karenakan hutan tersebut sangat berbahaya bagi warga kota kalau sampai ada monster hewan yang memasuki kota.


Di kota hitam ini, sering sekali monster hewan memasuki kota, sehingga penduduk menjadi panik, prajurit penjaga kota hanya sedikit, sehingga mereka yang mengandalkan para petualang yang berani mengambil resiko.


"Kalian bertiga mau kemana" cegat prajurit penjaga gerbang.


"Kami, akan ke luar gerbang selatan ini, tuan prajurit" ucap Willy.


"Lebih baik kalian kembali, hutan kegelapan bukan tempat untuk bermain main" usir prajurit penjaga.


"Tapi kami punya ini" Willy menunjuk quest dari guild petualang.


Prajurit penjaga pun tidak bisa cegah mereka, karena quest dari guild petualang sudah termasuk surat pengantar resmi, dan apa pun yang terjadi dengan mereka sudah menjadi resiko.


"Baiklah, aku kira kalian hanya anak kecil biasa, ternyata kalian para petualang, tapi kalian petualang level apa" tanya prajurit penjaga.


Di belakang Willy dan Maria, Libear langsung menyaut "Kami level silver pak"


"Wow ternyata kalian anak anak yang hebat, masih kecil sudah level silver" ucap prajurit penjaga.


Dia pun membuka pintu gerbang sampai bisa masuk gerobak dorong.


"Minimal level perunggu yang bisa keluar dari gerbang ini, itu pun rekomendasi dari guild petualang dengan quest di pinggir hutan dekat gerbang, dan quest kalian ini memang kesulitannya harus di lakukan oleh petualang tingkat silver, hati hati di jalan semoga kalian kembali dengan selamat" ucap prajurit penjaga sambil menyerahkan kertas quest ke pada Willy.


Willy pun tersenyum dan mengangguk "terima kasih tuan prajurit penjaga"


Mereka pun melangkah pergi masuk kedalam hutan kegelapan, hutan ini di sebut hutan kegelapan karena sangat gelap seperti halnya kota hitam yang hanya di terangi matahari 4 jam sekali.


Hutan yang sangat menakutkan, karena hutan ini sarang berbagai macam monster hewan buas, semakin kedalam monster hewan buas semakin kuat, bahkan diantaranya adalah level bencana dan level hewan iblis seperti monster Kraken yang pernah Willy dan Maria kalahkan.


Jarak 1 sampai 5 kilometer dari gerbang masih termasuk pinggiran hutan, dan makin masuk kedalam monster hewan buas akan semakin bertambah banyak dan kuat.


Bahkan ada petualang yang pernah masuk sampai ke kilometer ke 6 mereka di serang oleh Troy, dan harimau api yang sangat buas.


Bagi Libear melihat dalam gelap itu sudah bisa, karena dia manusia setengah binatang Ras Bear man yang biasanya hidup Noturnal atau di malam hari.


Sehingga kegelapan malam ini sudah biasa bagi dirinya, tetapi untuk Willy dan Maria karena mereka manusia meskipun mereka memiliki kemampuan mata emas yang bisa melihat dalam kegelapan, ini sangat menggangu.


Maria pun mengeluarkan sihir elemen api dan membuat penerangan dengan sihir elemen api yang dibuat terbang mengikuti Maria.


"Tidak aku sangka kamu ini ternyata penyihir elemen api" ucap Libear.


Maria hanya diam tidak menanggapi perkataan dari Libear dia hanya terus berjalan dan tiba-tiba Willy pun berhenti.


"Tapi, mau di apakah gerobak ini" tanya Libear.


"Sudah pergi saja sana sama Maria, sebentar lagi aku akan menyusul kalian" ucap Willy.


Libear pun menuruti perkataan dari Willy, dia meninggalkan gerobak dorong tersebut bersama Willy dan berlari mendekati Maria, ketika sudah agak jauh Willy pun segera memasukkan gerobak dorong tersebut kedalam sihir dimensi item Room miliknya.


"Sudah beres, jadi aman kalau begitu, aku tidak perlu repot-repot melindungi gerobak tersebut kalau muncul monster hewan dan lebih fokus untuk bertarung" guman Willy.


Dia pun langsung pergi menyusul Maria dan Libear dengan berlari kecil.


"Kemana gerobak dorong kita" tanya Libear.


Willy tersenyum dan menjawab sembarangan "Aku sulap supaya menghilang dan ketika kita sampai, gerobak tersebut ada kembali"


Libear pun merasa bingung "Apa kamu pesulap"


Willy tersenyum dan menggelengkan kepalanya "bukan, aku bukan pesulap"


"Lantas tadi kamu bilang..." Ucap Libear.


"Sudah jangan banyak bertanya, percayakan saja kepada Willy, gitu aja repot" Maria ketus.


"Dasar wanita jutek, apa aku tidak boleh bertanya, dan ingin tahu" ucap Libear.


"Tidak perlu banyak tanya dan tidak perlu banyak tahu, apalagi tentang kami berdua" ucap Maria datar


"Kenapa" tanya Libear


"Kalau kamu tahu tentang kami berdua, nanti kamu pingsan dan tidak akan bisa bangun lagi" jawab Maria.


Libear pun mendekati Willy "Benar kah yang di ucapkan oleh Maria "


Willy tersenyum "Maria hanya bercanda, kami berdua hanya pengembara yang kebetulan lewat dan tertarik menjadi petualang di kota ini, sehabis menyelesaikan quest ini, kami berdua akan melanjutkan perjalanan kembali"


"Apa boleh aku ikut dengan kalian" pinta Libear.


"Tidak Boleh, kamu hanya akan menjadi beban kami saja" ucap Maria.


"Siapa bilang aku ini beban untuk kalian, lihat aku ini kuat, tahu" bela Libear.


"Aku yang berkata, bahwa kamu beban" ucap Maria.


"Huh dasar cewek jutek" ucap Libear sambil memonyongkan bibirnya.


Perjalanan 1 kilometer pertama tidak ada hal yang aneh, hanya terlihat monster kelas rendah saja seperti slime yang bercahaya dalam kegelapan berwarna biru dan hijau.


Sesekali Willy membunuh slime tersebut dengan menggunakan ranting pohon yang dia pungut kemudian di tajamkan ujungnya dengan pisau belati yang dia bawa dan bergantung di sabuknya.


Slime yang mati tersebut kemudian di ambil inti monsternya, yang hanya sebesar biji kelereng berwarna merah


Memasuki kilometer ke 2 hewan yang muncul beragam tetapi tidak berbahaya, hanya jenis bajing dan tikus yang berlarian ke sana kemari.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna