PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Jurus Cahaya Ilahi


Nolan bersiap dengan menyalurkan energi sihir kepedangnya begitupun Roger. Kemudian Roger mencoba mengintimidasi Nolan.


"Hai Orang yang tersesat, menyerah saja lah karena kamu tidak akan menang melawan ku"


Nolan tersenyum dan berkata


"Belum juga kamu bertarung dengan ku, kamu sudah yakin untuk memenangkan pertandingan ini, dari mana kamu dapat kepercayaan diri seperti itu"


Roger pun tertawa


"Hahaha.... pastinya aku percaya diri karena aku adalah orang yang telah diberkahi oleh dewa untuk memenangkan kompetisi ini.


Bukan seperti kamu yang tersesat dan bersekutu dengan Mahluk yang tidak di sukai oleh para Dewa, ingat Mahluk menjijikkan seperti monster itu tidak layak berdampingan dengan manusia.


Mahkluk seperti itu patutnya di musnahkan di dunia ini dan orang yang bersekutu dengan mereka sama rendahnya seperti mereka itu"


Nolan tidak terpancing emosi karena dia orang yang sangat tenang bahkan di Prajurit latih dia adalah orang yang sabar dan komunikatif.


Nolan malah tersenyum.


"Kalau memang kamu yang akan memenangkan kompetisi ini tunjukan lah kemampuan mu karena tong kosong nyaring bunyinya.


Orang yang banyak bicara biasanya tidak mempunyai kemampuan, hanya pandai dalam bicara saja dan kemampuannya hanya omong kosong"


Roger malah yang terpancing emosi oleh perkataan Nolan.


"Kalau kamu ingin bukti kemampuan ku maka rasakan lah ini"


Wuuk....


Wuuk....


"Jurus ayunan pedang Cahaya...."


Cia....t...


Roger mengayun ngayunkan pedangnya lalu menyerang Nolan, Nolan pun bersiap dia pun menerjang untuk menyerang.


"Jurus Pedang Pembelah Gunung..."


Hia....t...


Mereka pun saling beradu kekuatan dan skill berpedang mereka.


Trang....


Trong....


Trang....


Pedang mereka saling beradu dan terlihat kilatan cahaya kuning dan biru yang mengelilingi mereka berdua.


Pertarungan mereka sangat sengit sekali pergerakan yang cepat saling jual beli serangan pun terjadi.


Di bangku penonton, para penonton pun terdiam seperti tidak bernapas karena melihat pertarungan mereka yang sangat sengit.


Mata para penonton terfokus kepada pertandingan, wasit dan panitia lain yang ada di bawah arena pun mundur.


Karena takut terseba tebasan pedang mereka berdua yang beradu saling serang dan ayuna pedang mereka memenuhi seluruh arena pertandingan.


Bahkan kameraman beranjak menjauh dan menggunakan Mode zoom untuk melihat pertandingan mereka berdua.


Pembawa acara sebagai komentator pun berkecak kagum dia pun mengomentari pertandingan ini.


"Ya dari pertandingan pertama sampai pertandingan ke 3 ini, semua peserta mengerahkan semua kemampuannya.


Benar benar memperebutkan posisi ke 10 besar ini para peserta dengan sekuat tenaga mengeluarkan jurus mereka.


Dan sekarang dua orang magic sword man sedang bertanding di atas arena pertandingan mereka saling serang.


Dan tidak ada satu pun yang mengendorkan serangannya mereka berdua menyerang dan bertahan begitu hebat.


Bahkan dibandingkan para prajurit mereka berdua adalah anak anak yang jenius yang di miliki oleh kerajaan yang hebat.


Siapakah di antara mereka yang akan tumbang terlebih dahulu kita saksikan saja ketegangan yang terjadi"


Pembawa acara pun terus bicara mengomentari pertandingan sedangkan para penonton melotot tak bergerak.


Ketegangan menyelimuti para penonton apa lagi mereka yang telah memasang taruhan cukup banyak.


Semakin lama pertarungan mereka semakin melambat karena stamina yang mereka keluarkan melemah tetapi tidak mengurangi semangat mereka yang terus bertarung tanpa henti.


Roger pun mengeluarkan jurus pamungkas.


"Jurus cahaya ilahi...."


Wuss....


Jurus ini memancarkan cahaya yang begitu terang dan membuat mata lawan jadi silau, dan benar saja mata Nolan pun menjadi silau.


Nolan pun menutup matanya karena kalau dia melihat cahaya tersebut efek dari jurus itu bisa membuat buta mata lawannya.


Itu menjadi kesempatan bagi Roger untuk menyerang Nolan yang tanpa pertahanan. Roger pun menyerang Nolan sampai dia terpental keluar arena pertandingan.


"Tendangan tanpa bayangan....."


Wuss....


Buk....


Buk....


Buk....


Wuss....


Brak....


Di bangku penonton semua penonton berteriak.


"Woy dasar curang...."


"Iya curang woy menyerang orang yang sedang tidak dalam pertahanan"


Semua penonton protes kepada panitia karena Roger bermain curang, terapi peraturan tetaplah peraturan siapa pun yang keluar arena dinyatakan kalah dan yang bertahan adalah pemenangnya.


Wasit pun menyatakan kemenangan Roger.


"Pemenang pertandingan ke 3 ini dimenangkan oleh Roger.... perwakilan dari kerajaan Dewagon...."


Sebagian penonton bertepuk tangan dan sebagian lagi bersorak dan memaki serta menyebut Roger curang.


Pertandingan ke 3 pun berakhir dengan kemenangan Roger dari kerajaan Dewagon dan Nolan pun kalah, sehingga semua perwakilan dari kerajaan Eldragon pun dengan terpaksa harus gugur.


Dan harapan terakhir dari kerajaan Eldragon adalah mendukung Willy dan Maria perwakilan dari kerajaan Lareagon karena mereka juga adalah bagian dari kerajaan Eldragon.


Nolan pun kembali ke tempat peserta turnamen Willy dan Maria pun memberikan semangat kepada Nolan karena telah bertanding dengan baik.


Nolan pun menjawab


"Terima kasih, sayangnya aku kalah di pertandingan ini"


Maria pun memberikan semangat


"Jangan berkecil hati, kalau saja lawan mu tidak menggunakan jurus yang menyilaukan mata pasti kamu yang menjadi pemenangnya"


Nolan pun tersenyum


"Terima kasih atas pujiannya"


Nolan pun duduk dekat Patrick setelah duduk dia pun berbicara kepada Willy dan Maria.


"Saya dan Patrick sudah kalah, tinggal kalian berdua saja yang belum bertanding, saya harap kalian bisa memenangkan pertandingan ini"


Willy pun mengacungkan jempolnya.


"Sudah pasti kami berdua akan memenangkan kompetisi ini"


Maria pun berkata


"Saya akan mengerahkan semua kekuatan untuk dapat memenangkan pertandingan ini"


Nolan pun berkata lagi


"Semangat untuk kalian berdua"


Willy pun menjawab sambil mengelus hidungnya.


"So pasti kita semangat"


Disana ada seorang anak yang menyaut.


"Hahaha.... Semangat sih boleh tapi tahu diri sedikit, baru punya kekuatan segitu aja sudah percaya diri"


Maria pun sedikit terpancing emosi.


"Siapa sih datang datang langsung nyaut terserah kita dong mau semangat atau pun tidak, memangnya kamu yakin akan Menang di pertandingan kali ini"


Anak itupun tertawa lagi.


"Hahaha....ya pasti dong aku yang menang secara aku ini ada di level C3 dan bejana Ilahi ku masih belum terisi penuh oleh energi ku.


Sedangkan lawan ku nanti hanya memiliki bejana Ilahi di level D awal, yang pasti aku lah yang akan jadi pemenangnya.


Toh dia bisa sampai ke 20 besar pun hanya keberuntungan karena lawanya yang sangat lemah, bahkan di pertandingan terakhir dia melawan kakak nya sendiri yang banyak bicara tetapi tidak memiliki kemampuan"


Maria pun terselut emosi.


"Siapa kamu sebenarnya dan sama kamu berbicara begitu, kalau ingin berkelahi ayo kita keluar sekarang juga dan kita bertarung di luar arena pertandingan ini"


Anak itu terus mendominasi


"Alah dasar wanita Binal sok soan belain, woy laki laki di samping mu itu lemah, dan kamu adalah pengawal pribadi nya sebentar lagi juga kamu akan kalah"


Maria pun beranjak dari kursi yang dia duduki dan bermaksud menghajar anak yang bicara tidak sopan tersebut tetapi Willy mencegahnya dengan memengang pundak Maria.


"Sudahlah jangan perdulikan dia, dia itu adalah lawan ku nanti, tenang saja pas di atas arena aku akan menghajar dia sampai babak belur"


Kemudian Willy pun bertanya kepada anak itu.


"Sebenarnya siapa kamu ini, mengapa kamu tahu bahwa bejana Ilahi ku ada di level D awal"


Anak itu pun menjawab dengan arogan.


"Aku adalah putra dari Lodaya kepala keluarga klan Harimau nama ku Rion, aku tahu informasi ini dari ayahku sendiri.


Bahwa kamu adalah Willy Jovanka dari kerajaan Jovalavia si pangeran Sampah yang di buang ayahnya sendiri Raja Hendrik Jovanka.


Dan sekarang kamu meminta bantuan kepada kerajaan Lareagon untuk dapat mengikuti kompetisi ini dan memohon untuk menjadi perwakilan dari Lareagon"


Para peserta turnamen lain mendengarkan perkataan Rion dan mereka pun berkumpul untuk mendengarkan gosip lainnya yang keluar dari mulut Rion.


"Bukan hanya itu saja bahkan ibu mu sendiri pergi ke Kerajaan Eldragon dan sekarang pura pura menjadi anak dari Maharaja Alfred Eldragon.


Kamu dan ibu mu itu sangat busuk, yang satu meminta perlindungan kepada kerajaan Lareagon dan satu lagi meminta perlindungan kepada kerajaan Eldragon.


Sampah tetap lah sampah, dan aku tidak akan membiarkan seorang sampah seperti mu memenangkan pertandingan ini"


Maria menggertakkan gigi dia tidak tahan dengan penghinaan kepada ratu Elisia, tetapi Willy selalu mencegahnya. Dan Willy pun berbicara kepada Rion.


"Sebenarnya yang sampah itu adalah mulut mu, tanyakan kepada orang orang yang melihat mu berbicara.


Mulut mu itu bau sampah apakah kamu di kasih kotoran oleh orang tua mu sehingga mulut mu sangat bau"


Semua orang yang mendengar perkataan Willy jadi tertawa terbahak-bahak.


Kemudian Willy pun berkata lagi.


"Bagaimana kalau kita taruhan, kalau aku kalah aku akan mengaku kalau aku seorang sampah, tetapi kalau kamu yang kalah kamu harus mengonggong seperti anjing dan memakan sampah"


Semua peserta yang ada di ruangan tersebut menyemangati.


"Ayo terima kalau kamu memang hebat"


"Terima saja kalau kamu yakin menang"


"Jangan jadi seorang pengecut ayo terima"


Perkataan perkataan dari orang lain yang menyuruh Rion menerima tantangan Willy. Kemudian Rion pun menerimanya.


"Baik lah akan aku terima taruhan mu dan kalau aku menang bukan hanya kamu mengaku sebagai sampah tetapi kamu harus memberikan aku uang sebesar 100 koin uang emas.


Dan kalau aku kalah aku pun akan memberikan uang sebesar 100 koin uang emas"


Willy pun tersenyum


"Baiklah mereka yang menjadi saksinya apabila kamu kalah kamu akan menggonggong seperti anjing dan memakan sampah dan memberikan aku uang sebesar 100 koin uang emas"


Rion pun pergi dengan rasa malu karena disebut mulut bau sampah dan dia pun bertekad untuk menghabisi Willy di pertandingan ini.


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.