
Di dalam sihir dimensi item Room muncul serangan bola api yang berwarna biru, yang meluncur ke bawah.
Wuss....
Bola api itu menembus pasir yang di buat oleh Gilgit dan pasir itu pun terbakar, Gilgit pun berusaha memadamkan api itu dengan pasir yang dia miliki.
Kemudian blue melompat dan masuk ke dalam pasir dengan mengobarkan api yang besar dari tubuhnya.
Disana Maria berbicara "Di kerajaan Lareagon bangsa Dwarf menggoreng kerupuk dengan menggunakan pasir dan itu namanya di sangrai"
Terlihat pasir itu menjadi berwarna merah dan menjadi panas, Gilgit pun keluar dari pasir tersebut dan nampak sangat kepanasan, dan kemudian Gilgit pingsan lalu berubah menjadi partikel cahaya. Sedangkan blue kembali meloncat ke atas dan seketika pasir tersebut berubah menjadi tanah kembali.
Clovis nampak terkejut dan kemudian dia berniat menyerang Maria dengan kekuatan terakhirnya, tetapi Maria langsung menghilang dari tempatnya dan kemudian muncul di belakang Clovis sambil menodongkan tombaknya yang telah Maria pendekatan dengan kekuatan sehingga nampak seperti Belati bermata dua.
"Kamu kalah sekarang menyerah lah" tombak yang di rubah menjadi belati itu di letakan di leher belakang Clovis.
Clovis pun mengangguk dan mengangkat tangannya serta menjatuhkan senjata yang dia pegang "Aku menyerah, kamu memang kuat"
Melihat kekalahan dari Clovis membuat para petualang yang bertauh menjadi lesu karena mereka kalah dengan menaruhkan semua uang yang mereka miliki. Kemudian Willy melepaskan barier pelindung yang mengurung Clovis dan Maria di arena pertarungan.
"Apakah kalian masih meragukan bahwa kami bukan petualang tidak gold" Willy bertanya kepada para petualang yang nampak tidak bersemangat.
Semua orang menganggap dengan lemah "ya kami mengakui kamu petualang level gold"
Willy pun tersenyum "kalau begitu mari kita adakan pesta perjamuan makan karena kalian percaya kepada kami"
Kemudian Willy melemparkan kantong kecil yang berisi uang taruhan mereka "Ini ambillah uang kalian, aku tidak memerlukannya, dan kita berpesta, pesan lah makanan dan minuman biar aku yang traktir"
Mendengar perkataan dari Willy para petualang itu pun kembali bersemangat dan bersorak "Hura....hura...."
Setelah kekalahan Clovis mereka pun kembali masuk ke dalam gedung guild petualang dan mereka semua menjadi akrab dengan Willy dan Maria.
Mereka pun menjadi sadar, karena menilai kekuatan dari seseorang bukan melihat dari bentuk fisik atau pun usia mereka. Tetapi dari kerja keras dan bakat yang di miliki setiap orang.
Disana Clovis tidak malu dan tidak ragu langsung berlutut di hadapan Willy dan Maria "Aku sudah berjanji, kalau aku kalah aku akan mengabdikan diri kepada mu, dan sekarang terimalah aku menjadi anak buah mu"
Willy pun bangkit dari tempat duduknya dan kemudian berjalan ke arah Clovis "Paman tidak perlu berlutut seperti ini, tadi pertarungan yang sangat bagus dan aku lihat Maria sangat senang. Sudahlah bangun, aku sudah katakan bahwa aku tidak perlu anak buah seperti mu"
Clovis yang masih berlutut pun berkata "Apakah kamu meragukan kemampuan ku, aku memang lemah, tetapi aku bisa di andalkan kalau untuk membawa barang, dan aku juga bisa memasak, jadi terima lah aku menjadi anak buah mu"
"Maaf aku tidak bisa, sudah aku katakan aku tidak butuh orang seperti mu, anak buah ku jauh lebih kuat dari pada diri mu" Willy berkata begitu untuk membuat mental Clovis jatuh.
"Tapi....tapi....aku akan menganggap bahwa kamu adalah majikan ku, apa pun yang kamu perintahkan aku akan melakukannya" ucap Clovis yang sambil menundukkan kepalanya.
"Baiklah terserah kamu saja, yang pasti jangan mempermalukan diri mu sendiri dengan berlutut di hadapan bocah seperti ku, sekarang bangun lah, sekarang ini kita sedang merayakan perjamuan makan jadi jangan rusak suasana hari ini" ucap Willy sambil mengangkat bahu Clovis dengan tangannya.
Clovis pun bangun dan bertekad, dia kan menjadi lebih kuat untuk bisa menjadi anak buah Willy, meskipun yang mengalah dirinya adalah Maria, tetapi Maria sangat mematuhi perintah Willy itu berarti Willy bukan orang sembarangan. Sehingga Clovis sangat bertekad untuk menjadi anak buah Willy apa pun yang terjadi.
Sekarang Maria dan Willy berbaur dengan para petualang kota Ormea ini dan dengan mentraktir makan dan minum mereka pun menjadi akrab dan menghormati Willy dan Maria.
"Hey nak, apa benar kalian dari kota hitam, aku tidak percaya ada orang yang sehebat ini berasal dari kota hitam" ucap salah satu petualang yang duduk semeja dengan Willy dan Maria.
"Lalu kenapa sekarang kalian hanya berdua saja, apa teman mu yang satunya lagi sudah mati dalam misi ?" tanya kembali si petualang itu.
Willy menggelengkan kepalanya "tidak dia tidak meninggal dunia, dia sekarang di rekrut oleh pangeran Vico dari kerajaan Gramostola"
Mendengar perkataan dari Willy semua yang satu meja dengan Willy membelalakan matanya dan membuka mulutnya "o...oh...."
"Berarti teman mu itu sangat kuat ya ?, Soalnya aku dengar, pangeran Vico dan pangeran Yarn, itu pangeran terkuat di kerajaan Gramostola, mereka pasti merekrut orang yang kuat juga"
Maria mencibir "hahaha.... justru teman ku yang Vico rekrut itu yang terlemah di antara kami, bahkan Yarn pernah aku hajar sampe babak belur waktu berada di federasi bebas, dan Vico sendiri kalah bertanding dengan Willy di kejuaraan sebenua bagian Utara"
Maria berkata demikian karena dia tidak sadar kalau anak dari penguasa kota ini juga namanya William dan di panggil Wili, serta mengaku juara pertama yang di berikan hadiah pedang Dewa.
Semua orang seketika berhenti mengobrol dan ruangan pun menjadi senyap, pandangan mereka beralih menuju ke arah Maria.
Maria pun menengok kiri dan kanan karena suasana di guild petualang menjadi senyap dan semua memandang Maria dengan aneh.
Clovis pun membuka suaranya "Apa kalian juga mengikuti kejuaraan sebenua bagian Utara yang di adakan di federasi bebas"
Willy dan Maria mengangguk secara bersamaan "ya, memangnya kenapa"
"Di kota ini mereka percaya bahwa pemenang juara pertandingan sebenua bagian Utara ini adalah tuan muda Wiliam Velez putra dari penguasa kota viscoun Velez, apakah kalian berdua Bernah bertemu dan bertarung dengan tuan muda Wiliam Velez" Clovis menjelaskan tentang Wiliam Velez.
Mendengar penjelasan dari Clovis membuat Maria tidak tahan untuk tertawa dan mencibir "Hahaha..... kalian semua tertipu oleh juara Palsu"
Mendengar itu para petualang kembali berdiri, karena di kota Ormea ini sosok Wiliam si putra Eldra palsu sangat di kagumi.
"Jaga bicara kamu, jangan mentang-mentang sudah mengalahkan tuan Clovis sehingga kamu berbicara seenaknya" ucap seorang penyihir wanita yang mengidolakan William.
"Iya benar jangan menghina tuan muda Wiliam kalau tidak kami semua yang akan berbalik melawan mu" ucap wanita lainnya sambil mengancam Maria.
Mendengar ancaman itu Maria malah tersenyum "Kalian ini hanya seekor kura-kura, yang tidak pernah meninggalkan tempurung kalian, sehingga tidak tahu dunia luar, maka dari itu jangan banyak bicara. Kalau kalian semua ingin bertarung melawan kami berdua, siap takut. Ayo kita bertarung di luar"
Maria malah balik mengancam orang orang itu dan tanpa takut menantang semua petualang yang ada di sana.
Tetapi semua orang tidak ada yang bergerak karena mereka juga menyadari tidak akan menang melawan Maria, karena Clovis saja petualang yang terkuat di guild, kalah telak oleh Maria.
Dan bahkan pertarungan sebelumnya, itu bukan level pertarungan mereka, sehingga meskipun hati mereka marah karena menyinggung Wiliam Velez, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna