
Korban tewas dari kedua belah pihak sangat banyak dan sudah hampir setengah dari pasukan ke dua belah pihak gugur.
Tidak ada yang memerintahkan untuk mereka mundur dari Medan perang, semua prajurit terus bertarung dengan sengit.
Bunyi beradu pedang, serangan sihir dan ledakan lainnya terus terdengar di tengah pertempuran, mereka semua tidak ada yang mau mengalah.
Mereka bertempur dan berjuang sampai titik darah penghabisan, baik pasukan yang berperang di ladang kematian maupun pasukan udara yang berperang di angkasa.
Di pihak kerajaan Inggarsia ketika petir menyambar tubuh Elena, Maharani Roselia pun berteriak histeris "Tidak.... Putri Ku Elena...."
"Aku bersumpah akan memusnahkan Bangsa Dwarf di muka bumi ini karena telah menyebabkan putri ku Elena tewas di Medan perang, bahkan aku akan motong sampai bagian kecil orang yang telah membunuh putri ku" sumpah Maharani Roselia.
Kemudian Maharani Roselia berteriak memerintah "Jenderal keluarkan prajurit Monster dan bunuh semua bangsa Dwarf jangan sampai ada yang tersisa"
Jenderal yang berada di dekat Maharani Roselia pun mengangguk "baik lah yang mulia..."
Setelah itu terompet pun berbunyi dan setelah terompet itu berhenti ada sedikit goncangan terjadi.
Dan ada panggilan dari kapten pasukan raja naga masuk ke earphone milik Willy. "Lapor Komandan Beberapa Pasukan Raksasa muncul dari belakang Barak Musuh Jumlahnya sekitar 1.000 pasukan"
"Raksasa....pasukan raksasa apa maksud mu itu ? " tanya Willy.
"Mereka monster Raksasa jenis Troll dan minotaurus yang tingginya 12 sampai dengan 16 meter" ucap orang itu
"Baiklah suruh mereka bersiap untuk pertempuran selanjutnya kita gunakan MecaBot dan Zoobot untuk melawan mereka" perintah Willy
"Siap komandan laksanakan" ucap orang itu sambil memutuskan telemonikasi.
Pasukan musuh langsung mundur ketika mendengar suara terompet tersebut, goncangan pun semakin keras karena pasukan raksasa semakin mendekat.
Willy berpikir dan bergumam "Dari mana mereka bisa mendapatkan monster raksasa sebanyak itu, pantas Kerajaan lain tidak berani menyinggung kerajaan Inggarsia karena mereka memiliki kartu As seperti ini"
"Ada apa putra Eldra" Raja Ferik bertanya cemas.
"Perintah semua prajurit untuk mundur, ini bukan lagi pertempuran yang bisa di kalahkan oleh prajurit biasa" ucap Willy.
"Apa maksudmu mereka memiliki pasukan yang sangat banyak" tanya kembali Raja Ferik Reagon.
Willy pun mengangguk "kalau prajurit kita terus bertarung di Medan perang mungkin ini akan menjadi kekalahan total dan pasukan kita akan musnah, lebih baik perintah mereka untuk mundur"
Raja Ferik Reagon mengerti dan sangat hawatir dia mengeluarkan bendera merah dari dalam dimensi item Book dan mengibarkannya.
Bendera itu tanda bahwa orang yang berada di bukit tertinggi harus meniup terompet supaya semua pasukan untuk mundur.
Toot....Toro....To....Tot....
Terompet telah di tiup dan prajurit kerajaan Lareagon yang mengejar prajurit kerajaan Inggarsia yang sudah melarikan diri keluar dari pertempuran berhenti mengejar.
Mereka semua kembali berlari untuk sesegera mungkin mundur dari Medan Perang, karena mereka tahu perintah mundur itu harus di laksanakan jangan seperti kejadian pada waktu pertempuran pertama.
Mereka pun segera mungkin kembali ke dekat barak dan berkumpul serta membentuk pertahanan dengan perisai mereka dan berbaris berjajar.
Willy yang menggendong Maria segera tiba di benteng barak prajurit kemudian dia menyuruh penjaga untuk membawa Maria untuk beristirahat.
Willy pun kembali ke barisan bersama raja Ferik Reagon dan raja Ferik Reagon berteriak kepada seluruh pasukan. "Prajurit dengarkanlah jangan ada yang berani masuk kemedan perang siapa pun yang melanggar akan di hukum mati"
Semua prajurit berteriak "siap ...."
Mereka pun sangat lelah dalam pertempuran ini dan sekalian beristirahat karena pasukan ini sudah tersisa sedikit lagi, sebagian dari teman mereka gugur di Medan perang
Mereka gugur dengan berani sebagai prajurit dan kesatria dari kerajaan Lareagon. Raja Ferik Reagon berbicara kembali "siapa pun yang memiliki sihir pelepasan kalian boleh menyerang tetapi dari jarak jauh dan ingat jangan masuk ke ladang kematian"
Semua prajurit kembali berteriak "siap..."
Getaran semakin terasa dan 1.000 pasukan raksasa terlihat memasuki ladang kematian, melihat para raksasa itu prajurit kerajaan Lareagon menggigil karena ketakutan.
Ya siapa yang tidak takut 1.000 pasukan raksasa monster jenis Troll dan monster buas besar seperti Minotaurus semua itu adalah makhluk yang sangat langka yang ada di benua bagian Utara ini.
Tetapi kerajaan Inggarsia bisa mengumpulkan dan menaklukkan mereka semua bahkan tidak tanggung tanggung mereka semua 1.000 pasukan Raksasa.
Semua prajurit berpikir bahwa mereka semua akan mati hari ini karena tidak mungkin melawan monster yang begitu besar bahkan di kenal sebagai monster raksasa kuat.
Troll yang hampir mirip dengan Goblin tetapi mereka berukuran sangat besar dan hidup bersembunyi di hutan dan gunung yang tidak pernah di jamah oleh manusia.
Bahkan dahulu kala ada Troll yang turun gunung karena kelaparan dia bisa menghancurkan satu kota karena amukannya.
Dan sekarang di Medan perang ini banyak sekali Troll untuk berperang melawan bangsa Dwarf yang di kendalikan oleh kerajaan Inggarsia.
Berarti di belakang mereka ada orang hebat yang bisa mengendalikan dan menaklukkan mereka semua.
Bahkan minotaurus yang sangat buas makhluk purba pemakan daging dan bahkan mereka itu kanibal bisa mereka taklukan dan di jadikan alat berperang.
Monster raksasa yang banyak mendiami ngarai dekat Padang pasir dan bukit bukit di dekat Padang rumput, monster buas yang tidak bisa di jinakan.
Tetapi kerajaan Inggarsia bisa menjinakkan mereka semua, hal yang tidak mustahil bagi kita menjadi mustahil bagi mereka.
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
***
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna