
Maria melirik Willy dia terkaget karena tiba-tiba black Smith itu marah kepada Willy, dari tadi Maria hanya mengamati armor merah yang ada di pojok toko ini, sehingga dia fokus dan menghiraukan keadaan di sekitarnya.
Tetapi ketika black Smith itu berteriak dan Maria baru lah Maria tersadar dan melirik Willy dan kemudian dia pun mendekati Willy.
"Ada apa, kenapa tuan black Smith itu menangis" tanya Maria.
Willy pun menjelaskan "Anaknya sakit semua tabib dan penyihir penyembuh sudah tidak sanggup untuk menyembuhkan anaknya, dan aku hanya menawarkan apa bila aku bisa menyembuhkan anaknya aku ingin armor merah itu menjadi milik ku, tetapi dia malah marah dan kemudian menangis"
"Laki laki yang kurang beruntung, Willy sudah menawarkan diri mau menyembuhkan anak mu tetapi kamu malah marah dan menangis, ya sudah ayo kita pergi ke toko lain" ajak Maria.
Kemudian Willy pun membalikan badannya tetapi sebelum itu Willy mengeluarkan 1 botol potion anti Racun, pembuatan potion itu di pelajari dari penyihir penyembuh dari kerajaan Eldragon waktu menyembuhkan Ratu Elisia.
"Ini adalah potion anti Racun, bisa mengurangi rasa sakit dan sedikit menetralisir Racun walaupun tidak sampai sembuh" Willy meletakan botol potion itu di atas meja counter milik black Smith itu dan kemudian dia pergi.
Sangat di sayangkan padahal, armor itu sangat di inginkan oleh Maria tetapi karena black Smith itu keras kepala jadinya tidak mendapatkan armor tersebut.
Maria nampak biasa saja dan tidak ada ekspresi di wajahnya, padahal didalam hatinya, dia sangat menginginkan armor itu.
Willy pun melihat toko yang menjual bahan obat herbal dia pun menyeringai dan menarik tangan Maria ke toko itu.
"Ayo ikut aku, kita akan mendapatkan banyak uang" ajak Willy.
"Apa kamu masih tertarik dengan uang, bukan kah uang kita sangat banyak" jawab Maria.
"Ya, kita memang memiliki banyak uang tetapi ini berbeda, kita kesini selain mendapatkan uang kita juga mencari informasi penting terkait tentara bayaran armor Putih" jawab Willy.
Willy pun melihat papan nama toko tersebut disana selain terukir nama toko disana juga terdapat lambang klan serigala yang sama seperti milik klan serigala yang ada di federasi bebas.
Willy pun masuk dan kebetulan disana hanya ada satu pelayan toko, dan toko itu relatif sepi. Tidak banyak pengunjung yang datang.
Dan kebetulan pas Willy masuk sudah tidak ada lagi pelanggan yang datang, Willy pun menghampiri pelayan toko dan bertanya "Tuan aku lihat toko ini memiliki lambang klan serigala federasi bebas, apa toko ini memiliki hubungan dengan klan serigala yang berada di federasi bebas"
Pelayan toko itu balik bertanya dengan tatapan curiga "Hey Bocah kamu ini siapa, dan kenapa tahu tentang klan serigala yang berasal dari federasi bebas"
"Jadi benar, toko ini ada hubungannya dengan klan serigala ya" ucap Willy.
"Kalau iya kenapa, toko ini salah satu cabang dari usaha keluarga klan serigala, terus apa yang kamu inginkan sekarang kalau sudah mengetahui kalau toko ini milik klan serigala" ucap pelayan toko itu dengan sinis.
"Kalau begitu aku ingin menemui manager toko ini, apa boleh" ucap Willy.
Pelayan toko itu pun menjadi marah "Hay Bocah, kamu bilang ingin bertemu dengan manager kami, ada kualifikasi apa kamu ingin bertemu manager kami ini, bahkan orang penting di kota ini sangat susah untuk bertemu dengan manager kami.
Manager kami sangat sibuk sehingga tidak semua orang bisa menemuinya, hanya orang penting yang berkedudukan yang bisa menemui manager kami"
Willy tidak mau melayani adu mulut dengan pelayanan toko seperti ini, dan pasti semakin lama dia akan semakin merendahkan Willy karena dia hanya seperti anak kecil pada umumnya.
