
Di sana rolet pun bangkit dari pingsannya dia pun bertanya "Ada di mana aku, Apa ini di neraka"
"Neraka gundul mu, ayo cepat bangun, jangan tidur terus" teriak Yesi.
Rolet pun bangun dan berjalan terhuyung-huyung ke arah Yesi, tetapi ketika melihat wanita itu, rolet pun kembali mengeluarkan darah dari hidungnya.
"Astaga ini ternyata di surga" guman rolet.
Melihat mata yang melompat dan hidung yang berdarah dari rolet, Yesi pun segera membuka jubah bagaian belakangnya dan melemparkan jubah itu ke tubuh wanita itu.
Melihat tubuh wanita itu sudah di tutup tutupi kain wajah rolet pun cemberut dan di sana mereka pun terkejut karena Alfa monster kera terbangun dari pingsannya.
Memang banyak monster kera yang tergeletak di tanah, tetapi mereka tidak mati, monster itu hanya terkena sengatan listrik sehingga menjadi lumpuh sementara dan pingsan.
Sehingga setelah efek sengatan listrik hilang mereka pun akan bangun dengan sendirinya, dan sekarang Alfa kera sudah bangun terlebih dahulu, yang membuat Yesi dan rolet menjadi siaga.
Willy tersenyum dan tanpa rasa takut dia pun meloncat ke depan Alfa kera itu, kemudian Willy menggunakan sihir kontrak untuk mengikat dirinya. Setelah itu Alfa kera pun menjadi patuh kepada Willy.
Di sana rolet dan Yesi kembali di kejutkan dengan kemampuan Willy yang bisa mengendalikan Alfa kera.
"Apa kamu juga seorang beast tamer seperti denim ?" Tanya rolet.
Willy hanya menggelengkan kepalanya "tidak aku bukan beast tamer, aku hanya menggunakan sihir kontrak yang umum di pakai oleh para prajurit kerajaan Lareagon untuk memperoleh tunggangan gripon dan kerajaan Eldragon untuk memperoleh tunggangan wyvern"
"Apa gripon dan wyvern " ucap kaget rolet.
Willy pun mengangguk "iya memangnya kenapa dengan gripon dan wyvern"
"Apa kamu tidak tahu, kedua mahluk itu adalah monster terbang terkuat dan tidak mudah di taklukan" ucap Rolet menjelaskan.
Willy dan Maria hanya saling menatap satu dengan yang lainnya dan mereka pun tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha.....Paman rolet di tempat kami itu sudah biasa bahkan si Willy memiliki 1 gripon yang di namakan Falion"
Maria menjelaskan kepada rolet, sehingga Rolet pun tersentak kaget.
Di sana setelah Alfa kera ada juga 2 kera yang besar, tetapi ukurannya tidak sebesar Alfa kera, boleh di sebut sebagai Betta, karena Betta lebih besar dari pada kera biasa dan lebih kecil dari Alfa.
Kalau dalam kemiliteran bisa di katakan Betta adalah jenderalnya para kera yang memiliki level lebih tinggi Betta ini ada di level Beast tingkat 3 sama seperti manusia yang berlevel C3.
Sedangkan Alfa Betta ada di level bencana tingkat 1, tetapi karena lawannya Maria dan Willy sehingga monster itu mudah untuk di kalahkan.
Setelah sadar kembali monster kera Betta tersebut, Willy langsung kembali meloncat dan kemudian memegang dahi dari kera Betta tersebut dan menggunakan sihir kontrak.
Setelah itu Willy pun memanggil rolet "Paman rolet cepat lah kemarin"
Rolet dengan ragu mendekati Willy "Apa yang akan kamu lakukan dengan monster kera ini"
Willy pun meraih tangan rolet yang berlumuran darah karena menyeka hidung yang banyak mengeluarkan darah.
Willy menggoreskan darah rolet kedahi Monster kera Betta tersebut, kemudian Willy melanjutkan membaca mantra "Kontrak darah patuhi dan turuti segala perintah tuan mu"
Setelah itu darah di dahi Monster kera Betta meresap dan hilang kemudian kera Betta itu meraung.
Goar.... Goar....
"Pama Sekarang monster kera ini sudah menjadi milik mu, kamu bisa memerintahkan monster kera ini sesuka hati kamu, tapi jangan di suruh dia berbuat jahat" ucap Willy.
Rolet pun terkejut tetapi merasa senang "Benarkah apa yang kamu bicarakan itu"
Willy mengangguk "Benar, Coba saja paman perintah"
Untuk membuktikan ucapan Willy itu benar, rolet pun memerintah kera tersebut dengan menunjuk kera itu. "Hai kera patuhi perintah ku dan berjoget lah"
Monster kera itu menuruti apa yang diperintahkan oleh rolet dengan berjoget, yang membuat mereka tertawa karena tingkah lucu dari kera itu.
Maria menunjuk kearah monster kera Betta yang lainnya, kemudian Maria pun berjalan kearah monster kera yang masih linglung, meskipun sudah tersadar tetapi monster kera yang satu ini masih dalam keadaan lemas.
Maria berjalan dan di ikuti Yesi dari belakang, dan setelah di depan monster kera, Maria pun membacakan mantra sihir kontrak, Maria pun menoleh kearah Yesi "Bibi aku butuh darah mu"
Maria meminta darah Yesi untuk kontrak darah dan tanpa ragu Yesi menggigit jari telunjuknya "ini darah ku sudah keluar, setelah ini aku harus bagai mana"
Maria pun meraih tangan Yesi dan kemudian menggoreskan telunjuk yang sudah keluar darah setelah itu maria lanjut membacakan mantra "Kontrak darah, patuhi dan turuti segala perintah tuan mu"
Sihir kontrak berhasil dilakukan oleh Maria dan sekarang monster kera Betta berhasil di taklukan dan menjadi bawahan Yesi.
"Terima kasih gadis muda, tidak aku sangka ternyata kamu sangat hebat, maafkan aku karena telah ikut membully mu ketika menyatakan diri sebagai petualang tingkat gold, dan ternyata kamu benar benar hebat dan sepertinya kamu jauh di atas petualang tingkat gold " ucap Yesi.
Maria pun merendah "aku hanya petualang yang belum berpengalaman, tidak sebanding dengan bibi yang sudah berpengalaman menjadi petualang"
Yesi hanya tersenyum melihat Maria yang merendah, padahal Sudah Yesi tebak bahwa Maria dan Willy itu bukan orang yang bisa.
Tetapi di sana rolet keburu memanggil "Yesi, gadis muda ayo kita kembali, sudah cukup kita berada di hutan ini"
Pertarungan tadi pun memang begitu melelahkan sehingga Rolet ingin cepat cepat meninggalkan tempat ini dan kembali ke kota untuk melaporkan tentang kejadian ini.
Sebelum pergi mereka pun membuat tandu terlebih dahulu untuk membawa mayat yang sudah meninggal dunia.
Rolet mengikat jasad temannya sambil meneteskan air mata, Yesi pun sama dia juga menangis ketika melihat jasad temannya itu.
"Chord akan aku makam kan kamu dengan layak, semoga kamu tenang di alam sana" ucap sedih Yesi.
"Kamu sudah aku anggap sebagai saudara ku sendiri, bertahun tahun kita selalu berpetualang bersama dan sekarang kamu meninggalkan kita, aku berjanji akan menjaga Yesi untuk mu" ucap Rolet.
Dari ucapan rolet memberitahukan bahwa Yesi dan chord memiliki hubungan yang spesial, tetapi sayangnya chord harus meninggal terlebih dahulu karena di bunuh oleh Rooney.
Setelah chord di ikat di tandu kemudian rolet memerintahkan kepada monster Kera Betta untuk menggendong tandu itu sehingga chord dalam keadaan duduk menghadap ke belakang ketika di gendong kera Betta.
Di sana Maria mengeluarkan item Room "Blue masuk lah...."
Harimau kilin api milik Maria pun masuk kedalam sihir dimensi item Room, itu di lakukan supaya tidak terlalu mencolok, karena api birunya yang berkobar takut membakar hutan yang ada disini.
Yesi mengikat wanita yang masih pingsan di punggung monster kera Betta miliknya sedangkan monster kera Alfa milik Willy membawa 2 mayat yaitu denim dan temannya.
Hari ini sudah gelap walaupun begitu mereka bertekad untuk kembali ke kota tanpa istirahat dan di perkirakan bahwa mereka akan sampai ke kota pagi hari.
Disana Yesi pun berkata kepada Maria "Gadis muda, kenapa kamu masukan partner mu kedalam sihir, kilin api milik mu bisa membantu kami untuk menerangi jalan"
Maria pun mengangguk "Bibi jangan panggil aku gadis muda, panggil saja aku Maria, baiklah aku akan mengeluarkan kembali blue untuk menerangi jalan"
Maria pun kembali mengeluarkan blue dari dalam sihir dimensi item Room dan blue pun keluar dan meraung.
"Ayo kita pergi dari tempat ini supaya besok pagi bisa sampai di kota, dan aku akan segera memakamkan chord dengan layak di pinggir kota" ucap Rolet.
Karena dia petualang yang sudah berpengalaman sehingga sekarang dia lah yang memimpin perjalanan menuju kota.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna