PAHLAWAN TERPILIH

PAHLAWAN TERPILIH
Ekstrak Potion


*Di kerajaan Jovalavia


Ratu Elisia yang sedang pergi bersama prajurit kerajaan karena diperintahkan untuk menghadap Raja Hendrik Jovanka.


Sesampainya di istana kerajaan Ratu Elisia disambut oleh Heri Jovanka, Ratu Elisia dibukakan pintu kereta kuda oleh Heri Jovanka. Dan Ratu Elisia pun turun dari kereta kuda.


"Selamat datang ibunda Ratu ke 3"


Ratu Elisia bersenyum


"Terima kasih nak, kamu baik sekali membukakan pintu untuk ibunda Ratu ke 3 ini"


Heri Jovanka pun senyum kemudian menanyakan kabar dari adik kesayangannya yaitu Willy.


"Kenapa Willy tidak ikut bersama Ibunda Ratu ke 3"


"Willy tidak ikut katanya mau di jemput pahlawan Lareagon untuk berlatih bersama"


Heri kaget mendengar berita itu


"Sejak kapan Willy dan Ferik Reagon latihan bersama"


Ratu Elisia dan Heri Jovanka berjalan masuk kedalam istana sambil mengobrol. Dan menjelaskan tentang Willy dan Ferik Reagon.


"2 Minggu yang lalu sehabis pulang dari sini katanya Willy tersesat sampai membuka portal menuju ke kerajaan Lareagon kemudian Pahlawan Lareagon mengantarkan Willy pulang.


Dan tadi pas ibunda ajak Willy untuk ikut dia tidak mau dan katanya dia akan di jemput oleh Pahlawan Lareagon untuk berlatih bersama"


Heri Jovanka senang tetapi dia sekarang menjadi penasaran sudah sekuat apa Willy sekarang ini, kemudian Ratu Elisia berkata kepada Heri Jovanka.


"Selamat ya, kamu sudah menikah dan akan mempunyai anak"


Heri Jovanka tersentak kaget.


"Su..t ibunda Ratu ke 3 jangan keras-keras ini rahasia, pasti Willy yang menceritakannya kan"


Ratu Elisia menggelengkan kepalanya


"Willy tidak bercerita apapun dia orang yang dapat memengang rahasia dengan baik, ibunda tidak sengaja melihat surat yang kamu berikan waktu mau mencuci pakaian Willy dan ibunda membaca isi dari surat mu itu"


"Ibunda janji yah jangan menceritakan tentang ini kepada siapapun hanya kita bertiga yang tau"


Kemudian Ratu Elisia mengangkat jempolnya.


"Baiklah ibunda akan menjaga rahasia ini"


Heri Jovanka pun merasa lega, kemudian mereka sudah sampai ke ruangan singgasana kerajaan.


Disana sudah berkumpul kerabat kerajaan dan para bangsawan termasuk Ratu Isabel dan anak Billy.


Mereka sedang Rapat Darurat Perang, karena beberapa Minggu yang lalu setelah Raja terluka dan disembuhkan Ratu Elisia, ada kejadian baru lagi yaitu perbatasan Kerajaan Jovalavia diserang oleh kerajaan manusia setengah Binatang.


Kerajaan manusia setengah Binatang yang bernama kerajaan Pemonst itu menginfasi perbatasan kerajaan Jovalavia dan akan memicu perang besar.


Dan sekarang prajurit dari seluruh kota dan wilayah di kerahkan untuk bergabung bersama pasukan ibukota kerajaan bahkan bagi setiap keluarga diminta sukarelawan untuk menjadi prajurit.


Bahkan pangeran ke 2 yaitu pangeran Billy pun harus ikut kemedan perang dan memimpin 1 peleton pasukan sebagai pasukan cadangan di garis belakang.


Raja Hendrik Jovanka berbicara.


"Untuk kejayaan dan kemenangan pasukan kita saya berharap Ratu Elisia dapat ikut kemedan perang menggantikan anaknya yang tidak berguna itu. Kita sekarang butuh orang yang bisa mengobati luka dengan sihirnya.


Hanya Ratu Elisia lah yang mampu dan bisa mengobati luka nantinya di Medan perang itu juga untuk menghindari banyak jatuh korban jiwa di pihak prajurit kita"


Ratu Elisia menolak dengan tegas


"Saya tidak akan ikut berpartisipasi dalam perang kerajaan Jovalavia ini, karena saya sudah berjanji dengan anak saya yang kata Baginda Raja Hendrik Jovanka itu anak yang tidak berguna.


Untuk tidak iku campur dalam urusan kerajaan dan bahkan saya sudah berkata waktu mengobati Baginda Raja Hendrik Jovanka,


Kita tidak lagi ada hubungan dan sekarang saya tidak perduli lagi tentang kerajaan ini karena dari sejak beberapa tahun lalu Raja tidak pernah memanggil saya ke istana ini lagi saya sudah menganggap bahwa hubungan ini sudah berakhir"


Mendengar ucapan dari Ratu Elisia, Ratu Isabel murka dan marah.


"Lancang kamu, anak ku saja ikut berpartisipasi dalam perang ini bahkan kamu masih tinggal di wilayah kekuasaan kerajaan Jovalavia"


Kemudian Raja Hendrik Jovanka bertanya kepada Ratu Elisia.


"Kalau begitu suruh anak mu yang tidak berguna itu untuk ikut serta dalam perang ini sebagai tenaga medis, karena saya tahu dia tidak akan bisa bertarung"


"Tidak perlu Willy dan aku tidak akan kemana mana, Anaku itu orang yang tidak berguna saking tidak bergunanya sepulang dari kerajaan Lareagon dia langsung membuat ini"


Ratu Elisia menurunkan tas yang dia pegang


Brak ....


"Ini adalah Ekstrak potion, satu Botol ekstrak potion ini bisa menjadi 100 botol potion baru dan anak ku yang tidak berguna ini membuat 100 botol Ekstrak potion ini akan cukup untuk seluruh prajurit kerajaan Jovalavia ini. Jadi aku maupun Willy tidak perlu ikut ke Medan perang"


Raja Hendrik Jovanka mendengar bahwa Willy pulang dari kerajaan Lareagon dan dia pun penasaran.


"Untuk apa anak tidak berguna itu pergi ke kerajaan Lareagon"


Kemudian Ratu Elisia menceritakan tentang kejadian 2 Minggu yang lalu.


"Apa Baginda Raja tahu terakhir kali saya dan Willy kesini waktu anda sedang terluka dan Willy dengan Potion nya mengobati anda.


Sepulang dari sini dia berniat belanja ke kota sendiri, tapi di pasar dia ketemu Billy dan temanya dan Willy dikejar bahkan diteriaki maling.


Willy berlari hingga masuk ketaman labirin dan tidak sengaja mengaktifkan Portal teleportasi menuju ke kerajaan Lareagon.


Dia pun kembali dengan diantar Pahlawan Lareagon sampai ketempat kami ditengah hutan, Willy memang anak yang tidak berguna bahkan ayahnya saja tidak mengakui sebagai anak dan Kakanya sendiri meneriaki Willy sebagai maling.


Apa ini yang harus aku dan Willy bela orang orang yang telah membuang dan mengasingkannya sampai ke hutan. Mungkin ini yang terakhir kali berada di sini lain kali jangan panggil saya lagi saya sudah tidak perduli lagi"


Ratu Elisia beranjak dari sana dan meninggalkan ruang singgasana kerajaan dan kembali pulang ke Menara pengawas yang berada di tengah hutan.


Semua tidak ada yang mencegah kepergian Ratu Elisia, dia sudah berani mengambil keputusan dan tidak takut kepada Raja Hendrik Jovanka untuk pergi meninggalkan istana kerajaan.


Raja Hendrik Jovanka bertanya kepada orang yang berada di sana.


"Siapa yang membuat Portal teleportasi menuju kerajaan Lareagon"


Kemudian Heri Jovanka pun mengangkat tangannya


"Saya ayahanda Raja, portal itu hanya sekali pake tadinya saya buat untuk keadaan darurat apabila istana ini diserang dan portal itu untuk melarikan diri"


Kemudian Raja Hendrik Jovanka melihat Billy, dan Billy pun langsung menundukan kepalanya.


"Apa benar yang di katakan tadi oleh Ratu ke 3, kamu mengejar Willy dan meneriaki dia maling"


Billy bicara terbata bata karena merasa takut


"Ti..tidak a...ayahhanda Raja, itu bukan perbuatan Billy, Billy tidak tahu apa apa, yang Billy tahu Willy di kejar oleh teman temannya Crude karena dia dendam sama Willy"


Kemudian ratu Isabel membela Billy.


"Tuh kan anda sudah mendengarkan pengakuan Billy, dia tidak bersalah, si Willy nya saja berbuat masalah sama anak anak bangsawan ya jadinya di kejar kejar"


Semua pembelaan mengenai Billy di lontarkan oleh Ratu Isabel dan malah menjelek jelekan Willy sebagai pangeran yang lemah dan sampah.


Diskusi tentang perencanaan perang pun sudah selesai, Raja menyuruh para penyihir dan Alkemis kerajaan memperbanyak Potion Ekstrak yang dibawa Ratu Elisia, untuk di bagikan nanti ke prajurit supaya mereka kalau terluka bisa mengobati dirinya sendiri dengan Potion yang mereka bawa.


Setelah mereka semua bubar Ratu Isabel berbisik kepada pelayan setianya.


"Lakukan Rancana yang sudak kita susun kemudian hilangkan jejaknya"


Pelayan itu pun mengangguk


"Baik Ratu perintah anda akan segera dilaksanakan"


"Ingat jangan sampai mengecewakan, dengan cara apapun singkirkan Mereka"


Kemudian mereka pun bubar untuk menjalankan aktivitas seperti biasanya.


***


Jangan Lupa Kaka pembaca untuk


Like


Komen


Vote


*Rate**


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.