PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Menghipnotis Para Penonton


Ke esokan harinya Kompetisi pertandingan yang sudah masuk ke 20 besar pun digelar kembali.


Di pertandingan ini akan ada beberapa kali pertandingan sampai ada juara pertamanya. Dan hari ini akan di jadikan 3 babak yaitu memperebutkan 10 besar, memperebutkan 5 besar dan final.


Di dalam stadion tersebut lebih meriah dari pada biasanya karena ini pertandingan terakhir dan sebelum bertanding akan ada beberapa pertunjukan dari perwakilan panitia penyelenggara dan perwakilan dari partisipan.


Pembawa acara pun mulai beraksi.


"Ya para hadirin semua yang saya hormati, sekarang ini adalah hari terakhir turnamen, sekarang kita suda memiliki 20 orang peserta yang akan bertanding hari ini.


Tetapi sebelum pertandingan di mulai kita akan menampilkan beberapa pertunjukan, dan pertunjukan pertama adalah pertunjukan dari panitia penyelenggara yaitu team Magi...."


Semua orang bersorak dan bertepuk tangan dengan meriah, 10 orang dari team Magi pun memasuki arena pertandingan.


Salah seorang dari mereka pun mengomandoi.


"Bersiap bentuk Formasi..."


Mereka pun membentuk Formasi kemudian orang yang memberikan komando memberikan perintah lagi.


"Siap dan luncurkan...."


Wuss....


Wuss....


Wuss....


Duwar.....


Duwar....


Duwar....


Magi Magi itu melancarkan serangan keudara dan serangan tersebut meluncur dengan cepat keangkasa dan meledak, ledakan itu membentuk seperti kembang api yang sangat indah beraneka warna.


Semua orang memandang terpana mereka pun tepuk tangan stadion pun bergemuruh. Oleh sorak Sorai penonton.


Setelah para magi itu selesai pertunjukan, pembawa acara pun berbicara kembali.


"Tadi kita sudah melihat penampilan dari para magi panitia penyelenggara sekarang kita lanjutkan ke pertunjukan ke 2.


Mereka para Prajurit Elf dari lembah keabadian tepuk tangan yang meriah untuk prajurit Elf"


Penonton pun bertepuk tangan dan prajurit Elf pun masuk ke arena pertandingan dan melakukan pertunjukan yaitu, memperagakan tarian pedang.


Tarian pedang ini adalah salah satu formasi dalam pengepungan musuh supaya tidak bisa keluar dan tertangkap.


Gerakan dari tarian pedang sangat indah di pandang tetapi sangat mematikan apabila di pertarungan sesungguhnya.


Semua orang pertepuk tangan dan pertunjukan dari elf pun selesai kemudian pembawa acara pun memulai lagi berbicara.


"Hadirin yang terhormat tadi kita telah menyaksikan pertunjukan Tarian pedang dari prajurit Elf dan sekarang kita akan lanjutkan ke pertunjukan selanjutnya yaitu pertunjukan dari bangsa Dwarf tepuk tangan yang meriah"


Semua orang bersorak dan bertepuk tangan, ke 10 kapten dari Lareagon pun masuk kedalam arena pertandingan.


Beberapa orang dari kapten menggunakan sihir dimensi item Book dan mengeluarkan gamelan seperti kendang, terompet dan go'ong.


Ketika para kapten mengeluarkan alat musik gamelan semua penonton terdiam dan mereka pun bertanya tanya. Sebagian orang berbisik.


"Apa yang di keluarkan prajurit dari bangsa Dwarf apakah itu senjata"


"Hus, itu bukan senjata sepertinya itu alat musik"


"Apa mereka mau bernyanyi dan menari dengan alat musik itu"


"Mungkin saja.."


"Bodoh ini arena pertandingan bukan ajang pencarian bakat"


Mendengar kata tersebut penonton yang mendengar nya langsung tertawa.


"Hahaha ... benar benar bodoh"


Di arena ke 10 kapten sudah siap 3 orang menjadi pemusik dan sisanya di tengah lapangan membentuk Formasi.


Di sisi lain penonton ada yang menghujat mereka karena mereka kira akan menampilkan pertunjukan bernyanyi karena para kapten mengeluarkan alat musik tradisional.


"Yoy...pergi dari sana ini ajang pertandingan bukan ajang pencarian bakat"


"Iya ngapain kalian dengan alat musik itu"


"Kalau kalian bernyanyi pun pasti tidak enak didengar"


Semua orang yang menonton dari sisi lain terus menghujat dan menghina ada juga penonton yang hanya tertawa karena mendengar cemoohan mereka yang lucu.


Tetapi ke 10 kapten tidak berpengaruh sama sekali kemudian salah satu kapten mengomandoi.


"Hormat....gerakan....


Tegak....gerak....


Hadap kanan.... gerak....


Hormat.... gerak....


Tegak....gerak...."


Ke 10 kapten yang ada di arena menghormat kepada seluruh penonton di 4 penjuru tribun. Kemudian mereka pun bersiap di posisi nya masing-masing.


Cemoohan masih mendera di telinga tetapi ketika salah seorang kapten yang memegang alat musik Go'ong memukul Go'ong yang besar mereka pun terdiam.


Keng....


Suara Go'ong di pukul itu bertanda pertunjukan akan di mulai, kemudian suara kendang pun mulai di tabuh


Parak...pak...pak...Parak...pak....pak...


Keng....Keng ....Keng....


Ke 7 kapten yang di tengah arena sudah memasang kuda-kuda siap untuk bergerak setelah bunyi selanjutnya.


Suara terompet pun ditiup


Telet...toet.....telet....toet.....


Suara terompet itu menghipnotis para penonton, dan seperti ada energi yang mengalir kedalam tubuh penonton yang membuat bulu kuduk penonton berdiri.


Orang orang yang mencemooh pun terdiam dan menyaksikan pertunjukan dari bangsa Dwarf tersebut.


Padu...bamplak....Keng....


Musik pun di mulai dan ke 7 kapten mulai bergerak memperagakan jurus pencak silat yang telah diajarkan oleh Willy.


Semua orang terpesona dengan gerakan yang di peragakan oleh para kapten jurus pertama pun selesai tetapi kendang di pukul dengan sangat cepat.


1 orang yang menjadi pemeran utama nya dan 6 orang yang akan mengeroyok nya,


Pak...bang...bang...pak...bang...bang...


Tumpak...ping...ping...Keng...


Suara musik semakin cepat gerakan ini yang di peragakan adalah jurus padungdung tarung, jurus untuk melawan banyak orang.


Semua penonton pun mulai bertepuk tangan melihat penampilan dari para kapten kerajaan Lareagon.


Pertunjukan ke 3 yang di peragakan oleh para kapten adalah bertarung 1 lawan 1 yang lainnya duduk dekat penabuh musik dan tersisa 2 orang yang akan saling lawan.


Mereka berdua mengambil pedang yang tersedia di pinggir arena pedang itu nantinya akan digunakan oleh peserta tetapi sekarang di gunakan terlebih dahulu oleh para kapten yang melakukan pertunjukan.


Mereka pun menggunakan pedang tersebut dan bertarung dengan jurus beladiri pencak silat yang memakai senjata.


Dalam drama pertarungan ini salah seorang dari petarung pedangnya terhempaskan dan dia menjadi tidak menggunakan senjata lagi.


Setelah itu orang yang tidak memakai senjata melepaskan pakaiannya dan dia pun telanjang dada.


Kemudian yang menggunakan senjata pedang menebaskan pedangnya ke arah badan dan di tahan oleh Badan tersebut.


Para penonton histeris.


"A..w..."


"Apa dia ingin mati bunuh diri...menahan pedang dengan tubuh nya sendiri...."


Tetapi ketika pedang menghantam badan dia pun tidak apa apa dan tidak tergores sedikit pun.


Adegan ini adalah disebut dengan debus, atau jurus yang kebal akan senjata tajam.


Beberapa orang pun berteriak.


"Ah...itu cuman ekting saja coba aku sendiri yang menebaskan pedangnya pasti perut dia akan tergores dan isi perut nya akan keluar"


Suara propokasi yang di lontarkan oleh penonton menjadi riuh semua orang menjadi percaya itu hanya ekting belaka dan si pembawa acara pun mengetahuinya.


"Mohon para hadirin untuk tenang, ini hanya penampilan saja entah itu ekting atau bukan panitia tidak tahu tetapi bagai mana kalau itu nyata apakah kalian akan membuktikannya"


Semua penonton bersorak


"Buktikan....


Buktikan....


Buktikan....


Kemudian si pembawa acara pun menghampiri salah seorang kapten.


"Apa anda mendengar teriakannya penonton, apakah pertunjukan yang terakhir adalah nyata bahwa kalian ini sudah kebal terhadap senjata tajam"


Salah satu kapten pun berbicara.


"Sebenarnya itu rahasia tetapi sebelu itu perkenalkan nama saya Fergus kapten Serigala Abu pasukan Raja naga kerajaan Lareagon.


Apabila ada penonton yang ingin membuktikan silahkan masuk ke arena ini dan buktikan dengan membawa senjatanya sendiri.


Memang untuk adagan berkelahi kami hanya berekting tetapi untuk ilmu kekebalan ya memang kami kebal dari senjata tajam silahkan turun dan buktikan sendiri"


Pembawa acara pun menyemangati


"Wow....siapa tadi yang telah Mempropokasi silahkan turun dan masuk arena pertandingan silahkan buktikan sendiri kebalnya kulit dari pasukan raja naga ini"


Beberapa orang petualang pun turun dan memasuki arena pertandingan untuk membuktikan bahwa mereka ini kebal senjata.


Para petualang ini ada sekitar 6 orang, dengan senjata yang mereka bawa masing-masing. Yaitu berupa tombak pedang panjang pedang besar dan Kampak.


Mereka pun mencoba orang yang membawa tombak nya itu mereka ditusukan kebagian tengorokan kemudian petualang itu tekan dengan kuat dan alhasil tombak yang petualang gunakan itu patah.


Penonton pun bertepuk tangan, kemudian orang yang membawa pedang mereka menebas bebas perut dan punggung dari salah satu kapten dan alhasil tidak ada goresan sedikitpun di tubuh mereka.


Kemudian yang membawa pedang besar mereka pun sama mencoba mencincang salah satu kapten tetapi kapten itu tidak apa-apa.


Setelah itu mereka pun percaya bahwa para kapten dari kerajaan Lareagon itu kebal terhadap senjata tajam.


Semua orang menjadi bengong dan kemudian bersorak menyemangati para kapten dari kerajaan Lareagon tersebut.


Acara pertunjukan pun sudah di akhiri oleh para petualang yang mencoba untuk membuktikan kekebalan dari para kapten.


Semua pemimpin kerajaan lain yang melihat menjadi heran dan bertanya tanya.


"Apa benar, pasukan dari kerajaan Lareagon sehebat ini bahkan mereka kebal dari senjata tajam..."


"Untungnya kita tidak pernah berselisih dengan kerajaan Lareagon kalau tidak habis sudah...."


"Mahluk apakah mereka ini, aku baru melihat ada jurus yang mengerikan seperti ini yang membuat orang menjadi kebal dari senjata tajam"


Semua pemimpin kerajaan dan negara lain pun menjadi heran dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Raja Freevik Reagon pun hanya tersenyum dan bergumam dalam hati.


"Dasar Putra Eldra, kejutan apa lagi yang akan di berikan oleh nya kepada si tua ini, bisa bisanya dia melatih prajurit seperti ini sungguh kamu itu luar biasa, aku akan selalu mendukung mu nak"


Kemudian Raja Freevik Reagon bertanya kepada Raja Ferik.


"Ferik, apa kamu tahu jurus apa yang di peragakan oleh para prajurit kita"


Raja Ferik pun tertawa


"Hahaha...itu adalah jurus Pencak silat jurus asli yang putra Eldra gunakan, apa kakek tidak ingat waktu pertama kali dia datang ke kerajaan Lareagon.


Dan bertarung dengan dirinya, pertama dia menggunakan jurus beladiri pedang tingkat tinggi kemudian dia menggunakan jurus pencak silat tersebut dan mengimbangi jurus jurus ku.


Itu baru dasar nya saja, putra Eldra pernah memperlihatkan kekuatan aslinya kepada saya dan itu sangat mengerikan, kekuatanya melampoi imajinasi kita"


Raja Freevik Reagon pun mengangguk sambil mengelus ngelus janggutnya.


***


*Author mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya. Mudah mudahan di momen bulan puasa ini di berikan kesehatan dan keberkahan bagi kita semua, Amin.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.