
Willy panik karena Ratu Elisia ditusuk bagian bahunya dia pun menutup luka Ratu Elisia dengan tangannya.
Willy bingung karena Potion ada di menara pengawas sedangkan sekarang menera pengawas sudah terbakar dan api yang berkobar sangat besar sekali.
Maria kemudian meniup peluit untuk memanggil Fallion supaya cepat datang.
"Friii....t ...friii....t"
Fallion muncul dari angkasa kemudian mendarat Maria dan Willy kemudian mengangkat Ratu Elisia untuk naik ke atas punggung Fallion.
"Fallion cepat terbang menuju goa kakek Fahetar"
Wuss....
Fallion terbang dengan cepat membawa Willy, Maria dan Ratu Elisia yang sedang pingsan karena ditusuk belati Assassin.
Di perjalanan Willy terus menyalurkan sihir pengobatan untuk menghentikan darah dan menutup luka Ratu Elisia.
Darahnya berhenti mengalir tetapi lukanya tidak menutup dan di sekitar luka tersebut membiru. Willy melihat dengan jelas luka tersebut.
"A...apa ini rucun, ibunda terkena racun"
Maria menenangkan Willy
"Mudah mudahan kakek Fahetar bisa menyembuhkan luka Ratu ke 3 dan membuang racun tersebut"
Mereka pun sampai ke Goa tempat kakek Fahetar berada Fallion langsung masuk kedalam Goa.
"Kakek tolong kek..."
Willy berteriak sambil menangis.
Kakek Fahetar dan Ferik keluar dari gubuk bambunya.
"Ada apa ini siapa yang kamu bawa"
"Ini ibunda ku kek, tolong selamatkan ibunda, dia di tusuk oleh Assassin yang berniat membunuh kami"
Kakek Fahetar melihat luka dari Ratu Elisia dan kemudian kakek Fahetar menggunakan sihir Pengobatan.
"Maaf kakek tidak dapat mengeluarkan sihir penyembuhan karena kakek sedang lemah dan ibumu terkena racun perusak organ kakek tidak bisa menyembuhkan ibumu tetapi kakek akan berusaha menekan racun supaya tidak menyebar"
Kakek Fahetar langsung mengeluarkan sihir segel untuk mencegah racun menyebar keseluruhan tubuh.
Ferik Reagon tahu tentang racun perusak Organ dia pun mengajak Willy untuk pergi ke kerajaan Lareagon.
"Racun perusak Organ kayaknya kakek Freevik Reagon mempunyai obat penawarnya ayo kita pergi ke kerajaan Lareagon untuk mengobati ibumu"
Willy pun bersyukur karena Ferik Reagon tahu tentang racun tersebut dan Raja Freevik Reagon memiliki obat penawarnya.
"Terima kasih kak mudah mudahan ibunda bisa diselamatkan"
Ferik Reagon garuk-garuk kepala
"Tidak apa-apa ayo pergi, padahal kemarin sudah mengirimkan surat kepada kakek Freevik tidak akan kembali sebelum aku jadi hebat tetapi demi nyawa ibumu ayo kita pergi"
Ferik Reagon memanggil si bulu emas Gripon kesayangannya dengan peluit mereka pun berpamitan kepada kakek Fahetar dan berangkat menuju kerajaan Lareagon.
Sesampainya di sana Raja Freevik langsung menyambut Willy dan mereka langsung di suruh masuk kedalam istana.
Ratu Elisia langsung ditangani oleh para pelayan istana kerajaan Lareagon di Ruang perawatan.
Raja Freevik Reagon bertanya kepada Willy mengenai kronologi yang telah di alami Ratu Elisia.
"Kenapa ibu mu bisa terkena racun mematikan seperti ini"
"Kami di serang oleh Assassin entah siapa yang menyuruh mereka untuk membunuh kami"
Kemudian Raja Freevik Reagon melihat bekas luka di bahu Rati Elisia.
"Apa ini adalah Racun Perusak Organ racun yang sangat berbahaya dan membuat korbannya mati dengan menderita"
Kemudian Ferik Reagon bertanya kepada Raja Freevik Reagon.
"Kek bukanya kita memiliki obat penawar dari racun ini"
Raja Freevik menggelengkan kepalanya.
"Sayang sekali kita sudah tidak lagi memiliki obat penawar racun ini, satu satunya obat yang kita miliki dulu sudah diberikan kepada Raja Hendrik Jovanka dia pernah terkena racun yang sama"
Willy terkulai lemas mendengar perkataan dari Raja Freevik Reagon yang bilang sudah tidak punya lagi obat penawar dari racun tersebut.
"Kek apakah Ibunda Ratu ke 3 bisa di selamatkan atau ada kemungkinan obat lainnya yang bisa menetralkan racun dan menyembuhkan ibunda Ratu ke 3"
"Ini adalah racun kuat dari lembah bunga beracun di dekat perbatasan antara Dungeon Raja Iblis Garuda dan Kerajaan Nebulosus, dan dahulu hanya 3 kerajaan yang dapat membuat penawaran racun tersebut yaitu Raja iblis Garuda, kerajaan Eldragon dan kerajaan Dewagon"
Kemudian Ferik Reagon mengingatkan Raja Freevik Reagon.
"Kek bukanya kita dulu mendapatkan obat itu dari kerajaan Eldragon dan bukanya kakek bersahabat dengan Raja Eldragon"
Raja Freevik Reagon berpikir sejenak sambil melihat Ratu Elisia kemudian dia melihat kalung yang di pakai oleh Ratu Elisia. Kemudian Raja Freevik Reagon bergumam.
"Elvia...."
Willy mendengar kata Elvia dari mulut Raja Freevik Reagon.
"Apakah kakek kenal dengan Nenek, kenapa kakek memanggil nama ibunda dengan nama Elvia"
Kemudian Raja Freevik Reagon menyuruh Clarisa.
"Clarisa bawakan kakek keristal komunikasi sihir cepat"
Dengan tergesa-gesa Clarisa langsung berlari untuk mengambil keristal komunikasi sihir, Ferik Reagon pun bertanya kepada Raja Freevik Reagon.
"Kek apakah ibunya Willy ada harapan"
Raja Freevik Reagon mengangguk
"Iya mungkin saja bisa kalau Raja Eldragon sendiri yang datang kesini membawa obat penawarnya"
Willy sedikit ada harapan dia berhenti menangis dan mendekati Raja Freevik Reagon.
"Kek apakah Raja Eldragon dapat menyelamatkan ibunda dan apakah dia mau datang ke kerajaan Lareagon ini untuk mengobati Ibunda"
Kemudian Ferik Reagon berkata juga kepada Raja Freevik Reagon.
"Apa mungkin Raja Eldragon mau meninggalkan kerajaannya bukanya sudah sangat lama dia mengasingkan diri kastil kerajaannya dan bukanya Raja yang sekarang adalah anaknya sendiri"
Raja Freevik Reagon tersenyum
"Tenang kakek bisa membuat Raja Eldragon datang kesini dengan cepat kekek punya caranya sendiri"
Kemudian Clarisa datang dengan membawa keristal komunikasi Sihir. Dan diberikan kepada Raja Freevik Reagon dan dia pun langsung menghubungi kerajaan Eldragon.
Tidak lama kemudian keristal komunikasi sihir ada jawaban.
"Hormat saya ayah angkat, ada apa tiba tiba menghubungi kami"
"Gibran apa si tua Alfred ada di istana"
"Ayahanda Raja ada di kamarnya, memangnya ayah angkat ada perlu dengan ayahanda Raja"
"Cepat hungkan aku dengan di Tua Alfred jangan banyak bicara lagi ini mendesak"
"Tapi ayah angkat, beliau bilang jangan diganggu ayahhanda Raja sedang menyepi"
"Katakan kepada si tua Alfred ini tentang Elvia kalau dia tidak mau menyesal seumur hidupnya, datanglah ke kerajaan Lareagon sekarang juga dengan membawa obat penawar racun Perusak Organ"
"Baik ayah angkat akan saya sampaikan sekarang juga kepada ayahanda Raja"
Tut...
Tut...
Tut...
Raja Freevik Reagon memutuskan komunikasi dengan Raja Gibran.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.