
#84
Maria terus menahan rasa sakit hatinya karena Willy terus menerus berkata dengan memojokanya.
Maria tidak menangis dia adalah gadis yang tegar walaupun sedikit meneteskan air mata dan hati yang tersayat oleh perkataan Willy.
Dia tidak membalas, perkataan dari Willy Maria hanya diam saja menerima hinaan dan makian dari Willy, Maria sadar dari ucapan ucapan Willy bahwa dia hidup bukan untuk dirinya tetapi Maria hidup hanya untuk menjadi pengawal pribadi yang siap mengorbankan nyawa demi tuan yang dia jaga.
Sekarang Maria menganggap seperti halnya dulu sebelum di selamatkan oleh pangeran pertama yaitu Heri Jovanka, Maria masih seorang Budak yang diberikan kepada orang lain yang diberikan tugas untuk menjaga seumur hidupnya.
Maria sudah tidak mendengar perkataan Willy lagi meskipun Willy sedang mengoceh, Maria seperti ada di dimensi lain meskipun raganya ada di dunia nyata tetapi jiwanya sedang melihat Willy sedang mengocek tetapi dalam mode silent.
Setelah itu Maria tersadar kembali kemudian menampar Willy.
Plak ...
Willy pun seketika membisu, kemudian Maria berkata kepada Willy dengan bijak.
"Ya aku sadar aku adalah pelayanan mu, kita beda kasta bahkan antara langit dan bumi aku hanya seorang budak yang diberikan kepada mu sebagai hadiah ulang tahun mu ketika berumur 5 tahun.
Tetapi ingat kamu ini sekarang sedang di mabuk cinta, kamu bilang dia bernama Elvina, apa kamu tahu dia itu bukanlah Manusia dia itu adalah monster"
Willy kaget karena Maria menyebutkan Elvina sebagai monster Willy pun tidak terima pernyataan dari Maria.
"Apa buktinya kalau dia itu seorang monster kamu hanya cemburu saja karena aku sedang bersama dia"
Maria pun menjelaskan
"Kamu itu adalah pangeran ke 3 yang Bodoh dari kerajaan Jovalavia, Bodoh tetaplah bodoh sehebat apapun kemampuan mu,
Lihat tadi dia melompat dari atas gedung ini dan mendarat dengan mulus di atas genting dibawahnya tetapi lihat apakah dia meninggalkan jejak atau tidak.
Dia melompat seperti kapas yang melayang terkena angin, bahkan aku saja yang seorang Assassin dan memiliki kemampuan sihir elemen petir apabila belompat dari sini ke bawah akan membuat genting yang aku injak menjadi pecah.
Dan kamu itu sudah masuk di level Pahlawan kamu bisa menggunakan sihir penilaian mata emas meskipun level kamu sudah ditekan sampai level Prajurit Awal.
Lihat dengan teliti kekuatan yang Elvina miliki apakah dia seorang manusia apa bukan, tidak mungkin di usianya sekitar dia sudah mencapai level Beast awal (level B)"
Willy pun termenung dia tidak menjawab pertanyaan dari Maria. Setelah itu Maria pun pergi meninggalkan Willy sendiri di gedung menara tanpa sepatah katapun.
*
Willy kemudian kembali ke penginapan disana sudah berkumpul orang orang dari kerajaan Lareagon sedang makan malam.
Willy ikut makan bersama mereka, dia melihat Maria yang nampak ada dekat Clarisa dia makan seperti biasa tidak ada raut muka kesedihan seperti kejadian yang di alaminya tadi adalah sebuah mimpi belaka.
Setelah makan Maria langsung masuk kedalam kamar tetapi di keluar lagi dari kamar itu dengan membawa tas dan masuk ke kamarnya Clarisa.
Willy disana bertanya kepada Clarisa
"Kak, apa monster dan manusia bisa hidup berdampingan"
Clarisa menoleh Willy
"Kenapa kamu bertanya begitu, manusia dan Monster bisa hidup berdampingan bahkan mereka bisa bersatu dalam satu kerajaan contohnya di kerajaan Eldragon.
Manusia dan Monster hidup damai dalam satu wilayah kerajaan tanpa adanya diskriminasi, mereka bisa berbaur dengan manusia pada umumnya dan pada dasarnya mereka itu sama seperti manusia cuman wujud nya saja yang berbeda"
Hah...
"Bukan itu maksud Willy, apakah manusia dan Monster bisa hidup bersama dalam ikatan pernikahan"
Clarisa tersenyum
"Apakah adik kecil Kaka sedang jatuh cinta sama monster"
Willy tidak menjawab pertanyaan dari Clarisa, kemudian Clarisa berbicara lagi
"Ada 2 pendapat di Benua bagian Utara ini tentang pernikahan manusia dengan Monster.
*Pendapat pertama menurut Agama penyembah dewa Cahaya. Adalah menikahi seorang monster adalah suatu Dosa besar karena menentang ajaran Dewa dan dianggap sebagai pemberontak Bagi ajaran Agama Dewa Cahaya.
Kuil cahaya menetapkan beberapa kasta yaitu tertinggi adalah Dewa di bawah dewa ada Elf, terus Manusia kemudian Dwarf dan terakhir Monster.
Jadi mereka menganggap monster adalah mahluk rendahan yang menjijikan dan mahluk yang tidak diinginkan oleh para Dewa.
*Pendapat kedua adalah menurut para Sekutu Dewa Naga Agung,
Dewa, Elf, manusia, Dwarf dan Monster adalah mahluk yang diciptakan boleh sang pencipta alam semesta.
Sang pencipta menciptakan Semua Ras itu supaya di dunia ini memiliki warna, saling menghormati dan saling menjaga antara ras satu dan ras yang lainnya.
Dan mengenai pernikahan antar Ras Mereka menganggap sah sah saja dengan satu syarat yaitu mereka saling mencintai satu sama lain.
Itulah ke 2 pendapat yang ada di benua bagian Utara ini, tetapi untuk pernikahan antar manusia dengan Ras Goblin itu masih tabu karena di benua ini Ras Goblin lah yang paling bodoh"
Willy dengan seksama mendengarkan perkataan dari Clarisa, dan kemudian Clarisa pun menggoda Willy.
"Kayaknya adik kecil Kaka ini benar benar sedang di mabuk cinta, monster dari Ras apa yang adik kecil ku ini suka, apa dia cantik secantik ibunda mu"
Willy menggelengkan kepalanya
"Willy tidak tahu dia ras apa tapi dia sangat cantik hanya saja penampilan dia seperti manusia pada umumnya hanya saja memiliki telinga runcing seperti bangsa Elf"
Clarisa berpikir sejenak karena Willy menyebutkan ciri-ciri orang yang dia sukai.
"Em...mungkin dia dari Ras Siluman"
Willy kaget dan baru mendengar tentang ras siluman.
"Apa itu ras siluman kak, Willy tidak mengerti"
***
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.