
Willy dan Maria masih bersama mereka berdua tidak pergi berpencar seperti Clovis yang berlari ke arah kanan menghampiri beberapa Troll yang sedang mengamuk.
"Kenapa kalian berdua masih di sini, apakah kalian takut menghadapi monster besar seperti itu" ucap prajurit.
Willy dan Maria tidak merespon mereka hanya berjalan ke arah depan dimana troll yang mengamuk bergerombol.
Terlihat Clovis yang sudah bertarung melawan troll tersebut dia bisa mengimbangi troll tersebut sehingga tidak perlu di khawatirkan.
Maria pun menepuk pundak Willy "Apa kita harus mengakhiri ini dengan mudah atau kita bermain terlebih dahulu"
Willy malah menyeringai "Aku tidak mau report karena besok pagi kita harus pergi dari tempat ini, jangan buang stamina terlalu banyak"
"Baiklah aku akan dengan cepat menghabisi mereka" ucap Maria.
Willy mengeluarkan pedang dewa naga agung dari item Book dan langsung melompat ke atas tanpa aba-aba.
"Tebasan pedang Naga....."
Wuss....
Aura pedang langsung memancar dari pedang dewa naga agung dengan cepat.
Crak....crak....crak....crak....
Puluhan Troll itu langsung terpenggal, kepala mereka menggelinding jatuh terpisah dari badan mereka.
Bruk....
Badan Troll itu pun ambruk sampai membuat suara gedebuk dan membuat para prajurit yang bertarung mematung tidak percaya.
Apalagi prajuri yang bersama Willy dan Maria, dia melongok melihat kejadian yang tiba-tiba, matanya melotot tidak berkedip.
"Apa aku sedang bermimpi, bocah ini memenggal puluhan Troll dengan satu kali ayunan pedang, sekuat apa bocah ini" guman prajurit itu.
Rencana dia ingin memenjarakan Willy setelah tragedi ini dia urungkan, karena menurutnya Willy bocah yang berbahaya dan lebih bahaya dari pada serangan monster sekarang ini.
"Aku tidak boleh menyinggung perasaan bocah ini, kalau dia marah bisa bisa Berbahaya" gumam kembali Prajurit itu.
Willy yang tadi meloncat kemudian menyalakan kakinya kembali di atas tanah dan berada di samping Maria.
Disana Maria malah memarahi Willy yang menebas kepala Troll itu secara langsung "Bodoh kenapa kamu menggunakan pedang dewa, aku kira kamu memakai pedang kilin mu, lihat lah aku tidak kebagian tau"
Mendengar ocehan Maria, Willy hanya terkekeh geli sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Hehehe....Maaf aku terlalu bersemangat, tapi lihat lah aku menyisakan satu untuk mu, dan lihat juga di sana masih ada 2 lagi yang belum di kalahkan tuan Clovis"
Dengan kesal Maria pun menyenggol Willy "minggir sana, jangan ikut campur, awas kalau kamu memakai pedang dewa naga agung lagi, aku akan menggetok kepala mau"
Dengan kesal Maria pun mengancam Willy, yang di tanggapi dengan anggukan Willy yang masih cengengesan.
Maria pun melampiaskan kekesalan dengan mengepalkan tinjunya dia memasang kuda kuda dan meninju dari jarak jauh.
"Pukul raungan serigala....."
Maria menggunakan pukulan serigala dari kitab bela diri taring serigala, pukulan ini juga pernah di gunakan dalam menghadapi monster Kraken di laut amobius wilayah federasi bebas.
Wuss....
Energi dari pukul itu membentuk sosok serigala hologram yang berlari kearah troll tersebut.
Crak....
Hantaman dari energi pukulan Maria menghantam kepala troll, sehingga kepala troll itu hancur berantakan, tubuh troll itu pun ambruk seketika.
Tidak sampai di sana Maria mengambil tombak petir dari item Book kemudian mengayunkan tombak itu dan mengarahkan ke 2 troll yang tersisa.
"Jurus Naga petir penghakiman...."
Wuss....
Krekak....
Willy di sana langsung berteriak kepada Clovis "Tuan Clovis menyingkir dari tempat itu"
Clovis yang mendengar teriakan dari Willy langsung menoleh dan melihat Maria yang mengeluarkan serangan kearahnya.
Wuss....
Energi Petir keluar dari ujung tombak dan pembentukan ular naga besar berwarna kuning dengan kilatan listrik di sekujur tubuhnya. Ular naga itu melesat dengan cepat kearah kedua Troll itu.
Duwar....
Tubrukan energi dari naga petir yang menghantam tubuh troll membuat ledakan yang sangat besar.
Kedua troll itu pun meledak berhamburan menjadi bagian bagian kecil, sehingga di area itu menjadi hujan darah dan potongan daging dari troll yang meledak.
Ular naga Petir tidak menghilang begitu saja setelah menabrak kedua troll sampai hancur, tetapi ular naga petir itu masih meluncur keatas langit.
Duwar....
Di atas langit ular naga petir itu meledak dengan keras dan membentuk kembang api yang sangat besar dan indah.
Efek dari ledakan besar di langit itu membuat monster lain ketakutan sehingga semua monster hutan kembali mundur kedalam hutan.
Dan monster yang sudah memasuki kota mereka semua melarikan diri kocar-kacir dan kembali ke dalam hutan.
Pertempuran melawan monster dan troll pun selesai karena turun tangan Willy dan Maria.
Clovis yang berdiri di atas genting dia mengusap wajahnya karena di penuhi hujan darah dari Troll, dia pun menggelengkan kepalanya.
"Sekuat apa kedua bocah itu, sehingga baru beberapa menit saja sudah membunuh semua troll yang ada di sini, bahkan aku tadi mendengar Maria menyebutkan bahwa Willy menggunakan pedang dewa"
Clovis pun berpikir keras dan kemudian bergumam "Apa dia putra Eldra yang sesungguhnya"
Di sisi lain prajurit yang hanya diam di belakang Willy dan Maria kakinya merasa lemas, dia ambruk dari berdirinya dan berlutut di belakang Willy dan Maria.
Willy dan Maria pun segera berbalik ke arah prajurit itu, Willy pun langsung bertanya "Paman prajurit, kamu kenapa ?"
Prajurit itu pun menjawab dengan terbata bata "ti... tidak....aku tidak apa-apa, aku hanya kaget dengan apa yang kalian lakukan"
Willy dan Maria hanya tersenyum, kemudian Maria meminta maaf "maafkan kami berdua kalau membuat paman prajurit kaget, apalagi dengan ulah si pangeran bodoh ini yang tidak pernah mengurangi kekuatannya"
Maria pun menjitak kepala Willy dan Willy pun meringis kesakitan "wow kenapa kamu pukul aku, aku tidak mengerahkan seluruh kekuatan ku, itu baru 5 persen saja"
Maria pun masih kekeh "tapi kamu menggunakan pedang dewa naga agung, bukan pedang kilin, sehingga daya serangnya sangat kuat meskipun kamu mengeluarkan 5 persen kekuatan mu"
Prajurit itu pun semakin melongok mendengar perdebatan Willy dan Maria, yang baru 5 persen saja sudah membunuh begitu banyak Troll, apalagi kalau menggunakan seluruh kekuatannya, mungkin saja kota ini akan porak poranda.
"Ya sudah, kan tadi aku sudah minta maaf" ucap Willy.
Mereka tidak sadar berdebat seperti itu, dan yang mereka tidak sadari adalah kerajaan ini wilayah kekuasaan para penganut ajaran dewa, yang notabene adalah musuh bagi para sekutu dewa naga agung.
Clovis pun yang menghampiri mereka dengan melompat dari satu gedung ke gedung yang lainnya mendarat tepat di hadapan mereka.
Clovis pun langsung bertanya "Apakah Benar kamu Putra Eldra yang asli ?, apa tadi itu benar benar pedang dewa ?, Tadi Maria bilang kamu pangeran apa benar itu semua ?......"
Banyak pertanyaan yang di lontarkan secara langsung oleh Clovis dengan tatapan yang tidak pernah dengan apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar.
Willy tidak menyangkalnya dia pun mengangguk tanpa mengatakan sepatah katapun.
Willy pun melangkah pergi dengan menarik tangan Maria "Ah.... akhirnya aku ketahuan juga, gara gara mulut mu yang ember"
Maria pun membela diri "Enak saja mulut ku ember, itu karena kamu yang mengeluarkan pedang dewa naga agung dan memenggal semua troll itu dengan sekali Tebasan"
"Ya sudah, karena sudah selesai ayo kita pergi beristirahat" ucap Willy mengakhiri perdebatan.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna