PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Berburu


Setelah Clarisa dan Raja Gibran bertunangan, Raja Alfred dan anak buahnya tinggal beberapa hari di kerajaan Lareagon.


Mereka mengakrabkan diri Dengan Ratu Elisia dan Willy, semua orang senang terhadap Willy yang sangat pintar.


Anak buah Raja Alfred seperti jendral Gabon dan prajurit khusus pengawal Raja dan Penyihir serta alkemis kerajaan Eldragon.


Mencoba kekuatan dari Willy, mereka sering berlatih tanding baik ilmu pedang beladiri tangan kosong serta pertandingan sihir.


Willy sanggup mengimbangi mereka, dan mereka pun memuji akan kecerdasan dan bakat dari Willy, dia adalah anak yang berbakat.


Bukan hanya Willy saja tetapi Maria pun tidak luput dari latihan tanding tersebut, Maria pun sama berbakatnya tetapi Willy masih jauh berbakat dari Maria.


Mereka senang karena anak muda berbakat seperti Willy dan Maria ada di kerajaan Lareagon dan berpihak kepada ke 2 kerajaan ini.


Hari hari dilalui di kerajaan Lareagon, Raja Alfred dan Raja Gibran pun berpamitan kepada semua orang di kerajaan Lareagon ini.


Dan Ratu Elisia pun ikut pergi bersama Raja Alfred dan Raja Gibran.


"Nak, ibunda berangkat bersama Kakek, ibunda akan tinggal di kerajaan Eldragon dan kita akan bertemu di kerajaan Federasi Bebas 2 tahun lagi.


Ibunda harap kamu bertambah kuat selama 2 tahun mendatang, berlatih lah dengan giat dan titip salam kepada Penyihir Agung Volyaw Fahetar"


"Ibunda jangan khawatir, Willy sudah bertambah dewasa disini ada Maria yang menemani dan kak Ferik yang akan berlatih bersama.


Ratu Elisia berpamitan kepada Maria.


"Maria tolong jaga Willy ya seperti kamu menjaga dirimu sendiri dan ingat kamu sudah seperti Anaku sendiri jangan panggil aku sebagai Ratu ke 3 lagi, tapi panggil aku ibunda sama seperti Willy memanggil ku"


Maria pun mengangguk.


"Baik Ratu ke 3...eh Bunda Ratu"


Kemudian Willy pun berkata kepada Maria.


"Dan jangan panggil aku sebagai pangeran ke 3 lagi, kita sudah bersama selama 3 tahun, panggil aku nama saja ya"


Maria mengangguk.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih ibunda Ratu sudah menganggap aku sebagai anak sendiri dan pangeran eh Willy sebagai saudaraku"


"Baiklah ibunda berangkat dulu, kakek dan paman mu sudah menunggu"


Ratu Elisia pun pergi ke kerajaan Eldragon Dangan menaiki Wyvern bersama Raja Alfred dan Raja Gibran berserta anak buahnya.


Setelah mereka pergi keesokan harinya. Willy, Maria dan Ferik Reagon berpamitan kepada Raja Freevik Reagon dan Clarisa karena mereka ingin melanjutkan berlatih dan berguru kepada penyihir agung Volyaw Fahetar.


Mereka pun berangkat dengan menaiki Gripon menuju ke Goa tempat kakek Fahetar berada.


Di jalan hampir sampai Goa tetapi Willy meminta ijin dahulu untuk berburu karena bahan makanan di dalam goa hampir habis dan menyuruh Ferik Reagon untuk pergi duluan ke dalam goa.


Sedangkan Willy dan Maria berburu terlebih dahulu, mereka memburu kelinci dan burung sebagian lagi Maria memetik buah dan sayuran yang ada di hutan.


Willy pun berbagi tugas sama Maria, Willy bertugas memburu hewan sedangkan Maria mengumpulkan buah dan sayur.


Mereka pun turun dari punggung Fallion dan segera berburu di hutan, Willy membawa busur dan beberapa anak panah yang diberikan Raja Freevik Reagon sebelum kembali ke goa untuk berlatih.


Wuss....


Clebs....


Willy memanah kelinci dan burung, kemudian dia ambil dan dikumpulkan, kemudian Willy melihat burung yang agak besar yang sedang enclok di dahan pohon yang besar dan dibawahnya terdapat tanaman perdu yang rimbun dan sungai yang memiliki air jernih.


Willy membidik Burung tersebut dari kejauhan dengan hati hati supaya burung itu bisa kena tertembak anak panah milik Willy.


Busur ditarik oleh Willy


Wuss....


Kemudian anak panah dilepaskan dan melesat cepat kearah burung besar yang sedang enclok didahan pohon menghadap ke arah sungai.


Burung itu sedang mengawasi mangsanya berupa ikan yang sedang berenang di sungai tersebut, dan burung itupun bersiap terbang dengan membentangkan sayapnya.


Wuss....


Anak panah yang di panahkan Willy mengenai bulu sayap burung tersebut, burung itupun terlihat terbang meninggalkan dahan pohon tetapi beberapa meter dari sana burung itu pun terlihat jatuh kebawah.


Willy segera berlari untuk menangkap burung tersebut, di pikirkan Willy burung itu terkena anak panahnya di bagian sayap dan jatuh karena terluka dan tidak bisa terbang.


Willy berlari melewati batang pohon dan loncat kesemak semak, tetapi semakin dekat dia mendengar ada anak yang menangis.


Hiks....


hiks....


Hiks....


Suara tangisan seorang anak sambil menyebut nama kakaknya.


"Hiks...kakak Tolong aku sakit hiks..."


Willy melihat anak perempuan sekitar umur 6 tahun yang berada dekat sungai dengan kondisi anak panah menancap di bahu sebelah kanan.


Anak panah itu menancap dari belakang tembus kedepan sehingga darah mengalir di baju anak tersebut.


Willy merasa bersalah karena dia tadi memanah seekor burung yang dia anggap kena tetapi malah mengenai anak kecil itu.


Willy pun segera menghampiri anak kecil itu.


"Kamu tidak apa-apa dek"


"Hiks....bahu ku ada yang memanah sakit aku tidak mau mati disini hiks..."


"Tahan ya, saya akan obati kamu"


Kemudian Willy mengeluarkan pisau belati pemberian Heri Jovanka, kemudian memotong ujung dari anak panah tersebut.


Kemudian Willy menyodorkan tangan kanannya ke mulut gadis kecil itu.


"Dek tahan ya, kalau merasa sakit gigit saja tangan saya ini"


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.