
Kesatria pengawal Wiliam Velez memberikan pedang dewanya, kemudian ke 20 kesatria itu membentuk formasi pertahanan. Dengan Wiliam Velez berada di tengah tengah mereka, untuk melindungi dari serangan troll tersebut.
Pasukan itu membentuk formasi kura-kura dengan tameng menutupi mereka di depan dan di atas, tombak di arahkan ke atas untuk melindungi dari injakan troll tersebut.
Nampak pasukan kesatria itu, sudah ahli dalam menghadapi troll, mereka tanpa ragu menghampiri troll yang berukuran kecil. Meskipun berukuran kecil tetapi tinggi troll itu 10 meter. Sama tingginya dengan bangunan berlantai dua.
Terlihat mereka menargetkan 1 kaki troll itu untuk di buat cacat terlebih dahulu dan sesekali Wiliam Velez menyayatkan pedangnya di kaki troll dan kemudian mundur untuk berlindung.
Serangan itu sedikit efektif, karena terlihat troll itu kesakitan, kakinya di angkat sebelah dan troll itu pun jingkrak jingkrak dengan satu kaki.
Wiliam Velez pun berseru "ayo incar kaki satunya lagi"
Para kesatria itu pun menargetkan kaki yang menjadi tumpuan si troll itu dan terus menebas kemudian mundur bertahan dan di ulangi lagi menebas.
Para kesatria dan Wiliam Velez tidak menyadari kaki yang satunya lagi, yang tadi troll itu angkat, karena hanya fokus kepada satu kaki yang menjadi tumpuan.
Kaki troll itu di ayun dan menendang para kesatria tersebut sehingga terhempas ke segala arah, termasuk Wiliam Velez.
Beberapa kesatria meninggal dunia, dan yang lainnya terluka, Wiliam Velez pun pingsan, dan salah satu dari mereka pun berteriak "Healer kami butuh healer segera, tuan ku terluka cepat"
Beberapa petualang langsung mengevakuasi mereka dan membawanya ke tempat yang aman.
Troll yang paling kecil itu semakin menjadi, dia mengambil batang pohon yang sudah tumbang untuk di jadikan senjata dan menghempaskan para prajurit.
Di sana Clovis pun menjadi khawatir dan bertanya kepada Willy "Apakah aku harus memerintahkan para petualang untuk ikut menyerang ?"
"Jangan dulu, lihatlah para penyihir dari dari kuil bermunculan, ini akan segera berakhir" jawab Willy.
Sebetulnya Willy sedikit tidak perduli dengan kota ini, karena kota ini salah satu dari kerajaan yang menganut ajaran dewa.
Dari informasi yang Willy dapat, mereka juga yang memerintahkan para pembunuh bayaran untuk membunuh Willy karena disebut bisa menghalangi rencana mereka.
Bisa di katakan bahwa kota Ormea ini dan kerajaannya adalah musuh bagi Willy, tetapi karena dia sekarang bernaung di guild petualang yang netral maka Willy hanya mengukur waktu untuk tidak membantu mereka.
Willy hanya menonton saja tanpa turun tangan, karena di sana juga selain prajurit penjaga kota ada juga Prajurit dari 3 kuil dewa yang lumayan banyak.
Mereka pun datang dan Menyerang dengan berbagai senjata dan sihir, mereka bahu membahu menyerang troll tersebut, dan karena merasa terdesak maka semua troll itu melarikan diri.
Kemenangan pertama pun tercapai karena semua pasukan datang untuk melawan troll tersebut dan setelah evakuasi korban para petualang pun kembali ke guild petualang.
Korban tewas dan terluka dari prajurit penjaga kota dan prajurit 3 kuil dewa lumayan banyak, dan itu membuat Willy menjadi senang karena bisa mengurangi kekuatan mereka.
Di guild petualang mereka pun merayakan kemenangan tersebut dengan minum minum, tetapi disana Willy berkata kepada Clovis "Jangan senang dulu, ini adalah awal bagi mereka untuk kembali menyerang kota"
Mendengar perkataan dari Willy, Clovis pun menjadi terkejut "Apa maksud mu"
Kemudian Willy pun menjelaskan "Troll tadi seperti ada yang mengendalikannya, dan aku yakin nanti malam atau besok pagi akan terjadi penyerangan troll lagi ke kota ini, kita harus segera mengevakuasi warga ketempat yang aman sebelum terlambat"
Clovis tidak percaya tetapi disana Maria mengangguk, yang berarti perkataan Willy itu pasti terjadi dan dia pun bertanya kembali "Kira kira tempat yang aman untuk mengevakuasi warga di mana"
"Apa gedung guild petualang ini " ucap Clovis.
Willy pun mengangguk, "iya, karena tempat ini ada di pusat kota, dan penyerangan akan terjadi di pinggiran kota, aku akan membuat barier pelindung seperti yang pernah aku buat seperti waktu Maria dan paman bertarung, sehingga troll itu tidak akan bisa menghancurkan tempat ini"
Clovis pun berusaha mempercayai Willy, karena pengetahuan orang yang berasal dari daerah luar itu lebih banyak, karena di kota ini, informasi sangat terbatas.
"Baiklah aku akan memerintahkan kepada para petualang untuk mengevakuasi warga sebelum terlambat" ucap Clovis.
Kemudian dia pun berdiri dan naik ke atas meja sehingga menjadi pusat perhatian, dan setelah itu Clovis pun mulai berpidato "Teman teman semua, jangan berpesta dulu, karena kita masih belum aman, aku akan tugaskan kepada kalian untuk mengevakuasi warga yang ada di pinggiran kota dan bawa mereka ketempat ini, tenang saja nanti akan aku traktir kalian makan dan minum sepuasnya kalau tugas kalian selesai"
Mendengar perkataan dari Clovis mereka pun bersemangat, apa lagi mendengar kata traktir, karena di hidup mereka kalau tidak uang maka makan gratis yang ada di otak mereka.
Sehingga mereka pun menyelesaikan makan dan minum mereka, kemudian mereka berpencar untuk mengevakuasi warga, Willy dan Maria pun bersiap untuk memasang Barier Pelindung yang di pasang ke seluruh gedung guild petualang ini.
Sebenarnya guild petualang ini tidak terikat oleh penguasa kota atau kerajaan mana pun, bisa di katakan guild petualang ini berdiri sendiri dan bersifat netral.
Bisa di katakan mereka itu bisa di pekerjaan kalau di bayar, dan mereka juga bisa menjadi tentara bayaran dan bertarung membantu prajurit kalau mereka di bayar sesuai dengan level petualang mereka.
Setelah menyelesaikan tugasnya Willy dan Maria pun pergi ke hotel, di mana mereka menginap.
Sesampainya di kamar hotel Maria pun bertanya "Kenapa kamu tidak membantu melawan troll itu tadi ?"
"Kerajaan ini adalah musuh bagi para sekutu dewa naga agung seperti kita, jadi aku tidak mau membantu mereka" jawab Willy.
"Tetapi mengapa kamu malah menyuruh para petualang untuk mengevakuasi warga dan memasang Barier Pelindung kalau mereka musuh kita" Maria pun bertanya heran.
Willy tidak membantu melawan troll tetapi membantu menyuruh petualang untuk mengevaluasi warga, yang membuat Maria bingung adalah Willy bilang mereka musuh tetapi masih menghawatirkan keselamatan warga kota ini.
Disana Willy tersenyum dan berkata " Warga kota ini tidak tahu apa apa, dan mereka tidak berdosa, sedangkan para petualang bersikap netral, mereka bisa jadi teman atau musuh, tergantung mereka di bayar untuk melawan kita atau tidak"
"Jadi sekarang kita harus bagai mana, menjadi penonton atau ikut turun tangan" tanya Maria.
Willy pun menjawab "Untuk sekarang kita hanya mengawasi dan menonton saja, biarkan mereka yang bekerja keras karena ini kota mereka, kita hanya perlu mencari tahu, siapa yang menggerakkan monster tersebut dan apa motifnya"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna