
Raja Gibran tersenyum.
"Ya Ajaran Dewa itu Mutlak, tetapi mutlak membuat kehancuran di dunia ini dengan memusuhi Ras selain manusia dan memerangi mereka.
Tidak ada bedanya, manusia itu di jadikan bidak catur dan di perintahkan untuk berperang demi untuk kesenangan para ras dewa yang suka melihat kehancuran dunia ini"
Raja Gibran sedikit ngegas dan melanjutkan bercerita.
"Kami adalah pelopor dari tercipta perdamaian antar Ras mahluk hidup, di kerajaan Eldragon apa kalian mendengar pertikaian atau keributan antara Ras, atau saling serang Antara manusia dengan Ras lainnya"
Raja Gibran menggelengkan kepalanya sambil menggoyangkan tangannya.
"Tidak, di kerajaan kami tidak ada seperti itu, di kerajaan kami damai dan aman mereka berbaur menjadi satu dan saling menghormati antara ras.
Bahkan di antara mereka yang berbeda Ras ada yang saling mengasihi dan mengikat dengan pernikahan.
Kami mengadakan pertemuan ini dan membentuk aliansi ini ingin menularkan kebiasaan kami yang hidup damai tanpa perselisihan dan perang antara Ras mahluk hidup"
Kemudian Raja Gibran membagikan kertas selebar kepada anggota baru Aliansi.
"Baca dan pahamilah isi dari peraturan yang kami buat dan apa bila kalian ada yang mau menambahkan tambahkan saja dan kalau ada yang ingin di kurangi maka kita bahas sekarang, dan kalau kalian sudah setuju maka kalian harus mendandatangani perjanjian Anggota Aliansi"
Raja Gibran pun duduk kembali dan mengangguk kearah Heri Jovanka, Heri Jovanka pun berdiri dan meminta izin untuk keluar dari ruangan tersebut.
Setelah keluar dari ruangan tersebut Heri Jovanka mencari Willy dan Maria.
"Willy, Maria kesini kakak ada perlu sama kalian berdua"
Willy yang sedang duduk bersama Maria pun bangkit dan menghampiri Heri Jovanka.
"Ada apa kak ?..."
"Ayo ikut kakak..."
Willy dan Maria pun mengikuti Heri Jovanka keruang pertemuan, dan di sana sudah membahas beberapa pembahasan.
Willy dan Maria di ajak masuk ruang pertemuan, semua orang pun kaget karena yang sedang di bahas adalah tentang rencana kuil cahaya yang akan menjadikan semua kerajaan menjadi negara Boneka.
Sedangkan informasi yang mereka dapatkan itu adalah dari Maria dan Willy.
Raja Hendrik Jovanka berbicara.
"Informasi ini di dapat dari kedua anak ini, dan informasi ini sangat akurat sehingga sesegera mungkin kita harus bersiaga penuh.
Jangan sampai kita kecolongan, seperti kerajaan Nebulosus yang di kudeta oleh Adrian Plakona yang di bantu oleh para kesatria dari kuil cahaya"
Salah seorang dari mereka tidak percaya dengan perkataan dari Raja Hendrik Jovanka.
"Apa buktinya kalau itu ulah kuil cahaya dan para pengikutnya"
Raja Alfred Eldragon pun berbicara tetapi pas mau berucap tiba tiba.
Brak....
Ada seseorang yang masuk tiba-tiba.
"Hai kalian semua, apa yang kalian rahasiakan kepada ku, kenapa kalian berkumpul di sini tidak mengajak ku"
Kemudian orang orang yang duduk di sana menengok kearah orang tersebut, dan orang itu pun berbicara lagi sambil menunjuk.
"Paman Wolf-Fank dan wolf-brug juga ternyata ada di sini"
Kemudian orang itu melirik ke arah Raja Hendrik Jovanka.
"Hai Hendrik, apa kamu tidak menganggap ku sebagai teman lagi, sehingga kamu tidak mengajak ku dalam pertemuan Rahasia ini.
Aku dan kamu sudah tidak ada rahasia satu sama lain, mengapa kali ini kamu main rahasia rahasiaan kepadaku ini"
Orang itu berkata seperti orang yang asal bicara saja dan berkata seperti tidak berpendidikan padahal dia adalah kepala Klan Harimau.
Raja Hendrik Jovanka pun menepuk jidatnya.
"Hadeuh...kenapa aku merahasiakan ini kepada mu, karena bibir mu itu tidak bisa di jaga"
Sambil menunjuk dan melotot Raja Hendrik Jovanka menyuruh orang tersebut untuk duduk.
"Sudah duduk di kursi yang masih kosong dan jangan bicara sepatah katapun sebelum aku suruh bicara"
Orang itu pun duduk kemudian menyentuh bibirnya yang bertanda dia tidak akan berbicara lagi sebelum Raja Hendrik Jovanka suruh.
Kemudian Raja Hendrik Jovanka pun meminta maaf kepada anggota aliansi.
"Maaf, atas kekacauan ini kalian sudah mengenal dia kan, dia adalah Lodaya kepala keluarga Klan Harimau dari federasi bebas, kalau ada sesuatu mengenai dia kedepannya biar aku yang akan bertanggung jawab"
Semua orang mengangguk karena Hendrik Jovanka akan bertanggung jawab atas kehadiran Lodaya yang datang secara tiba-tiba dan tidak di undang.
Kemudian Raja Hendrik Jovanka melanjutkan berbicara karena tadi pembicaraan tertunda karena kehadiran Lodaya.
"Maria tolong berikan bukti kepada mereka hasil pengamatan mu yang selama ini kamu lakukan"
Maria pun mengeluarkan alat perekam sihir yang merekam percakapan uskup tertinggi kuil cahaya dan Raja Adrian Plakona.
Mereka semua mendengar rekaman sihir tersebut dengan khusu, tetapi setelah mereka semua mendengar rekaman tersebut masih ada saja orang yang tidak percaya.
"Apa benar itu percakapan pendeta tertinggi kuil cahaya dan Raja Adrian Plakona, bisa saja itu orang lain memang kedengarannya ngeri tapi apa ada bukti yang lebih kuat lagi"
Disana Willy tersenyum kemudian dia mengeluarkan pot sihir yang bisa mengeluarkan layar monitor sihir.
"Maaf Tuan tuan semua, kalau anda masih ragu ini ada rekaman video yang kita ambil secara alami dan rahasia"
Rekaman itu di ambil ketika Raja Adrian Plakona dan anaknya Erik Plakona sedang mengobrol berdua di singgasana kerajaan Nebulosus.
Di rekam video itu Raja Adrian Plakona berkata.
Secara tidak langsung kerajaan Jovalavia akan membantu karena Raja Dwarf adalah mertua dari Raja Hendrik Jovanka.
Kita akan banyak mendirikan kuil cahaya di kerajaan Jovalavia dan merekrut rakyat untuk menjadi kesatria kuil cahaya dan menghasut mereka untuk memusuhi Raja Hendrik Jovanka"
Erik Plakona pun tertawa
"Hahaha....ayah memang pintar, itu adalah strategi lama, tetapi masih ayah pakai"
Raja Adrian Plakona pun tertawa
"Hahaha.... biarpun itu trik lama tapi kita sekarang berhasil menggulingkan pemerintahan Raja Varanus, dan sekarang Kerajaan Nebulosus kita yang kuasai"
Mereka berdua pun tertawa.
"Hahaha......"
"Hahaha ....."
Kemudian Raja Adrian Plakona pun berkata lagi.
"Sekarang trik ini sudah di ikuti dan di terapkan oleh beberapa kerajaan yang bersekutu dengan Kerajaan Dewagon dan Kuil besar Cahaya.
Kita tinggal menunggu kehancuran kerajaan Lasiodora yang hampir di setiap sudut kota sudah ada kuil dewa cahaya.
Dan tunggu Rajanya kalau dia tidak mau turun tahta berarti harus setuju menjadi Kerajaan Boneka yang di kendalikan oleh Penganut ajaran Dewa cahaya.
Dan kalau sudah tercapai minimal 40 persen kerajaan di benua bagian Utara ini menjadi bagian dari penganut ajaran Dewa cahaya.
Maka kita harus bersiap untuk menerima berkat dari para dewa dan bersiap memusnahkan para Monster menjijikkan dan para penghianat yang tidak tunduk kepada para dewa"
Percakapan antara Raja Adrian Plakona dan anaknya tersebut menyangkut perdamaian antar Ras dan antar kerajaan di benua bagian Utara.
Karena Kuil besar Cahaya menargetkan 40 persen kerajaan yang berada di wilayah benua bagian Utara tunduk kepada Kuil besar Cahaya.
Pembicaraan mereka berdua membuat orang-orang yang ada di sana geram dan marah, meskipun ada sebagian negara yang bersikap netral tetapi tidak luput dari invasi kuil cahaya.
Orang yang dari tadi tidak percaya dan banyak bertanya sekarang menjadi marah dan putus asa.
"Kurang ajar, kerajaan ku sekarang seperti apel yang di hinggapi ulat, di luar nampak bagus tetapi kenyataannya harus bersiap dengan keruntuhan kerajaan.
Sungguh aku tidak rela kalau ini terjadi, tolong apa yang harus aku lakukan sekarang aku tidak mau kerajaan Lasiodora ku hancur"
Hendrik Jovanka pun berbicara kepada Raja Lasiodora.
"Tenang kita akan menyelamatkan kerajaan dan negara yang masuk dalam Aliansi ini, karena itulah fungsi dari terbentuknya Aliansi ini.
Sebenarnya kerajaan Jovalavia ku juga seperti apel yang di hinggapi ulat, kerajaan ku ini sudah di susupi banyak musuh, bahkan semua pelayan sudah di gantikan oleh musuh dan prajurit kerajaan banyak disusupi.
Tetapi sekarang aku sedang mengatasi masalah tersebut dengan mengganti kembali semua pelayan yang aku pinjam dari kerajaan Eldragon.
Mengganti para prajurit penjaga dari kerajaan Eldragon juga, aku berdalih untuk melindungi putri ku Clarisa dan menantuku Raja Gibran"
Lodaya pun bertanya
"Jadi semua prajurit yang ada di sini adalah prajurit dari Eldragon"
Raja Alfred mengangguk.
"Benar, Lodaya itu prajurit khusus pengawal Raja dari 3 divisi utama"
Lodaya pun kaget.
"Lalu prajurit Jovalavia...."
Raja Hendrik Jovanka pun menjawab.
"Semua prajurit Jovalavia ada di barak pelatihan militer, mereka sedang di briping dan di data, ada pun prajurit yang mencurigakan yang di dak masuk dalam catatan data mereka dikirim ke kerajaan Lareagon untuk di jadikan tentara garis depan"
Lodaya pun bertanya lagi
"Berarti yang di jadikan tentara garis depan itu adalah musuh yang menyusup ke kerajaan Jovalavia ini"
Raja Hendrik Jovanka pun mengangguk.
"Iya itu benar"
Kemudian Raja Freevik Reagon pun ikut berbicara.
"Itu namanya memanfaatkan kotoran ular untuk dijadikan pupuk, kita manfaatkan, prajurit musuh untuk menyerang musuh"
Kemudian Raja Lasiodora bertanya.
"Adakah solusi untuk kerajaan Lasiodora ku, karena kasus nya berbeda dengan kerajaan Jovalavia"
Willy yang masih berdiri mengangkat tangannya.
"Maaf Tuan tuan, apakah saya boleh berpendapat, maaf juga kalau saya masih anak-anak, tetapi kalau boleh saya punya sedikit solusi itu juga kalau tuan tuan mau mendengarkan Kanya"
Semua orang menatap Willy, tetapi sebagai orang menatapnya sinis karena dia masih anak-anak yang tidak tahu tentang seluk beluk kerajaan.
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.