
"Dewi samudera, Putri Afsha Al Fatih dan pangeran haytam Al Fatih, kenapa kalian berdua berada di sini dan menolong Rooney, apa kalian berdua bagian dari organisasi rahasia kedai pembunuh?" Tanya Willy heran.
Kalau memang benar mereka berdua memihak kepada Rooney dan bagian dari kedai pembunuh, Willy tidak akan sanggup untuk melawan mereka berdua, karena mereka sudah beda level dengan Willy.
Willy masih di tingkat pahlawan atau level A, sedangkan mereka berdua ada di tingkat dewa, dan mereka abadi, sehingga Willy akan kalah telak kalau melawan mereka berdua.
Mendengar seruan dari Willy, Rooney yang tadi memejamkan matanya langsung membuka matanya kembali dan dia pun heran karena ada 2 orang dewasa yang melindunginya.
Rooney pun tidak dapat berkata-kata lagi, dia hanya mematung karena dari aura yang mereka miliki, Rooney tahu tidak akan bisa melawannya, bahkan melawan Willy yang berada di level yang sama Rooney sudah kalah, apalagi melawan mereka berdua.
Di sana Rooney pun bertanya tanya apakah mereka berdua ada di pihak Willy ataukah di pihak dirinya, tetapi melihat wanita yang ada di depannya menahan serangan peluru Willy, sudah di pastikan mereka berdua memihak dirinya.
Putri Afsha Al Fatih pun tersenyum sambil menurunkan perisai air dan dirubah kembali menjadi semua "Tenang putra Eldra, kami berdua tidak memihak siapa pun"
"Tapi mengapa, kalian menghalangi peluru ku untuk membunuh dirinya " Tanya Willy.
"Aku sudah mengawasi, anak ini dari jauh jauh hari, dan kami juga memperhatikan pertarungan kalian berdua, lihatlah akibat dari pertarungan ini, membuat hutan menjadi hancur seperti ini" jawab putri Afsha Al Fatih.
"Terus sekarang apa yang akan kalian lakukan?" Tanya kembali Willy.
"Aku akan membawa dia ke kerajaan samudera, akan jadi repot kalau di benua ini ada orang dari dunia lain seperti kalian berdua" ucap putri Afsha Al Fatih.
Mendengar perkataan dari putri Afsha Al Fatih Rooney pun berpikir dan kemudian dia menunjuk ke arah Willy "Woy, ternyata kamu sama seperti ku orang dari dunia lain, pantas saja kamu bisa meniru jurus semburan api sakuke, dan kamu juga memiliki senjata api"
Willy pun membalas "Kamu saja kali yang orang dari dunia lain, aku orang dari dunia ini, sudah jelas ayah ku seorang raja kerajaan Jovalavia dan ibuku ratu Elisia dari kerajaan Eldragon"
Kemudian Rooney pun menjadi tambah bingung dengan ucapan Willy, sudah jelas dia juga bisa menirukan jurus jurus dalam film anime yang dia suka, dan bahkan senjata yang dia gunakan terakhir kali adalah senjata api modern.
Rooney pun bertanya kepada pangeran hayitam Al Fatih "Paman apa benar Willy orang dari dunia lain, Nona tadi berkata akan sangat merepotkan bila ada orang dari dunia lain seperti kami berdua"
Pangeran Hayitam Al Fatih pun tersenyum "dia bukan pahlawan yang di panggil seperti mu dengan sihir terlarang, dia seorang yang berengkarnasi, kedunia ini, ingatan di kehidupan sebelumnya masih ada, sehingga dia juga bisa di anggap orang dari dunia lain, meskipun dia lahir dan tumbuh di dunia ini"
Willy hanya tersenyum mendengar pangeran hayitam Al Fatih menjelaskan tentang dirinya kepada Rooney.
Rooney pun kembali menunjuk ke arah Willy "woy dasar pembohong, pantas kamu hanya senyam senyum ketika aku mengoceh tentang dunia ku, ternyata kamu berasal dari dunia lain seperti ku, dasar penipu"
Willy pun tertawa terbahak-bahak "Hahaha.... Dasar bocah ingusan, beruntung kamu masih ingat dan terobsesi dengan film ninja, bila kita bertemu lagi, akan aku ceritakan kelanjutan dari film yang sering kamu tonton itu, aku bukan hanya menonton filmnya saja tetapi aku sudah hatam lignovelnya juga sampai tamat"
Rooney pun menjadi senang dengan ucapan Willy, karena pada dasarnya Rooney orang baik dan tidak ada permusuhan di antara mereka, dia hanya mendapatkan tugas dari atasannya, dan tugas itu tidak boleh di tolak.
Karena kalau di tolak atau gagal, maka hukumannya sangat berat karena sudah di cap sebagai penghianat, dan hukuman penghianat itu adalah kematian yang sangat menyiksa.
Rooney pun berkata "Aku tunggu kita bertemu lagi, tapi jangan berbohong, kalau tidak aku benar benar akan membunuhmu"
Rooney baru sadar bahwa kedua orang yang menyelamatkan dirinya ingin membawa dia pergi entah kemana, dan dia pun celingukan sambil bertanya "eh mau di bawa pergi kemana aku"
"Kita akan pergi ke tempat di mana banyak orang dunia lain berada" ucap pangeran hayitam Al Fatih.
Kemudian karpet terbang yang besar pun muncul dari langit dan berlahan turun kebawah, putri Afsha Al Fatih pun segera melompat ke atas karpet terbang tersebut di ikuti oleh pangeran hayitam Al Fatih yang memegangi baju Rooney seperti membawa anak kucing.
Sebelum pergi pangeran hayitam Al Fatih pun berpesan kepada Willy "putra Eldra, musuh mu bertambah banyak, berhati hatilah, semua orang memungkinkan kematian mu, setelah pembaktisan selesai, pergilah ke kerajaan Eldragon, aku akan menjemputmu di sana, jadilah lebih kuat dari sebelumnya"
Willy pun melambaikan tangannya "Terima kasih atas peringatannya, aku akan bertambah kuat dan berhati hati, sampai jumpa nanti di kerajaan Eldragon pangeran Hayitam, sampai jumpa di kerajaan samudera, akegawa dan Puti Afsha Al Fatih"
Karpet terbang pun melesat cepat meninggalkan tempat Willy berada. Disana Willy pun tinggal sendiri.
Tetapi beberapa saat kemudian, sisa sisa assassin yang tadi mengejar Rooney dan Willy yang sedang bertarung baru sampai.
Mereka pun langsung mengepung Willy dan bertanya dengan lantang "hai bocah dimana tuan muda Rooney sekarang"
Willy pun menyeringai "si Rooney sudah aku habisi, sekarang giliran kalian semua untuk aku kirim ke alam baka, bersiap lah"
"Kurang ajar dasar bocah, kamu tidak sadar bahwa kamu itu kalah jumlah, ayo anak anak habis bocah ini bersama sama"
Para assassin itu pun langsung menerjang Willy yang berada di tengah tengah mereka.
Senjata api yang tadi Willy gunakan untuk menembak Rooney belum dia masuk kembali kedalam sihir dimensi item Book, dan masih dia pegang.
Tanpa ragu Willy pun menembak semua assassin itu, dan dengan sekejap mata semua assassin itu pun mati bersimbah darah.
Kemudian Willy pun pergi meninggalkan assassin yang telah menjadi mayat dan pergi menuju desa, karena Willy dan Maria sudah sepakat kalau mereka sudah mengalahkan musuh. Maka mereka akan bertemu kembali di desa itu.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna