PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Bermimpi Bertemu Ayah


Kegiatan Willy selama berada di bangunan tersebut hanyalah bermain, naik turun tangan tanpa henti dari pagi hingga sore.


Hanya saat makan saja dia berhenti naik turun tangga dan apabila malam menjelang dia pun tertidur pulas.


Seperti tidak ada keinginan untuk bertambah kuat, tekat yang di ucapkan kepada ibunya hanya bualan semata


Karena Willy setiap hari hanya bermain saja naik turun tangga, dia melakukannya dengan cara yang tidak biasa.


Willy naik turun tangga terkadang melakukanya dengan loncat kodok, atau dengan tangan di bawah dan kaki di atas.


Maria yang melihat merasa sangat tidak senang, karena anggapan dia orang yang lemah tetaplah sampah.


Ibunya Willy berangkat ke istana karena dijemput oleh prajurit dan kembali lagi sore hari dengan membawa bahan makanan untuk satu Minggu kedepan.


Tetapi pelayan yang semula ikut ke istana tidak ikut kembali ke menara pengawas karena suatu hal.


Kepulangan Ratu Elisia di sambut oleh Willy, tetapi wajah dari Ratu Elisia nampak sedih, Willy pun bertanya kepada ibunya.


"Ibunda kenapa, apa yang terjadi di sana dan apa yang telah ayahhanda Raja perbuat kepada ibunda sehingga ibunda sangat sedih"


Ibunya Willy menghapus air matanya yang menetes kemudian dia tersenyum secara terpaksa supaya Willy merasa tenang.


"Tidak...tidak ada apa-apa, apa kamu sudah makan, Kaka mu Heri Jovanka menitipkan makanan kesukaan mu ayo kita masuk dan makan"


Willy senang karena Kakanya masih memikirkan dia.


Mereka pun masuk dengan membawa barang barang,


Ketika makan malam mereka pun mengobrol tentang keadaan yang sekarang sedang terjadi di istana kerajaan, ibunya Willy menitipkan pesan kepada Willy supaya dia belajar dengan giat dan Kakanya itu menitipkan beberapa buku cerita dan buku pelajaran lainnya.


Kaka Willy yaitu Heri Jovanka, akan ditugaskan untuk membasmi para pemberontak kerajaan Nebulosus karena para pemberontak tersebut bekerja sama dan sembunyi di Dungeon Raja Iblis Garuda di dekat perbatasan antara ke 3 wilayah yaitu kerajaan Nebulosus, kerajaan Jovalavia dan wilayah kekuasaan Raja Iblis Garuda.


Yang akhir-akhir ini prajurit dari Raja Iblis Garuda sering menculik penduduk desa seperti anak anak dan wanita.


Maka dari itu kerajaan Nebulosus meminta bantuan kepada kerajaan Jovalavia untuk mencegah pemberontakan dan penculikan penduduk desa yang di sebabkan oleh pemberontak dan Anak buah Raja Iblis Garuda.


Willy yang mendengar cerita itu dari ibunya dia langsung berdoa semoga kaka Heri Jovanka tidak terluka dan kembali dengan selamat.


Setelah makan malam mereka pun pergi ke kamarnya masing-masing, dan beruntung sekarang Maria memiliki kamarnya sendiri karena pelayan yang selama satu Minggu bersama mereka tidak ikut ke sini.


Mereka pun tidur dengan pulas. Tetapi Willy yang tidurnya sendiri dan berada di lantai paling atas dia sedang bermimpi, didalam mimpinya dia bertemu dengan ayahnya waktu di dunia asalnya.


"Ayah apakan ini benar benar ayah"


"Ya ini ayah mu, apa kamu senang berada di dunia ini Wildan"


"Tidak ayah, kalau bisa saya Ingin kembali ke bumi dan berkumpul dengan ayah dan ibu, aku merindukan ibu apa dia baik baik saja"


"Adik"


"Iya seorang adik"


Didalam mimpi mereka mengobrol seolah-olah itu kejadian yang nyata dan sampai pagi menjelang.


Kegiatan Willy selama 1 Minggu ini terus naik dan turun tangga dari lantai atas kelantai bawah sampai sudah terbiasa dan Willy tidak merasa kecapaian lagi karena terbiasa.


Di luar Maria sedang berlatih, dia pengguna senjata berupa tombak dan dia juga memiliki energi sihir elemen api yang lumayan hebat.


Sihir Elemen api milik Maria selalu di manfaatkan oleh Ratu Elisia untuk mengisi ulang daya alat sihir yang digunakan untuk memasak di dapur dan dia juga disuruh untuk menyalakan perapian dengan sihir elemen api ketika malam tiba untuk membuat ruangan lebih hangat.


Ketika malam tiba Willy bermimpi lagi bertemu dengan ayahnya. Di dalam mimpi Willy berubah ke wujud sejatinya yaitu Wildan, dan Wildan pun bertanya kepada ayahnya.


"Ayah apakah saya bisa lebih kuat dari pada orang lain, saya ingin lebih kuat lagi dan bahkan melebihi Level pahlawan"


Aya Wildan tersenyum


"Anaku, di dunia tempat kamu sekarang berada apapun bisa, karena kamu adalah anak ayah, kamu adalah anak dari keturunan Edward El Dragon"


Wildan bertanya lagi kepada ayahnya


"Bagai mana caranya sedangkan bejana Ilahi punya saya berada di tingkat Level D apakah saya bisa naik level lagi"


Ayah Wildan didalam mimpi itu memberitahukan Wildan untuk menjadi lebih kuat.


"Kalau kamu tidak bisa menaikan Level sihir kamu, kamu harus menaikan skill kamu, ingatlah kembali yang pernah ayah ajarkan kepadamu, ilmu beladiri pencak silat yang kamu pelajari selama kamu hidup di bumi dan tenaga dalam yang telah kamu kuasai sampai kamu dewasa, pelajarilah kembali dan gunakanlah itu di dunia mu yang sekarang"


Mimpi pun berlanjut sampai pagi menjelang kembali, Willy terbangun dan dia berasa kelelahan setelah dia bermimpi.


Willy pun keluar dari kamarnya kemudian mandi lalu sarapan karena telah disediakan oleh Ratu Elisia.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.