Sehingga Willy langsung mengeluarkan Token plakat emas klan serigala dan meletakan di atas counter pelayan toko itu.
Brak....
"Apakah aku tidak lebih penting dari manager mu itu, dan tidak berkedudukan di klan serigala, beritahukan kepada manager mu aku putra Eldra ingin bertemu dengannya" ucap Willy.
Melihat plakat token emas pelayan toko itu tersentak kaget, tetapi beberapa waktu kemudian dia kembali mendengus.
"Hai bocah, dari mana kamu mendapatkan token tetua klan serigala, apakah kamu mencurinya. Kalau begitu tunggu akan aku laporkan kepada tuan ku supaya kamu mendapatkan hukuman" ucap pelayan toko itu dengan marah.
Pelayan toko itu kemudian mengambil token emas milik Willy dan berlari menuju ke lantai atas toko ini untuk melaporkan bahwa ada pencuri yang memiliki token emas klan serigala.
Sesampainya di ruangan manager pelayan toko itu mengetuk pintu sambil berteriak. Tok...tok... tok... Kemudian pintu langsung di buka tanpa di persilahkan masuk.
Dengan bersikap agak lebay seperti lelaki tulang lunak dia menghampiri manager yang dia panggil tuan beay.
"Apa kedua pencuri kecil itu sudah kamu tangkap dan apa yang mereka curi dari toko kita" tanya manager beay.
"Dia tidak mencuri apa pun dari toko kita, dia hanya ingin bertemu dengan anda, dan mengeluarkan Token plakat emas klan serigala ini, aku yakin dia pencuri yang mencuri plakat ini tuan" jawab pelayan toko itu.
Si pelayan toko menyerahkan plakat itu kepada manager beay "ini plakat tersebut, mereka menunggu di lantai bawah"
Manager beay membelalakan matanya melihat token plakat emas tersebut, kemudian membalikan plakat tersebut dan dilihat ada tulisan nama pemiliknya.
Manager beay kemudian bertanya kepada pelayan toko "siapa tadi namanya"
"Dia tadi mengaku putra Eldra" jawab pelayan toko.
Di plakat itu tertulis nama pemiliknya adalah pangeran Willy Jovanka atau putra Eldra.
Si pelayan toko itu main ambil saja sehingga langsung menuding Willy yang mencuri plakat tersebut dan menggunakan untuk menipu toko bahan obat herbal ini.
"Aku yakin dia bocah penipu, yang memanfaatkan plakat klan serigala kita untuk menipu toko kita ini tuan beay" ucap pelayan toko.
Wajah manager beay langsung memucat dia berdiri dan menghadap ke pelayanan toko kemudian tangan kanannya melayang ke pipi pelayan toko.
Plak ....
"Dasar bodoh, kamu sudah menyinggung orang yang salah" bentak manager beay.
Dia pun bergegas pergi menuju ke lantai bawah untuk menemui Willy. Tanpa memperdulikan pelayan toko itu yang kaget karena tiba-tiba di tampar oleh managernya sendiri.
Sesampainya di lantai bawah terlihat Willy dan Maria sedang berdiri menunggu dengan tenang dan tidak ada nampak wajah gelisah di sikap mereka berdua.
Manager beay yang sudah sampai ke lantai bawah sambil terengah-engah langsung berlutut di depan Willy dan Maria.
"Aku Manager Beay. Hormat kepada Pangeran Willy Jovanka dan nona muda Maria" ucap manager beay
"Bangunlah" pinta Willy
Manager beay pun bangkit dari berlutut kemudian dia membungkuk badannya "Maafkan Kami atas tindakan yang tidak menyenangkan kepada anda, ini Token plakat emas klan serigala aku kembalikan kepada anda, terima kasih mau berkunjung ke toko ini"
Manager beay meminta maaf dan menyerahkan kembali plakat milik Willy dan Willy pun mengambil kembali plakat tersebut.
Manager beay merendahkan diri serendah rendahnya di hadapan Willy dan Maria, karena level jabatan mereka di dalam klan sangat berbeda jauh.
Manager beay hanyalah sebuah semut di hadapan gajah, sehingga dia tidak berani lancang di hadapan Willy.
Jabatan manager beay hanyalah seorang kapten yang memiliki 100 anak buah, dan mereka di tugakan untuk mengelola toko di kota ini.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna