PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Hanya Dengan Uang Mereka Pergi


Willy dan Maria menunggu di halaman kuil, dengan duduk dan berteduh di pohon yang rindang sambil makan cemilan yang dia keluarkan dari sihir dimensi item Book.


Mereka pun menunggu hampir 1 jam lamanya setelah di usir dari kedai makan dan lapak kaki lima dan pada akhirnya duduk dibawah pohon yang rindang di halaman kuil.


Tiba tiba sekelompok warga datang dengan berteriak teriak, ada sekitar 50 orang warga laki laki dan perempuan sambil membawa perkakas rumah.


Ada yang membawa sabit, cangkul, garpu kebun, linggis dan lain sebagainya. Bahkan ibu ibu juga ada yang membawa pemukul kasur, sapu, dan tongkat yang di pake ngepel.


Mereka berteriak "Hukum para pendosa....."


"Hukum orang yang tersesat....."


"Hukum orang yang tidak ta'at ajaran dewa...."


Mereka semua berteriak menyerukan supaya Willy dan Maria di tangkap dan di hukum atau kalau bisa langsung di bunuh di tempat.


Willy yang mendengar teriakan mereka tetap tenang dan dia pun melirik ke arah Maria "Sepertinya ini konspirasi, para assassin kedai pembunuh tidak bisa membunuh kita, sehingga mereka menghasut warga untuk memusuhi kita"


Maria pun mengangguk "ya benar, mereka sengaja tidak membiarkan kita masuk ke dalam kuil supaya kita mendapatkan masalah seperti sekarang ini. Aku ingat perkataan kakek Feng, aliansi penganut ajaran dewa akan melakukan apa saja untuk menyingkirkan kita"


Kemudian mereka berpikir bagai mana cara supaya tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, kalau mereka para petarung, Willy dan Maria lebih mudah menghadapi mereka.


Tetapi mereka adalah warga yang tidak berdosa yang datang karena di hasut oleh seseorang untuk membuat onar dengan Willy dan Maria.


Sehingga kalau Willy dan Maria melawan warga tersebut, pihak kerajaan bisa dengan mudah menangkap mereka berdua dengan alasan berbuat onar dan memukuli warga sehingga Willy dan Maria akan di adili dengan sepihak.


Willy pun berbisik kepada Maria "Kalau kita lari, kita akan dianggap bersalah dan di cap sebagai buronan, kalau kita melawan kita akan di tangkap oleh prajurit"


"Iya kalau kita diam saja pun mereka pasti membawa kita dan mengeksekusi kita juga" timpal Maria.


"Benar benar situasi yang sulut" ujar Willy.


Warga itu pun semakin dekat, Willy dan Maria sedikit panik, tetapi di sana Maria mendapatkan ide "eh tunggu sepertinya aku punya rencana"


"Rencana apa ayo cepat katakan?" Tanya Willy.


Kemudian Maria pun mengemukakan pendapatnya "Mereka pasti di hasut dan di bayar oleh seseorang untuk berbuat begitu, kenapa kita tidak memberikan uang kepada mereka supaya mereka pergi dan tidak menggangu kita"


Willy berpikir sejenak "Ya bisa kita coba, tapi.... kalau kita gagal bagai mana ?"


"Kalau kita gagal ya jalan terakhir kita lari saja menuju gerbang kota yang arah ke lembah keabadian, dari. Sana kita menunggu para kesatria bangsa Elf, selain itu kita bisa menghubungi pelindung kita yang mengikuti kita dari belakang untuk meminta bantuan dengan kristal komunikasi yang kita bawa" jawab Maria.


"Bagus juga ide mu, ayo kita lakukan" ucap Willy.


Dengan kekuatan yang di miliki, Willy pun dapat memprediksi orang orang itu, mereka berjumlah 50 orang. Sehingga Willy pun segera menyiapkan sekantong uang koin emas.


Mereka pun sampai dan segera mengepung Willy dan Maria serta menatap mereka berdua seakan ingin memakan Willy dan Maria.


Mereka pun langsung menodongkan senjata yang mereka bawa kearah Willy dan Maria kemudian salah satu dari mereka berseru "Hai kalian bocah tersesat, kalian harus kami hukum karena telah mengotori tempat suci kami"


Setelah orang itu berbicara semua orang berteriak " hukum.... hukum.... hukum...."


Kemudian orang itu menyuruh beberapa orang dari mereka untuk menangkap Willy dan Maria "Seret mereka berdua pergi menuju alun-alun kota"


Beberapa orang melangkah untuk menghampiri Willy dan Maria, tetapi di sana Willy langsung berteriak "Tunggu...."


Mereka pun berhenti dan tidak bergerak sedikit pun, kemudian Willy melanjutkan bicaranya untuk bernegosiasi.


"Aku tahu kalian semua di hasut dan di bayar oleh seseorang, kalau memang kami bersalah, kenapa tidak kesatria kerajaan dewagon yang langsung menangkap kami, atau kesatria dari kuil, tetapi dari tadi kami bersama kesatria penjaga kuil dan mereka tidak melakukan apapun kepada Kami, kalau tidak di bayar lalu kalian semua...." Willy tidak melanjutkan bicaranya.


Kemudian warga yang mengepung willy saling menatap dan orang yang memimpin mereka pun membentak "Lancang sekali kamu berbicara...."


Willy pun langsung berbicara ke intinya dan dia mengeluarkan sekantong uang koin emas lalu di tunjukkan kepada mereka.


"Baiklah aku tahu kalau kalian di bayar, bagai mana kalau kalian pergi dari sini, di dalam kantong ini ada sekitar 100 koin emas, dan kalian bisa mendapatkan masing masing 2 koin emas bagai mana" Willy pun memperlihatkan koin emas itu di tangannya yang membuat mata mereka berbinar.


Salah satu ibu ibu pun berbisik kepada temannya "Hai lihat itu uang koin emas asli, dengan 2 koin emas kita bisa bertahan hidup selama dua bulan"


Ucap ibu itu memang pelan tetapi kedengaran jelas oleh Willy, di kerajaan dewagon ini, rakyat biasa seperti mereka menghabiskan biaya hidup satu koin emas perbulan untuk menghidupi satu keluarga.


Sehingga 2 koin emas bagi mereka begitu besar dan sayang kalau tidak di ambil. Kalau di sana ada pasang suami istri sudah pasti mereka mendapatkan 4 koin emas yang berarti mereka bisa bertahan hidup tanpa bekerja selama 4 bulan berturut-turut.


Willy pun tidak banyak berbicara lagi, dia langsung melemparkan kantor uang itu ke pemimpin mereka "Ambillah dan pergi dari sini"


Setelah pemimpin mereka menerima uang tersebut pemimpin itu pun langsung di kerumuni teman temannya.


"Ayo mana bagi aku 2 koin emas"


"Iya mana aku juga"


Pemimpin itu pun langsung pergi "Ayo kita pindah, kita bagi di sebelah sana saja"


Mereka pun pergi sambil saling dorong yang membuat Willy dan Maria ingin tertawa terbahak-bahak tetapi mereka tahan.


"Benar perkiraan mu Maria, hanya dengan uang mereka bisa pergi dan melupakan tujuan mereka" ucap Willy.


"Ya tapi jangan senang dulu, orang yang menyuruh mereka pasti akan marah, dan mengambil langkah selanjutnya untuk menyingkirkan kita, lebih baik kita sembunyi terlebih dahulu" ucap Maria.


Willy pun mengangguk dan mereka pun mencari tempat persembunyian di dekat kuil dan apabila yang lainnya keluar maka Willy dan Maria akan muncul dan menghampiri mereka.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna