PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Pedang dan Tombak Beradu


Nattaya adalah gadis Jenius dari kerajaan Scolopendera dia bukan anak seorang bangsawan tetapi dia adalah anak seorang petani yang hidup sederhana.


Di kerajaan Scolopendera untuk mengikuti kompetisi ini, kerajaan mengadakan kompetisi sendiri antara daerah kekuasaan kerajaan Scolopendera.


Dan 3 pemenang dari kerajaan ini baru bisa di ikut sertakan dalam kompetisi antar benua, dan di kerajaan Scolopendera tidak memandang bangsawan atau rakyat jelata.


Siapa pun yang memiliki kemampuan dialah yang akan berjaya di kerajaan tersebut.


Dia berjuang dari bawah untuk mengikuti kompetisi ini dan sekarang dia berhadapan dengan Maria.


Maria dan Nattaya sudah berada di atas arena pertandingan, Nattaya adalah pendekar pedang Doble Sword man. Yang menggunakan senjata pedang kembar.


Maria menggunakan senjata tombak raja petir yang di berikan oleh Tetua Wan dari klan serigala.


Wasit pun bersiap untuk memulai pertandingan.


"Apa kalian siap untuk bertanding"


Mereka berdua pun mengangguk dan wasit pun berkata lagi.


"Pertandingan di mulai"


Wasit langsung keluar dari arena pertandingan dan para magi pun langsung memasang Barier Pelindung yang berjarak 5 meter dari arena pertandingan.


Nattaya pun menghormat kepada Maria.


"Anda yang bernama Maria, Mohon bimbingan dalam pertandingan ini"


Maria juga menghormat kepada Nattaya.


"Kita sama-sama belajar, jangan merendah seperti itu, saya tau kemampuan anda dari pertandingan sebelumnya"


Nattaya pun berdiri tegak kemudian memasang kuda-kuda.


"Kalau begitu ayo kita mulai"


Sreng....


Nattaya mengeluarkan kedua pedang kembarnya yang berada di punggung nya.


Maria pun bersiap dia mengayunkan tombaknya.


Hiuk....


Hiuk....


Brak....


Maria bersiap untuk bertarung. Setelah mereka berdua memasang kuda-kuda mereka pun bergerak untuk saling menyerang.


Pedang Nattaya langsung menebas kearah leher Maria, dan Maria pun menghindar kemudian pedang satunya menebas ke samping kanan.


Maria menahan dengan tombaknya.


Hiuk....


Sreng....


Brak....


Tombak dan pedang beradu kemudian mereka pun melompat kebelakang dua langkah.


Setelah itu menyerang lagi, jurus pedang dari Nattaya sangat bagus dan tidak ada celah untuk di serang begitu pula Maria.


Kecepatan memainkan tombaknya membuat Maria sudah untuk diserang, mereka berdua menyerang dan bertahan tetapi tidak ada serangan yang masuk dan melukai satu dengan yang lainnya.


Mereka berdua hanya menggunakan kekuatan skill saja tanpa menggunakan sihir tetapi pertarungan mereka sangat sengit sekali.


Bahkan di tempat penonton orang orang sudah mulai bertaruh untuk memilih siapa yang akan menjadi juaranya.


Dan penonton lain melengok karena pertandingan tersebut sangat mendebarkan.


Maria pun memuji Nattaya walaupun mereka sedang bertarung.


"Jurus pedang mu sangat bagus, saya tidak ada celah untuk melancarkan serangan pamungkas"


Nattaya pun menjawab


"Anda juga hebat dengan tombak jurus tombak, tidak ada celah untuk menembus pertahanan jurus tombak"


Trang.....


Wuss....


Brak....


Kemudian Nattaya pun mulai serius


"Maaf Sekarang aku akan mengeluarkan jurus ku"


Hia...h...


Nattaya mengeluarkan sihirnya yang di salurkan ke kedua pedangnya sehingga pedangnya di selimuti aura berwarna biru.


Maria pun mengeluarkan sedikit sihir elemen petir ke tombaknya sehingga tombak itu diselimuti aura berwarna oranye.


Hantaman pedang dan tombak milik mereka berdua semakin bertenaga aliran angin pun semakin kencang pengaruh dari energi sihir mereka berdua.


Hiuk....


Wuss....


Brak....


Duwar....


Pedang dan tombak beradu, karena adanya gesekan dari energi sihir maka ketika pedang dan tombak beradu menimbulkan ledakan yang lumayan keras.


Nattaya pun mulai mengeluarkan jurus pedangnya.


"Jurus tebasan Badai...."


Wuss....


Seketika angin menjadi bergemuruh dan membentuk pusaran dan nampak pusaran tersebut terdapat banyak pedang yang beterbangan.


Maria pun menahannya dengan jurus pertahanan.


Hiuk....


Hiuk....


Hiuk....


"Jurus pertahankan, barier Raja petir"


Wuss.....


Pertahanan Maria mengandung sihir petir dan angin yang menggulung Maria seperti pusaran kubah.


Benturan dari jurusan tebasan Badai dan barier raja petir membuat ledakan yang sangat besar.


Krekak....


Duwar....


Ledakan tersebut membuat dinding pelindung dari panitia tim Magi menjadi rusak.


Para panitia penyelenggara yang berada dekat arena pertandingan pun berhamburan melarikan diri karena pertahanan tim Magi sudah rusak dan mereka pun berusaha memperbaikinya.


Nattaya disana Berbicara kepada Maria.


"Ayolah jangan hanya bertahan, sekarang giliran mu untuk menyerang ku"


Maria pun tersenyum dan menjawab.


"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan"


Maria pun mengeluarkan jurus


"Jurus Naga Petir....serang lah"


Muncul sosok ular naga berwarna oranye keluarga dari tombak Maria dan melucur ke arah Nattaya.


Di sana Nattaya tidak menggunakan sihir perlindungan dia malah balas menyerang.


"Jurus gigitan hiu Macan...serang lah"


Muncul sosok hiu berwarna biru keluar dari kedua pedang Nattaya, hiu Macan berwarna biru itu terbuat dari sihir elemen air.


Wuss....


Hiu itu pun melesat dan menghantam naga milik Nattaya dan ledakan hebat pun terjadi.


Duwar....


Sihir elemen air dari hiu itu pun pecah dan menyirami area pertandingan sedangkan naga petir milik Maria pun hilang begitu saja.


Nattaya pun tersenyum.


"Ayo keluarkan semua jurus mu aku akan balas menyerang jurus mu itu"


Maria pun tertawa


"Hahaha....menyerah lah kamu sudah kalah"


Nattaya pun kaget dengan pernyataan dari Maria.


"Apa kamu bilang aku sudah kalah, apanya yang sudah kalah buktinya aku masih berdiri kokoh di arena pertandingan ini"


Maria pun tersenyum kemudian mengeluarkan jurus selanjutnya.


"Jurus badai petir..."


Krekak....


Duwar....


Salah satu petir menghantam tengah tengah arena, kemudian terjadi sesuatu kepada Nattaya di langsung berlutut karena kakinya merasa lemas.


Maria pun berkata.


"Sudah berakhir, menyerah lah serangan tadi tidak langsung mengarahkan kepada mu aku sengaja supaya memberikan sedikit efek kepadamu.


Bayangkan kalau petir itu menyambar tubuh mu yang terjadi kamu akan seperti Elena dari kerajaan Inggarsia"


Kemudian Nattaya pun meneteskan air mata.


"Aku...aku sudah berjuang dari awal, dan harus berakhir seperti ini dengan menyerah, Sihir elemen air ku bertolak belakang dengan sihir elemen petir milik nya.


Bahkan aku terkena sengatan listrik dari petir yang merambat ke sihir elemen air dan menyerang diriku sendiri"


Kemudian Maria berkata lagi.


"Berpikirlah dengan bijak, kalau kamu masih ingin melanjutkan pertarungan ini kamu akan menderita kerugian besar"


Nattaya pun berdiri kemudian tersenyum.


"Baiklah aku menyerah, perbedaan kekuatan di antara kita begitu besar"


Maria pun tersenyum


"Terima kasih"


Nattaya pun berbalik kemudian berteriak kepada wasit.


"Wasit aku menyerahkan kalah"


Kemudian dia pun berjalan ke pinggir arena pertandingan dan melompat keluar Arena pertandingan tersebut.


Semua penonton heran mereka tidak ada yang bersuara sedikit pun karena melihat keanehan yang tiba-tiba.


Yaitu Nattaya Perwakilan dari kerajaan Scolopendera menyerahkan kalah dan keluar dari arena pertandingan.


Wasit pun langsung menyatakan kemenangan dari Maria.


"Pertandingan pertama di babak memperebutkan 5 besar ini di menangkan oleh Maria perwakilan dari kerajaan Lareagon"


***


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.