
*Di kerajaan Eldragon
Raja Gibran pergi ke kamar ayahnya yaitu Raja Alfred, semenjak kematian istrinya dia selalu mengurung diri dalam kamar dan bahkan kerajaannya diserahkan keanaknya sendiri dengan tidak melalui prosedur penyerahan kekuasaan.
Raja Alfred sudah tidak peduli dengan kerajaan dan rakyatnya sendiri dia malah lebih suka menyendiri di dalam kamarnya.
Tok ....
Tok....
Tok....
Pintu di ketuk oleh Raja Gibran
"Ayahanda Raja, Barusan Ayah angkat Raja Freevik Reagon menghubungi kita katanya dia ingin bertemu dengan ayahanda Raja"
"Aku tidak mau diganggu, pergilah jangan ganggu aku lagi"
"Ayahanda Raja, Ayah angkat mengancam dan dia menyebutkan nama Elvia, dan kalau ayahanda Raja tidak menemui Ayah angkat maka katanya ayahanda Raja akan menyesal seumur hidup"
Tidak lama kemudian pintu terbuka
Brak....
"Si kurang ajar Freevik bicara apalagi kepadamu"
Didalam hati Raja Gibran dia berkata.
"Ternyata ayah angkat pintar juga dia memakai nama Elvia supaya ayahanda Raja keluar dari kamarnya. Tapi siapa Elvia itu aku tidak tahu"
"Woy Gibran apa lagi yang dikatakan si kurang ajar Freevik kepadamu"
Raja Gibran menundukan kepalanya karena dia sangat takut kalau Raja Alfred sedang marah.
"Ayah angkat bilang ayahanda Raja harus menemuinya dengan membawa Penawar racun perusak Organ"
"Kurang ajar apa yang dia rencanakan euh...bikin penasaran saja"
Kemudian Raja Alfred berteriak memanggil jendral kepercayaannya
"Jendral Gabon dimana kamu cepat kesini"
Tidak lama kemudian Jendral Goblin menghadap dia berlutut di hadapan Raja Alfred.
"Yang mulia Raja memanggil Hambah ada apakah gerangan"
"Jangan banyak tanya cepat siapkan aku Wyvern dan ajak 10 kesatria terkuat dan bawa juga Alkemis dan penyihir kerajaan jangan lupa bawa 5 botol potion penawaran racun perusak Organ"
" baik yang mulia Raja akan segera saya siapkan"
Jendral Gabon kemudian berlari untuk menyiapkan segala yang di butuhkan oleh Raja Alfred dan memanggil orang yang diperintahkan ikut dengan Raja Alfed.
"Ayo Gibran jangan bengong saja cepat ikuti Ayah"
Raja Alfred tergesa-gesa pergi ke atas Istana kerajaan untuk pergi ke kerajaan Lareagon dengan mengendarai Wyvern.
"Kalau tidak mendengar nama Elvia aku tidak akan sepanik ini dasar si keparat Freevik"
Raja Alfred pun berangkat dengan Raja Gibran dan diikuti oleh jendral Gabon dan kesatria terkuat yang diikuti oleh penyihir kerajaan dan alkemis kerajaan.
20 Wyvern lepas landas di atas istana memudian terbang keangkasa menuju kerajaan Lareagon.
*Di kerajaan Lareagon
Semua berkumpul di aula istana kerajaan, Ratu Elisia terbaring di kamar dengan ditemani oleh Clarisa dan beberapa orang pelayan yang merawat Luka dari Ratu Elisia.
Willy gelisah karena semua orang hanya terdiam dan termenung tanpa berbuat apa-apa. Kemudian Willy membuka percakapan dengan bertanya kepada Raja Freevik Reagon.
"Kek Bagai mana dengan ibunda apakah benar benar bisa disembuhkan dan kapan Raja Eldragon itu datang kesini"
"Jangan khawatir nak ibumu pasti sembuh dan raja Eldragon pasti akan kesini meskipun nanti dia akan marah marah pas sampai kesini.
Kerajaan Eldragon adalah kerajaan paling ujung di Benua bagian Utara ini, daerahnya berbukit bukit dan memiliki hutan yang lebat.
Tetapi mereka mempunyai tunggangan yang terbangnya sangat cepat yaitu Wyvern monster binatang yang mirip dengan naga.
Paling sore ini mereka sudah sampai kalau diperjalanan tidak ada halangan"
Willy begitu saja percaya kepada Raja Freevik Reagon karena Raja Freevik Reagon yakin dengan menyebut nama Elvia maka Raja Eldragon yaitu Raja Alfred akan datang menemuinya.
Sore pun sudah tiba, Rombongan Raja Alfred sebentar lagi tiba di kerajaan Lareagon, prajurit penjaga istana melihat dengan teropong dari kejauhan ada 20 ekor monster terbang jenis Wyvern menuju ke Kerajaan Lareagon.
Prajurit penjaga itupun berteriak.
"Ada Wyvern menuju ke sini....
Ada Wyvern menuju ke sini...."
Kemudian Raja Freevik menyuruh Ferik Reagon untuk menenangkan para prajurit.
Ferik Reagon pergi keluar untuk memperingatkan para penjaga.
"Itu adalah Raja Alfred dari kerajaan Eldragon bersiap lah menyambut dan jangan bikin keributan karena mereka datang dengan damai"
"Baik putra mahkota kami akan siap"
Ferik Reagon disebut putra mahkota oleh prajurit dan rakyat Lareagon karena dia adalah pewaris tahta kerajaan Lareagon yang akan menggantikan Raja Freevik Reagon.
Kemudian Ferik Reagon pun kembali masuk kedalam untuk bersiap menyambut Raja Alfed dan anak buahnya.
Di angkasa Raja Alfed melihat dari kejauhan dengan sihir mata emas kemudian dia melihat sekeliling Istana kerajaan Lareagon.
Betapa kagetnya dia melihat dimonumen pedang Naga Agung, pedang tersebut sudah tidak ada lagi menancap dibatu monumen tersebut.
Raja Alfred naik pitam dia pun marah, dan mengutuk Raja Freevik Reagon.
"Si kurang ajar Freevik, dikemanakan harta Karun warisan leluhur Eldragon dan siapa yang sudah mencabut pedang Naga Agung"
Raja Alfed sudah diatas istana kerajaan Lareagon orang lain bersiap mendarat tetapi Raja Alfred saking marahnya dia melompat dari angkasa kebawah.
Brak ....
Duwar....
Pijakan Raja Alfed membentuk cekungan yang begitu besar, debu mengepul keatas bahkan para prajurit Dwarf terkena percikan dari tanah yang berhamburan tersebut hingga mereka pingsan.
Raja Alfed segera bergegas masuk menuju ke dalam istana sambil mengeluarkan pedang dari sarungnya.
"Hai keparat Freevik dimana kamu keluar dasar kurang ajar kamu bawa bawa nama Via untuk membuat ku keluar dari kerajaan ku, akan aku tebas leher mu sekarang juga"
Raja Alfed sambil berjalan dia sambil marah marah dan mengutuk Raja Freevik Reagon.
"Kamu tidak menghormati ku sebagai kawan lama mu dasar kurang aja, bahkan pedang leluhur ku sudah tidak ada lagi di batu monumen, kau jual kemana pedang leluhur ku dasar kurang aja"
Di dalam istana Raja Freevik tertawa sambil menggenggam kapak kebanggaannya, kapak yang selalu dia bawa waktu mudan pada saat menjadi seorang petualang.
Senjata andalan yang selalu dia bawa dan sangat diandalkan, kapak sakti yang membuat Raja Freevik Reagon menjadi pahlawan bersama Party nya dahulu.
"Hahaha .... sifat mu memang tidak berubah dari dahulu kamu adalah lelaki tua yang pemarah"
"Ah...kurang ajar"
Raja Freevik Reagon dan Raja Alfed pun akhirnya berhadapan, kemudian tanpa basa-basi Raja Alfred mengayunkan pedangnya ke arah Raja Freevik Reagon.
Wuss....
Trak ....
Duwar....
Raja Freevik Reagon bermaksud menahan serangan dari Raja Alfed, tetapi serangan Raja Alfred ditahan oleh Willy dengan pedang kayunya.
Benturan antara pedang Raja Alfred Dangan pedang kayu milik Willy mengakibatkan Ledakan sehingga Raja Alfred terseret kebelakang hingga beberapa Meter.
Raja Alfred pun terkejut, Serangan andalannya yang bahkan bisa membunuh 20 orang prajurit sekaligus bisa ditahan oleh anak kecil berumur 8 tahun bahkan menggunakan pedang kayu.
Tubuh Willy memancarkan cahaya yang membuat Raja Alfred teduh dan kemarahannya berangsur menghilang.
Kemudian Willy berlutut dan bersujud dihadapan Raja Alfred.
"Saya mohon Tolong lah Ibunda ku, selamatkan lah nyawa ibunda ku"
Kemudian Maria menghampiri Willy dan kemudian dia pun ikut berlutut kepada Raja Alfred.
"Tolong lah Ratu ke 3, selamatkan lah nyawanya, dia sudah seperti Ibuku sendiri, saya tidak rela melihat Ratu ke 3 terluka"
Kemudian Raja Alfred merasa Heran dengan mereka dan dia pun bertanya kepada Raja Freevik Reagon.
"Hai Freevik apa maksudnya ini, dan siapa anak kecil yang tampan ini kenapa dia bersujud kepada ku dan meminta ibunya di obati"
Diluar Raja Gibran yang sudah mendarat segera masuk kedalam istana bersama jendral dan para anak buahnya.
"Ayahanda Raja apa yang terjadi"
Mereka bingung Melihat ada 2 anak kecil yang sedang berlutut di hadapan Raja Alfred.
Kemudian Raja Freevik Reagon memanggil Willy dan menyuruh Willy untuk berdiri.
"Putra Eldra berdirilah, jangan bersujud lagi, Raja Eldragon ini pasti dia akan mengobati ibumu kalau tidak dia akan menyesal seumur hidup"
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk
Like
Komen
Vote
*Rate**
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.