
Di menara pengawas Ratu Elisia sudah pulang dari istana, Willy dan Maria pun sudah sampai ke menara dengan menaiki Fallion.
Mereka sedang makan malam sambil bercerita.
"Bunda tau gak, kak Ferik sekarang tinggal di Goa tempat kakek Fahetar, dia tidak ingin pulang ke kerajaan Lareagon sebelum dia menjadi lebih kuat padahal dia sudah ada di level pahlawan"
Ratu Elisia tersenyum
"Willy Anaku sayang, meskipun dia sudah di level Pahlawan tetapi kekuatan tempur dan skill nya masih harus diasah lagi, ibunda mu ini juga sebenarnya berlevel Pahlawan tetapi karena ibunda tidak suka bertarung dan hanya memakai sihir pengobatan saja jadi ibunda mu ini tidak memiliki skill.
Dan tetap saja tanpa skill walaupun kamu sudah ditahap dewa dan melawan yang berlevel D tapi sudah mempunyai skill yang banyak maka kamu akan kalah telak.
Di dunia ini Level dan bejana Ilahi hanyalah cangkangnya saja tetapi kalau kamu tidak mempunyai dasar yang kuat kamu tetap saja lemah dan tidak berguna"
Maria melotot dan bengong tidak percaya.
"A...Apa..Ratu ke 3 Level Pahlawan mana mungkin"
Willy pun bertanya kepada Ratu Elisia
"Apa benar yang dikatakan ibunda itu"
Ratu Elisia mengangguk
"Ibunda pernah kepustakaan kerajaan dan tidak sengaja menemukan keristal sihir penilaian level dan ibunda mencoba melihat level ibunda dan ternyata ibunda berada di level Pahlawan dengan kekuatan 1.010 poin"
Willy penasaran kemudian bertanya
"Apa benar ibunda sehebat itu"
Kemudian Ratu Elisia menjelaskan.
"Ibunda tidak sehebat kalian berdua, ibunda berlevel Pahlawan itu karena di tubuh ibunda ada darah Elf, dan bangsa Elf dikenal dengan sebutan Keturunan dari Dewa.
Nenek mu atau dengan kata lain Ibu nya Bunda adalah Seorang Elf dan konon katanya kakek mu itu adalah orang yang hebat"
Kemudian Maria bertanya penasaran karena pernah mendengar bahwa dahulu kala Ratu Elisia adalah seorang Budak yang di selamatkan oleh Raja Hendrik Jovanka.
"Bukanya dahulu Ratu adalah seorang Budak yang diselamatkan oleh Raja Hendrik Jovanka"
Kemudian Ratu Elisia menceritakan kejadian masa kecil dari dirinya.
Mereka menjalani cinta terlarang karena katanya kakek mu itu adalah musuh bagi para Elf dan bahkan musuh kerajaan Dewagon, dan kelahiran ibunda adalah sebagai aib bagi bangsa Elf.
Karena ibunda adalah manusia campuran setengah Elf, sehingga Ayah dari nenek mu membuang ibunda pada usia 6 tahun dan beruntung ibunda di adopsi oleh keluarga petani yang tidak mempunyai anak dan ibunda dianggap anaknya sendiri sampai usia 15 tahun.
Tetapi sayang desa tempat ibunda itu diserang bandit semua yang melawan dibunuh dan yang menyerah di bawah dan di jual menjadi budak termasuk ibundamu ini.
Dan kemudian Ayah mu Raja Hendrik Jovanka waktu masih muda menyelamatkan semua tawanan yang dijadikan budak dan ibunda kemudian mengabdi kepada ayahmu sampai dia jatuh cinta kepada ibunda dan kemudian ibunda dan ayahmu Raja Hendrik Jovanka pada akhirnya menikah.
Dan kekuatan ibunda itu berasal dari darah Elf yang mengalir dalam tubuh ibunda tetapi skill yang ibunda miliki hanya tentang pengobatan dan meracik obat saja sedikit sedikit ibunda belajar Sihir Penyembuh.
Tetapi kalau untuk bertarung ibundamu ini tidak akan bisa dan pasti kalah walapun ibunda melawan orang berlevel D karena ibunda tidak memiliki skill bertarung walaupun ibundamu ini ada di level Pahlawan.
Jadi biar pun berada di level Pahlawan apabila skill nya tidak punya maka level Pahlawan itu percuma saja. Tetapi walaupun kamu berada di Level D atau C tetapi kamu punya kemampuan skill maka kamu sudah untuk dikalahkan lawan mu itu"
Willy sedikit mengerti apa yang diceritakan oleh Ratu Elisia. Kemudian Willy menarik kesimpulan.
"Jadi menurut ibunda Level itu bukan segalanya tetapi semua itu butuh diimbangi dengan skill bukan begitu, dengan contoh kak Ferik yang sudah di level Pahlawan tetapi dia ingin menjadi bertambah kuat karena memiliki skill sedikit"
Ratu Elisia mengangguk.
"Benar sekali seperti halnya dulu Willy mempelajari beladiri yang Aneh dan melatih pisik ditangga kemudian bertarung dengan Maria yang levelnya di atas Willy dan Willy juga katanya bertarung dengan Crude anak bangsawan Jovalavia dan Willy dapat mengalahkan dia, padahal Willy masih belum memiliki sihir bahkan level Willy masih berada di level E.
Nah itu lah yang namanya skill, Willy mempelajari beladiri aneh dan level Willy masih rendah tetapi bisa menang melawan musuh yang berada di atas Willy"
Mereka mengobrol sampai larut malam dan kemudian mereka beristirahat untuk tidur.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.